
sesaat setelah AL ghazaly keluar, seorang pria yang merupakan orang gaji Elvano masuk dan meletakkan bingkisan di atas meja
"Tuan Muda wilson..ini dari ketua Ega, pesan beliau semoga anda cepat sembuh" kata orang tersebut.
Wilson mengangguk dan tersenyum samar, lalu orang gaji tersebut pun undur diri.
setelah Wilson kembali sendiri di dalam ruangan perawatan nya, ia pun kembali melamun.
Wilson tak tau berapa lama ia melamun hingga pintu bergeser, Mecca masuk dan membuyar kan lamunan Wilson. hari ini sudah benar-benar sore, sudah sekitar pukul tujuh belas...
"kak Wilson" panggil Mecca
Wilson menoleh..
"aku tinggal keluar dulu sebentar, ya. mau cari makan..sekalian beli cemilan,. udah laper banget ini" Mecca memelas seraya menunjuk perut nya sendiri
"oke, hati-hati ya" balas Wilson
Mecca sedikit aneh melihat raut Wislon yang agak cerah seperti kebahagiaan yang tersembunyi. memang nya apa yang terjadi? batin Mecca.
seingat nya orang yang terakhir kali melihat Wilson adalah AL ghazaly Elvano.
memang nya apa yang di bicarakan mereka?
Mecca pun segera keluar dari pintu ruang perawatan Wilson, dan kemudian segera melangkah untuk keluar dari kawasan rumah sakit.
💗💗💗
hampir pukul delapan belas kurang lima belas menit, dan hari pun sudah berangsur gelap..
pintu ruangan Wilson bergeser, awal nya Wilson biasa saja ia mengira itu Mecca dan baru akan bilang...
"cepat sekali..." namun PONG !!!
orang yang muncul sangat-sangat tak terduga..
"hai.." sapa orang yang masuk..
Wilson terbengong, dia adalah sosok yang sangat Wilson rindukan, Fiona...
"...hai" balas Wilson kaku
"kau sudah makan...?" tanya Fiona seraya meletakkan bawaan nya di atas meja, itu adalah sup dan buah-buahan segar
Wilson hanya mengangguk namun ia sebetul nya lupa kalau terakhir kali Mecca menyuapi nya bubur sudah lumayan lama, ia lupa karena terlalu gugup oleh kedatangan makhluk cantik ini.
Fiona melepas kan outher nya dan meletakkan di sandaran kursi..
"kau mau buah, aku akan mengupas nya untuk mu" kata Fiona seraya duduk dan mengambil salah satu buah yang ia bawa tadi...
Fiona melirik dua bingkisan parcel buah-buahan yang terlihat masih baru di meja tak jauh dari nya..
__ADS_1
"ada yang baru saja datang?" tanya Fiona
Wilson tentu mengerti arah bicara Fiona
"ya itu dari keluarga George dan AL ghazaly.." jawab Wilson..
tangan Fiona yang mengupas buah terhenti sejenak,,,
"koko ku datang kemari..?" tanya nya pada Wilson
"iya.." jawab Wilson
"oh.." hanya itu yang keluar dari mulut Fiona walau sebetul nya ia bertanya-tanya apa yang di bicarakan dua orang, karena terakhir kali AL ghazaly datang menemani nya kemari dan masuk ke dalam sendirian saat itu Wilson masih belum sadar kan diri.
jika dua orang sama-sama sadar dan berbincang yang bahkan tak punya topik satu sama lain karena jarang terlibat bersama memang nya apa yang di bicarakan?
"siapa yang menjaga mu hari ini, tidak ada orang" Fiona mengalihkan topik, dan melanjutkan fokus dengan mengupas buah di tangan nya
"..Mecca, dia keluar cari makan sebentar" kata Wilson menjawab pertanyaan Fiona.
Lalu..
"terimakasih..." kata Fiona lirih tanpa menoleh, hanya menunduk tetap sibuk dengan pisau dan buah di tangan nya.
"untuk-apa?" balas Wilson berjeda
"apakah tentang peluru itu?" tanya Wilson hati-hati
"jika tentang itu, ah lupakan saja, aku...benar-benar tulus menyelamat kan mu, tidak ada maksud lain" lanjut Wilson buru-buru
"ya" sahut Wilson cepat. karena ia jujur sungguh-sungguh tulus menyelamat kan Fiona.
Fiona diam sejenak, dua-dua nya diam...hening beberapa detik...
detik berikut nya Fiona buka suara kembali
"tapi, aku bukan berterimakasih untuk itu" ujar nya lalu kembali menunduk untuk mengupas buah sembari berkata..
"aku sama sekali tidak tersentuh dengan gaya mu yang sok pahlawan.." kata Fiona dengan nada jutek
"seharus nya..." tiba-tiba nada bicara Fiona terdengar lirih..
"seharus nya kau biarkan saja peluru itu mengenai ku, biar kan aku mati agar tidak ada lagi orang yang akan bertengkar dengan mu di dunia ini" kata Fiona perlahan lalu mendengus seperti sedang mengejek diri nya sendiri..
"tidak bisa..!!" sambar Wilson seraya menatap ke arah Fiona yang masih terus menunduk sibuk mengupas buah tanpa menoleh pada nya
"aku tak bisa membiarkan peluru itu melukai mu" lanjut Wilson lagi dengan intonasi sedikit meninggi, dia marah sekali mendengar seakan Fiona mau mati dan meninggalkannnya.
Fiona meletakkan buah yang sudah ia kupas dan potong itu di atas piring yang tersedia. kemudian Fiona mendongak menatap Wilson yang raut wajah nya mulai sedikit memerah karena kesal itu.
Fiona tersenyum
__ADS_1
"jadi karena itu, maka nya kau sok pahlawan hingga menganggap tubuh mu adalah baju besi anti peluru?" Fiona bangkit berdiri dan mendekat ke arah Wilson
"kalau kau mati bagaimana!!!" pekik Fiona seraya memukul asal bahu Wilson, memang pukulan nya tidak kuat namun..
"au.." Wilson reflek karena bagaimana pun luka tembakan ada di bagian punggung jadi antara bagian tubuh itu sengatan nya terhubung
"maaf...maaf..." Fiona kaget, ia buru-buru mengelus bahu Wilson kembali, ia tak bermaksud memukul barusan hanya kesal dan spontan saja
"tapi terimakasih..." kata Fiona lagi setelah selesai menggosok-gosok bahu Wilson dengan durasi rasa bersalah..
Wilson hanya mengangguk tulus..
"terimakasih karena rela terkena peluru demi aku dan terimakasih..." kata-kata Fiona menggantung sejenak..
"terimakasih karena sudah siuman..." Fiona sedikit gugup mengatakan nya jadi ia langsung buru-buru menjauh dari Wislon dan reflek membereskan kulit buah yang tadi ia kupas lalu memasuk kan nya ke dalam plastik sampahan..,
"ya???" Wilson sedikit bingung apa arah bicara Fiona, apa lagi wanita itu sekarang sibuk membereskan kulit buah tanpa menoleh pada nya. Wilson hanya bisa melihat profil samping nya saja.
setelah selesai membereskan kulit buah, Fiona menyerahkan piring berisi buah ke pangkuan Wilson...,lalu ia duduk di hadapan Wilson menangkringkan diri sedikit di ranjang Wilson.
"karena kau sudah siuman, aku akan beri kau hadiah satu permintaan, bagaimana?" tawar Fiona seraya menatap Wilson
Wilson mengangkat alis nya, suprise...
Fiona datang saja ia sudah senang sekarang malah di tawarkan hadiah?
"permintaan?" Wilson mengulang lagi kata-kata Fiona barusan
"ya...apa yang kau ingin kan?" tanya Fiona lagi menunggu kira-kira hadiah apa yang Wilson ingin kan dari nya, ia akan membelikan nya apa pun itu
Wilson secara harta, secara segala macam kedudukan dan kesenangan dalam kehidupan ia sudah punya semua nya. memang nya apa yang harus ia pinta lagi pada Fiona?
satu-satu nya yang tak Wilson miliki dan sangat sulit ia dapatkan kembali adalah Fiona ini sendiri...
"apa saja boleh?" tanya Wilson
Fiona berfikir sejenak..., mungkin Wilson tak akan meminta yang berhubungan dengan harta tapi mungkin yang lain nya. tapi ia akan menyanggupi nya karena ini adalah janji yang ia katakan sendiri
"oke, apa saja.." kata Fiona mantap
sesaat suasana sepi, hanya bunyi jarum jam dan pendingin ruangan saja yang terdengar...
detik berikut nya Wilson bersuara...
"bisakah...kalau aku meminta untuk..." ucapan Wilson tak selesai..
Fiona menautkan alis nya
"untuk apa?" tanya Fiona menunggu lanjutan perkataan Wilson
"bisakah..cintai aku lagi, Fiona.." kata Wilson lirih
__ADS_1
sesaat setelah kata-kata ini jatuh suasana berubah hening dan sedikit pengap,
Wilson deg-degan takut Fiona tidak suka dengan permintaan nya yang berlebihan, Wilson mulai takut Fiona marah dan malah pergi lagi...