
keesokan hari nya Nyonya Diane mendatangi Elvano group. mau bertemu AL ghazaly Elvano atau kah Fiona dia tidak peduli, jika bisa dua-dua nya akan lebih bagus. Nyonya Diane sudah kehilangan cara, apa pun status Wilson sekarang ia tetap tidak bisa melihat nya di keadaan Wilson yang seperti ini.
keberuntungan berpihak pada nya saat ia baru saja akan pergi ke bagian resepsionis tiba-tiba sosok Fiona kebetulan tiba di Elvano group. wanita ini juga akan menemui AL ghazaly di sini untuk membahas sedikit tentang Emilio Mulya yang kita tau adalah bagian dari Elvano group itu sendiri...
"Fiona, Fiona...kebetulan kita bertemu di sini..." Nyonya Diane terlihat sumringah
"ada apa?" tanya Fiona heran, melihat wanita ini tumben-tumben nya muncul di Elvano group. apakah hanya sekedar mencari nya?
"Tante ingin bicara pada mu" jawab Nyonya Diane.
Fiona melirik jam tangan di pergelangan tangan nya sendiri dan berkata...
"baik lah, tapi aku tak bisa lama-lama" kata Fiona, bagaimana pun pekerjaan nya lebih penting ketimbang berbicara dengan Nyonya yang sejak dulu selalu bermulut kejam pada nya ini
"Fiona,, Wilson sudah sadar..." kata Nyonya Diane
"..bagus lah" sahut Fiona, dia tidak bisa merespon lebih dari ini. tapi perasaan nya ada sedikit kelegaan
"dan..." Nyonya Diane mulai berkata lagi..
Fiona menaut kan alis...
"Wilson mengalami gegar otak ringan.." kata Nyonya Diane lagi.
wajah Fiona terlihat biasa saja mendengar nya, tapi di balik itu semua tanpa di ketahui siapa pun jemari Fiona tiba-tiba merasa bergetar dan ia buru-buru mengepal kan nya..., apalagi Nyonya Diane mulai menceritakan seperti apa yang Dokter katakan tentang kondisi Wilson...,anjuran Dokter dan sebagai nya. hingga detik ini Wilson masih mencari Fiona, ia fikir mengapa istri nya tak datang menjenguk nya terlebih dia sudah siuman sekarang...
__ADS_1
Fiona lumayan kaget, sebegitu sulit nya kah Wilson menjalani hidup setelah bercerai? bukan kah pria itu sendiri yang menggugat nya? kenapa gaya nya seakan berlagak seperti jadi yang tergugat? tiba-tiba menganggap perceraian itu adalah hal paling menyedihkan. bukan kah itu cita-cita Wilson sendiri agar bisa bersama Nona Kusuma nya itu? Fiona benar-benar tak mengerti...
"jadi Fiona..., tolong bantu Tante" Nyonya Diane mulai memasang ekspersi yang kasihan, baru kali ini wanita mulia inj berlaku begini di depan orang lain..lebih-lebih itu Fiona, sangat tak masuk di akal.
Fiona berfikir apa yang di ingin kan wanita ini?
"Fiona berpura-pura lah menjadi istri nya sebentar saja, sampai Wilson sembuh...ini tak akan lama. semakin kau membantu maka kesembuhan Wilson akan lebih cepat" Nyonya Diane memelas seraya meraih tangan Fiona, tentu saja itu mengejut kan
"maaf aku tidak bisa..." jawab Fiona cepat dan buru-buru melepaskan pegangan tangan Nyonya Diane di tangan nya
"tolong Fiona..." Nyonya Diane masih memohon
Fiona berfikir dia bisa saja membantu Wilson perihal lain untuk kesembuhan pria itu, walau bagaimana pun baru-baru ini Wilson sangat baik telah membantu nya dari menjadi mangsa Dirly Bintara Santoso. Wilson juga tidak mencari kesempatan setelah nya, Fiona akui ia cukup tersentuh akan hal itu, walau pun Wilson tak menyentuh nya karena hal lain atau karena Wilson memang tidak berminat pada nya sama sekali atau bagaimana namun tetap saja Fiona lega karena Wilson tetap baik-baik mengurus nya saat itu. Fiona tetap punya hati dan rasa kemanusiaan, ia tahu budi seseorang tapi jika harus berpura-pura menjadi istri Wilson lagi, ia tidak mau. baik istri secara kenyataan atau pun istri secara pura-pura, Fiona tetap tidak mau lagi. sudah cukup, ia tak mau terlibat drama apa pun lagi dengan mantan suami nya itu.
"aku tidak bisa..."Fiona menggeleng cepat, dan bersiap pergi meninggalkan Nyonya Diane
Fiona heran mengapa wanita ini menangisi seakan Wilson adalah putera kandung nya, padahal kenyataan nya Wilson sama sekali bukan putera kandung nya lagi. tapi mengapa...
Lalu dengan begitu rendah hati memohon pada Fiona. seorang Nyonya Diane dengan karakter tinggi hati dan penuh kemuliaan tiba-tiba menjadi rendah hati pada Fiona, sangat membuat Fiona heran.
"maaf Nyonya...jika tidak ada hal lain lagi saya duluan" Fiona segera buru-buru pergi melangkah kan kaki nya dari tempat tersebut.
namun baru saja beberapa langkah, Nyonya Diane menyusul dan sesuatu hal yang mengejut kan terjadi...
Nyonya Diane itu secara spontan berlutut di hadapan Fiona!! Nyonya Diane yang penuh dengan kemuliaan itu berlutut??? berlutut pada wanita yang pernah menjadi menantu dan sangat di benci nya itu, wanita yang tak pernah di anggap nya itu.
__ADS_1
pupil mata Fiona seketika membesar tak mempercayai penglihatan nya sendiri..
"Fiona...tolong, tante akan berlutut selama kau mau membantu Tante..." Nyonya Diane memohon dengan wajah yang masih basah oleh airmata
orang-orang di sekitar Elvano group mulai melihat adegan itu, Fiona merasa ini memalukan seakan-akan diri nya menjadi peran antagonis
"Nyonya, tolong jangan begini, bangun lah..." Fiona bingung mengapa Nyonya Diane sampai segitu nya
Nyonya Diane seakan mengerti, dia melirik pada orang-orang di sekitar yang mulai menatap ke arah mereka...
"kalian semua nya yang hadir di sini, aku berlutut atas mau ku sendiri tidak ada hubungan nya dengan Nona Victoria Elvano..." kata Nyonya Diane lantang
"Nyonya, mengapa anda harus berlutut begini, tolong jangan memaksa ku" kata Fiona
"Tante tidak memaksa, Tante hanya berharap kau mau membantu Kondisi Wilson...tolong lah Fiona" balas Nyonya Diane lagi
Fiona tak habis fikir...
"Nyonya mengapa kau harus berlutut dan memohon, padahal Wilson sama sekali bukan putera mu" Akhir nya pemikiran yang mengganggu Fiona sejak tadi, lolos juga dari mulut nya
"...iya" Nyonya Diane menggangguk lemah...
"Wilson memang bukan putera kandung ku...tapi bagi ku di tetap putera ku, aku menyayangi nya dan membanggakan nya hingga akhir hayat ku..." lirih Nyonya Diane, diri nya tak pernah mau menerima anak yang lain lagi, dia hanya ingin Wilson saja yang menjadi putera nya sampai kapan pun.
Fiona sudah mau gila, hati nya seperti pro dan kontra. ia ingin menolong Wilson tapi tidak ada cara lain lagi kah selain ini??? apakah hanya ini cara nya? terus terang Fiona tidak bisa jika harus menjadi istri Wilson meskipun harus berpura-pura !
__ADS_1
saat Fiona sedang di ambang bimbang AL ghazaly Elvano dan Tante Ziviliya baru turun dari lantai atas menuju lobi, mereka baru selesai membicarakan proyek amal yang sedang di lakukan Elvano group dan Santoso group untuk pertama kali nya. mereka cukup kaget melihat adegan Fiona dan Nyonya Diane tersebut...
Tante Ziviliya juga kaget mengapa sosok Nyonya Diane sang saudara ipar nya ini ada di sini..? dan sedang dalam posisi berlutut...