KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 54


__ADS_3

"tidak,,," kata Wilson lembut pada Indah, Fiona merasa Kalau Wilson ini memang ke-parat bermuka dua, bisa-bisa nya dia berwajah begini dengan diri nya lalu berwajah begitu pada Indah Kusuma. hhh benar-benar mengerikan batin Fiona merasa lucu.


"tetap lah disini, nikmati makan malam mu...jangan hiraukan dia" Lanjut Wilson menahan Indah agar jangan pergi.


"ya...silahkan teruskan romantis-romantisan nya kalian, aku juga tidak ada urusan..." celutuk Fiona dan mulai berlalu tapi Wilson dengan cepat bangkit dan langsung mencekal kuat tangan Fiona...


"Fiona, mau kemana kau" suara Wilson lantang


"memang nya apa lagi mau mu!?" Fiona balas lantang.,


di sudut ruangan Barda memejam kan mata, malam ini pasti akan ada perang lagi, Ia segera membawa beberapa pelayan untuk mundur dari arena tersebut, agar tidak mengganggu urusan Tuan dan Nyonya rumah ini dan Juga 'Tamu' itu...


"kau tau kenapa aku membawa Indah kemari?" tanya Wilson dengan tajam


"bukan urusan ku" balas Fiona


"tentu saja ini urusan mu, apa kau lupa mengapa kau berakhir menyedihkan malam itu di kerubungi para preman?" Wilson berkata mengingat kan Fiona

__ADS_1


Fiona terkekeh ringan..."bukan kah sudah di bahas, kekasih tercinta mu itu yang membayar orang-orang gila itu..." Fiona tak mau kalah, ia melirik sinis ke arah Indah yang masih tampak dengan raut polos di kursi makan. benar-benar seperti puteri yang baik hati, seakan-akan ia adalah sosok bawang putih dan Fiona yang bawang merah nya, begitu lah kira-kira


"ya, memang Indah yang melakukan nya..., tapi itu semua karena kau ! karena kau yang selalu merundung nya, kau yang selalu bertindak kasar pada nya. dia tak berani membalas mu secara langsung,dia takut pada mu, maka nya dia membayar para preman itu. apa kau tak sadar kalau kau itu menakutkan?" kata Wilson, kalimat ini nyata-nyata membela Indah, bagaimana bisa? sudah di depan mata Indah Kusuma ini yang salah bertindak jauh dan fatal hingga bisa mengancam keselamatan seseorang tapi malah Wilson dengan tetap gagah membela nya, sikap macam apa ini???? benar-benar prilaku yang tidak masuk akal...


"aku? merundung nya?" Fiona merasa ini memang semakin terasa konyol, "heh,Indah katakan pada ku sekarang juga, kapan aku merundung mu !?" tanya Fiona dengan galak ke arah Indah kusuma


Indah langsung memasang wajah yang lemah seolah ia sangat takut dengan Fiona,mata bulat nya yang berkaca-kaca menatap Wilson memelas seakan meminta sebuah perlindungan..


"kenapa kau diam? kenapa sekarang kau tidak bilang kapan aku pernah merundung mu????" Fiona terus mencecar Indah dengan galak, wajah Indah sudah seperti hampir mau menangis...


"kau memang selalu merundung nya" tuding Wilson dengan kasar ke arah Fiona


"ya...bahkan lihat lah...sekarang ini pun tanpa kau sadari kau sedang merundung nya kan? kau masih mau menyangkal? apa kau lupa? aku bahkan pernah melihat mu hampir memukul nya, kau juga pernah sengaja mendorong nya hingga tejatuh di lantai yang basah, apa kau lupa Fiona? kau itu jahat, sangat kejam" Wilson berkata mengertakkan gigi dengan geram


Fiona mendengar nya terbengong..apa? jadi Wilson mengungkit hal itu padahal ia saja tidak tau kejadian awal nya, semua yang terjadi adalah murni Indah Kusuma yang memulai nya tapi entah kenapa selalu saja Wislon datang di saat diri nya Fiona yang terlihat kejam. Oke...sudah lah itu tidak penting lagi !


akhir nya Fiona terkekeh,,,ia merasa makin hari hidup nya dan Wilson ini makin seperti lelucon saja..."jadi begitu...?aku yang selalu merundung nya. baiklah..., lantas selanjut nya apa mau mu?" ujar Fiona pada Wilson, pertanyaan nya di akhir penuh tantangan...

__ADS_1


"mau ku, jangan pernah lagi kau berani menyakiti Indah kusuma, kau tau dia gadis yang aku sukai. aku akan tetap melindungi nya dari wanita jahat seperti mu" Wilson berkata geram ke depan muka Fiona, istri nya ini tinggi 160 an tapi terlihat kecil saat di depan nya., jadi Wilson menundukkan tengkuk nya dengan arogan menatap Fiona dengan kejam.


"oh ya? silahkan...aku tidak peduli. silahkan lindungi wanita mu sampai ke ujung neraka. aku juga punya kehidupan ku sendiri jadi kita tak perlu saling mengganggu" kata Fiona dengan raut tanpa rasa takut, ia menantang Wilson yang sudah sah-sah lebih besar dan tinggi dari nya, bagi Fiona...suami seperti ini apakah pantas ia hormati??? tidak !!!


Fiona berbalik dan berlalu, entah mengapa saat Fiona mengatakan ia juga punya kehidupan sendiri dan mereka jangan saling mengganggu, ada ketidak sukaan yang terlukis di hati Wilson. mengapa wanita ini begitu sangat sombong???


setelah Fiona meninggal kan dua orang itu dia mengunci pintu kamar utama, malam ini ia tidak ingin satu kamar dengan pria arogan itu. walau pun setiap malam sebelum nya juga tidak pernah ada yang terjadi antara mereka berdua seperti pasangan suami istri seharus nya, mereka hanya akan saling memunggungi sampai pagi tapi tetap saja, Fiona merasa tidak mau satu kamar dan berbagi oksigen dengan alien bernama Wilson Wijaya Santoso itu.


dia tidak tau entah pukul berapa Si Indah kusuma itu pulang, ia tak peduli, yang terpenting hingga malam Fiona berada di atas balkon menatap hamparan taman yang sangat luas hampir mengelilingi kediaman ini, jika siang hari akan nampak bewarna warni seperti pelangi, tapi saat malam hari ia akan lebih enak di pandang walau hanya kegelapan abu-abu yang nampak terhampar namun di sana lah letak keindahan nya sesuai dengan nama kediaman nya Evenil Garden...


dia sangat lelah menghadapi Wilson dan Indah akhir-akhir ini, padahal ia sudah memilih tidak peduli pada dua orang ini tapi malah dua orang bernama Wilson dan Indah ini selalu berusaha melibatkan nya dalam hal apa pun itu. benar-benar pasangan selingkuh yang menakutkan..., Fiona merasa lelah dan dia sangat merindukan sosok-sosok di kehidupan lalu nya, Ayah kandung nya Tuan Aditama dan Ibu kandung nya Nyonya Hanny...lalu koko nya AL ghazaly Elvano dan...Tetua Akbar Elvano sang ayah angkat yang sangat baik pada nya..., rindu sekali...


Fiona memang terlihat tangguh di depan orang-orang tapi sebetul nya ia juga menyimpan dan memendam banyak luka, tanpa sadar air mata menetes lembut di pipi mulus nya..., ini lah dia sesungguh nya sangat rapuh, ketangguhan yang ia pertontonkan pada orang-orang mungkin saja itu bukan diri nya, itu hanyalah cara diri nya hidup di atas dunia yang keras ini, terkadang Fiona merasa diri nya tidak jauh berbeda dengan Indah Kusuma, sama-sama bertingkah munafik..penuh topeng kepalsuan.


Wilson malam ini tidur di kamar tamu, kesal sekali karena Fiona mengurung nya di luar tidak membiarkan nya masuk ke kamar utama, padahal wanita itu sendiri yang bilang pada Wilson tadi kalau ini rumah Wilson dan dia tidak punya urusan sekalipun Wilson membawa kingkong kemari. tapi sekarang mengapa ia malah mengurung sang punya rumah di luar kamar? kadang kala dalam marah nya Wilson merasa tindakan Fiona terasa sangat lucu tapi dia juga tak tau di mana letak kelucuan nya sementara ia merasakan sendiri bagaimana sombong dan arogan nya Fiona ini saat setiap kali berhadapan dengan nya.


di kamar lain nya Balkon memang tidak menghadap ke arah yang sama dengan kamar utama, kamar itu balkon nya menghadap ke arah yang berlawanan, namun dari jendela besar kamar tesebut dapat melihat balkon kamar utama dari arah samping, hingga saat sosok Fiona berdiri melamun di sana hingga malam, Wilson puas menatap figur cantik itu dari arah belakang...sosok cantik itu terlihat sedih dan suram, melihat nya seperti itu ada keinginan seperti ingin memeluk..., kadang Wilson berkhayal saat Fiona melamun di balkon malam hari seperti itu diri nya datang membawa mantel menutupi tubuh cantik itu seraya memarahi nya kenapa berdiri di balkon malam-malam yang dapat merusak tubuh dan kesehatan, tapi itu semua tak mungkin terjadi pada hubungan mereka berdua yang rumit ini.

__ADS_1


Kedua orang ini tidak tidur hingga larut malam, Wilson terus membuka sedikit Tirai jendela nya menatap sosok Fiona yang terus melamun...begini sepanjang malam...hingga waktu terus berlalu dan berjalan... barulah saat sosok Fiona masuk meninggalkan balkon saat hari sudah menunjukkan hampir pukul tiga pagi, melihat Fiona menghilang dari balkon dan masuk ke kamar utama, Wilson juga menutup tirai di kamar tamu tempat nya berada..dan baru lah kantuk nya terasa...


__ADS_2