
Fiona baru saja menyelesaikan beberapa tugas di Laptop dan langsung men save nya ke dalam file milik nya, saat bunyi dering tablet besar milik nya mulai bergetar...dia sudah tau siapa kah yang memanggil, karena tablet khusus ini memang di siapkan khusus oleh AL ghazaly Elvano untuk mereka melakukan Video call berdua...
saat satu klik tombol hijau, wajah mempesona milik AL ghazaly pun mulai terpampang di hadapan nya...karena layar yang lebar membuat pria ini seolah ada bersama nya namun tetap saja berbeda..itu hanya di dalam layar tanpa kehangatan tubuh yang menyertai di dalam kehadiran nya.
"apakah Adik kesayangan ku sudah makan?" tanya AL ghazaly..."apakah makan nya baik dan teratur?" itu terdengar sangat romantis membuat Fiona makin merindukan nya.
"ah, koko kau terlalu berlebihan" Fiona menunjuk ekspresi yang sedikit merajuk "bagaimana mungkin makan ku tak teratur, kau bahkan menyiapkan pengurus khusus di apartement mu ini, mereka bahkan selalu memberi laporan tepat waktu pada mu sesuai jadwal makan ku" Fiona mengekspresikan diri nya seolah tengah mengatakan cape deh..., tentu saja AL ghazaly langsung terkekeh
"bukan kah kau terlalu berbasa basi,koko" lanjut Fiona lagi seraya menatap tajam AL ghazaly
"oh iya" AL ghazaly seakan mengingat suatu hal "nanti...kau bukan adik ku lagi kan?" ujar nya, Fiona spontan menaikkan alis tak mengerti
"calon istri ku" kata AL ghazaly singkat, namun mampu membuat Fiona salah tingkah
"koko, jangan katakan itu..."protes Fiona
"kenapa memang nya?" tanya AL ghazaly
"aku...malu" jawab Fiona singkat.
"apa kau sebegitu menyukai ku?" goda AL ghazaly
__ADS_1
"koko yang sebegitu menyukai ku" sungut Fiona
"jadi kau tidak..?" AL ghazaly menautkan alis menawan nya yang ada saat dia melakukan seperti itu sangat mirip seperti tautan alis Wilson, uh Fiona merutuki diri nya sendiri kenapa harus teringat pada si pria menyebal kan itu lagi? hah...Wilson Wijaya Santoso, oh tuhan aku bukan sengaja mengingat nya, hanya saja melihat AL ghazaly pasti akan teringat Wilson, dan begitu pula sebalik nya. Fiona menekan kan pada hati nya lagi dan lagi...
namun berulang kali Fiona menekan dalam hati nya bahwasa nya ketertarikan nya pada Wilson dulu hanya lah karena ia teringat pada sosok AL ghazaly saja. dia melihat Wilson hanya sebagai AL ghazaly yang sangat di sukai dan di kagumi nya, tapi mengapa ada sesuatu mengganjal yang tak ingin dia sadari, Fiona menepis nya begitu saja.
"apa yang kau fikirkan?" pertanyaan AL ghazaly sontak menyadarkan pemikiran Fiona
"ah, tidak koko maaf" Fiona kaget
"ada apa? kau ada masalah?" AL ghazaly menunjukkan kekuatiran nya
setelah berbincang-bincang hampir satu jam lama nya, panggilan pun di tutup...malam ini bagi Fiona maupun AL ghazaly terasa begitu sangat romantis..
***
di bulan ke dua Fiona berada di luar negara, Wilson menyempat kan diri terbang menemui Fiona...ia sudah tak bisa menahan diri. menyandang status sebagai presdir Wijaya Santoso benar-benar sangat menyita waktu diri nya dengan sangat kejam.
sebagai seorang dari generasi Wijaya Santoso yang memiliki banyak aliansi diri nya tentu tidak sulit mencari kediaman Elvano di negara besar ini, ia cukup tau banyak dengan kepemilikan aset yang di miliki oleh berbagai orang tinggi di lingkaran nya, apa lagi semenjak Menyangkut Fiona, Keluarga Elvano mulai terbuka pada keluarga Wijaya Santoso. antara AL ghazaly dan Ziviliya mulai terlihat sering terlibat dalam Industri akhir-akhir ini.
sebuah apartemen mewah tingkat dua yang bergaya japan itu sudah berdiri tegak di depan Wilson, di negara ini Wilson malas menyetir atau pun sekedar menyewa mobil. jadi ia putuskan membayar orang untuk mengemudi mengantar nya ke tempat tujuan. Wilson sebetul nya setiap saat akan pergi keluar negara maka akan di bawa oleh beberapa bodyguard khusus dan segala nya telah di persiapkan dengan baik, namun diri nya hari ini pergi secara pribadi tak ingin di ganggu oleh siapa pun juga, terlebih orang-orang dari Santoso.
__ADS_1
dia kelelahan tidak cukup tidur, menyelesaikan beberapa pekerjaan di Santoso Group dengan satu kali hentakan, ia seharus nya menyelesaikan pekerjaan itu membutuhkan waktu satu minggu namun di singkat nya menjadi tiga hari demi mengejar perjalanan ini. jadi bagaimana mungkin waktu tidur nya benar-benar tidak tersita dengan begitu sangat banyak
sejak tadi sepanjang perjalanan Wilson hanya diam seribu bahasa di kursi jok penumpang seraya memejam kan mata nya dengan tekstur alis yang sangat anggun, memijat pangkal hidung nya, lelah...
jika saja Sang pengemudi sewaan tidak segera memanggil nya, mengabarkan bahwa mereka sudah sampai tentu lah Wilson tak sadar jika mereka sudah tiba di tempat yang di tuju
Wilson adalah pebisnis besar, di besarkan dengan secara khusus dan spesial di keluarga sehebat Santoso tentu lah hampir seluruh bahasa asing di kuasai dengan sangat baik...ia tak canggung berbincang dengan sopir sewaan.
pengemudi itu hanya perlu menunggu, hingga ia selesai dengan urusan nya dengan penghuni apartemen...wanita yang sanggup membuat hati nya begitu kosong melompong dengan kepergian nya saja, Fiona...Wanita yang sangat istimewa kehadiran nya., hanya saja lagi-lagi...Wilson terlambat menyadari nya.
Gerbang utama apartemen memang sudah terbuka,, Wilson menuju salah satu pintu apartemen yang di ketahui nya di huni oleh Fiona itu, menatap lurus sesaat dan entah mengapa seumur hidup nya baru kali ini merasa kan kegugupan yang sangat aneh..
setelah menarik nafas dan menghembus kan kasar berharap nervous nya hilang, Wilson menekan bel perlahan...
Fiona baru akan berangkat ke tempat pelatihan yang akan di adakan pukul sepuluh nanti, melirik arloji di tangan nya jam sembilan lewat, dia masih punya waktu bersama beberapa rekan untuk membahas beberapa hal jika ia berangkat sekarang.
bel yang satu kali berbunyi, pengurus apartemen masih berada di belakang, apakah ada tamu? ia merasa tak ada janji, karena sekarang diri nya sudah hampir berada di depan pintu dan bersiap pergi jadi ia pun sekalian bergerak maju membuka pintu apartemen dengan satu kali gerakan...
blank..!!! sejenak suasana berubah kelam...dua orang jantung nya hampir bersamaan berhenti berdetak. keadaan waktu seperti terhenti..
dua orang saling memandang dengan keterkejutan, tidak siap hati ! Wilson tak menyangka jika yang membuka pintu adalah Fiona sendiri dan Fiona pun tak menyangka kalau orang yang ada di hadapan nya adalah Wilson !? orang ini muncul di saat diri nya Fiona berada di belahan dunia yang berbeda...siapa yang menyangka???
__ADS_1