
Hari memang sudah menunjukkan hampir pukul sebelas siang, Wilson tadi saat akan keluar dari kediaman Utama Wijaya Santoso dan berpas-pasa an dengan Dirly dan Zikran saat itu memang sudah tidak dalam suasana pagi lagi.
saat di waktu ini Wilson sudah sampai di Santoso Group..namun saat di lobi jantung nya terasa hampir jatuh dari tempat nya...sosok Fiona juga kebetulan baru saja turun dari lantai atas Santoso Group. Fiona mengantar kan barang pesanan milik Tante Ziviliya dari KangSADAN. karena Tante Ziviliya hari ini masih ada urusan dengan Dirly terkait sebuah proyek, jadi Tante Ziviliya menyuruh Fiona menitip kan barang itu ke asisten pribadi nya di Santoso Group.tidak menyangka malah hari ini Wilson dan Fiona berpas-pas an bertemu di sini, di Lobi Santoso Group ini. kedua nya reflek menghentikan langkah masing-masing, namun kedua nya hanya saling tatap tanpa kata
mengingat kata-kata Dirly, hati Wilson tiba-tiba merasa mencelos.."Fiona pasti sedang menertawakan mu" kata-kata yang Dirly lontarkan terngiang begitu saja di telinga Wilson, entah mengapa Wilson yang berkarakter tidak tergoyah namun saat itu menyangkut atau pun berhubungan dengan Fiona, ia Wilson menjadi merasa sulit menghadapi nya meskipun itu diri nya sendiri.
Fiona juga jika biasa nya akan lebih baik berlalu alih-alih terlibat percakapan dengan Wilson, namun kali ini ia tak tahu kaki nya memilih berhenti melangkah, tapi ia pun tak tau apa yang ingin di lakukan dengan pria bernama Wilson Wijaya Santoso ini.
antara mereka tidak ada yang bersuara hampir berlalu lima menit, jadi Wilson buka suara
"apa kau juga mau menghina ku...?" dengan cepat Wilson berasumsi sendiri
mendengar kata-kata Wilson, Fiona menanggapi nya dengan malas.., kenapa Wilson menuduh nya akan menghina padahal Fiona tak ada niat sedikit pun, beberapa hari ini ia ingin sekali menguatkan pria ini terkait artikel yang beredar namun hubungan nya dengan pria bernama Wilson ini jelas-jelas tidak baik, jadi pada akhir nya Fiona hanya bisa larut dalam kebingungan saja hingga sekarang.
"sampai sekarang fikiran mu pada ku masih sepicik itu?" Ujar Fiona cukup kecewa, jika memang begini ada nya maka tak ada yang perlu ia katakan pada Wilson, Fiona pun memilih berlalu dari hadapan Wilson.
tapi baru beberapa langkah...
"Fiona..." panggil Wilson, Fiona menghentikan langkah..
Wilson kembali berkata
"apa kau punya waktu...?" tanya Wilson kemudian
"aku sibuk..." jawab Fiona tanpa menoleh
"oh..oke.." sahut Wilson pasrah, bagi Wilson siapalah diri nya sekarang yang meminta waktu Fiona..., dia hanya seorang mantan suami yang kejam dan juga putera dari seorang wanita mantan kupu-kupu malam. walau Wilson sendiri tidak mempersoal kan status ibu kandung nya namun bukan kah orang lain berhak mempersoal kan nya. ya,Wilson dapat memahami itu
__ADS_1
Wilson berbalik dan bersiap melangkah menuju lantai atas tempat ruang kerja nya berada, namun..
"Wilson.." panggil Fiona
Wilson mengurungkan langkah nya dan menoleh ke arah Fiona yang saat ini juga sudah berbalik menoleh ke arah nya, saat ini mereka berhadapan dengan jarak kurang lebih dua meter...
"mau ku traktir makan siang?" tawar Fiona secara mengejutkan
Wilson tak bisa mempercayai pendengaran nya sendiri namun itu lah yang nyata-nyata ia dengar saat ini.
"..ya" jawab Wilson singkat, Wilson merasa ini seperti mimpi di siang bolong, mimpi yang manis.
❤❤❤
Wilson dan Fiona makan siang di sebuah kafetaria yang tak jauh dari Santoso Group berada.
"hari ini...hanya makan siang" Fiona membuka suara, mencairkan suasana yang hening di antara kedua nya... sesungguh nya ia sendiri pun lumayan canggung
"aku dan kamu tidak ada hal yang resmi" lanjut Fiona lagi dengan datar, berusaha memberi pengertian pada Wilson di tengah kecanggungan nya.
"ya aku tahu" sahut Wilson, kali ini Wilson sudah bisa mengimbangi rasa bahagia nya dengan sikap elegant nya yang biasa...
"aku hanya berfikir ke depan nya kita tak harus selama nya bermusuhan kan" ujar Fiona lagi
Wilson hanya diam menatap Fiona dengan serius, Fiona terus berkata lagi
"aku tetap lah keponakan angkat nya Tante Ziviliya dan keluarga kalian tetap sangat berjasa pada ku...aku tetap berhutang besar pada keluarga Santoso" papar Fiona walau tidak sepenuh nya lancar dalam mengulas nya, jujur saat ini Fiona merasa canggung dengan makhluk tampan di depan nya ini, jika dia pernah mencinta sekaligus membenci pria ini namun mengapa justru sekarang ada perasaan yang Fiona juga tak tau apa itu...ia ingin menghibur nya sedikit saja agar perasaan pria bernama Wilson Wijaya Santoso ini sedikit membaik. setelah menghela nafas Fiona melanjutkan lagi kalimat nya
__ADS_1
"jadi kau dan aku,,, kita...tetap satu keluarga" kata Fiona pada Wilson.
"ya...tentu" jawab Wilson datar, namun dalam hati Wilson berkata...kita satu keluarga? ya benar kau dan aku,,,kita akan membuat sebuah keluarga. aku sangat berharap kita menikah lagi, punya anak...dan jadi keluarga yang sangat bahagia.
tiba-tiba Fiona mengulurkan tangan putih ramping nya ke hadapan Wilson..., dan hal itu membuat Wilson kaget dan tersadar dari lamunan nya. lalu segera menerima uluran tangan Fiona, kini mereka sudah berjabat tangan, genggaman telapak tangan besar Wilson sudah menenggelam kan tangan halus lembut milik Fiona. entah mengapa saat tangan Fiona berada di tengah-tengah telapak tangan nya, Wilson merasa ada yang menggelitik nakal hati nya.
Fiona pun buru-buru mengakhiri jabatan tangan mereka, entah atau itu hanya perasaan saja tapi sungguh itu tadi Fiona merasa seperti aliran listrik. Wilson pun ikut melerai genggaman nya walau sedikit tidak rela.
"ke depan nya, jangan pernah berfikir bahwa..." belum sempat Fiona menyelesaikan kalimat nya, Wilson sudah buru-buru memotong
"ya...ya aku mengerti..." sahut Wilson tersenyum samar...
di sini dua orang ada salah pengertian, sebetul nya Fiona hendak berkata...
ke depan nya jangan pernah berfikir bahwa....aku tidak peduli pada mu karena kita tetaplah keluarga
tapi Wilson mengira
ke depan nya jangan pernah berfikir bahwa.... kita akan kembali seperti dulu lagi
maka nya tadi Wilson terburu-buru memotong nya karena tak ingin mendengar kalimat itu dari Fiona.
dan Fiona berfikir saat wilson berkata ya,ya aku mengerti maka pria ini memang benar-benar sudah mengerti.
tak lama pesanan mereka sudah datang, dan mereka berdua pun bersiap menyantap nya.
saat Fiona sedang sibuk merapikan piring makanan nya sendiri, Wilson menatap nya...dan membatin..
__ADS_1
"Tuhan seumur hidup ku, aku Wilson Wijaya Santoso tak pernah meminta banyak..sekarang aku meminta tolong kembalikan Fiona pada ku lagi...,itu saja"