KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 162


__ADS_3

setiap hari Fiona selalu menyempat kan diri menjenguk Wilson, hanya untuk sekedar bercerita sembari mengepel tangan dan kaki pria itu...


karena bagaimana pun Wilson menjadi seperti sekarang ini adalah karena diri nya juga, jadi bagaimana mungkin Fiona bisa berdiam diri saja dan berlagak tak peduli?


saat Fiona akan kembali, ia melihat Nyonya Diane yang datang untuk menjaga Wilson bersama salah satu pelayan khusus.


Nyonya Diane sedikit tersenyum pada Fiona, walau pun tak begitu terlihat dan sedikit samar. Fiona hanya mengangguk hormat...


Fiona bukan orang yang suka cari gara-gara, jika orang tidak membuat masalah dengan nya maka ia pun akan bertindak sopan


Nyonya Diane akhir-akhir ini semenjak berita tentang siapa ibu kandung Wilson tersebar kala itu ia tak pernah lagi bertindak angkuh pada Fiona, ia hanya bersikap tenang dan se wajar nya saja.


saat Fiona akan keluar ia tiba-tiba mendengar Nyonya Diane bertanya dengan tulus


"kau sudah akan pulang...?" tanya Nyonya Diane


Fiona sedikit kaget, tapi ia langsung tersenyum..


"iya, permisi Nyonya.." sahut Fiona sopan


"hati-hati..." kata Nyonya Diane lagi


Fiona mengangguk, dan perlahan keluar dari ruang perawatan Wilson lalu segera menutup nya kembali dari luar.


setelah kepergian Fiona, hanya tinggal Nyonya Diane dan seorang pelayan khusus saja...


Nyonya Diane menatap Wilson Wijaya Santoso sang putera kebanggaan nya yang sedang terbaring tak sadar kan diri di ranjang rumah sakit.

__ADS_1


lalu Nyonya Diane berkata...


"sebegitu suka kah kau pada nya...? sampai-sampai setelah bercerai kau seperti kehilangan ruh mu, kau seperti cangkang yang kosong. dan sekarang kau bahkan rela mati mati demi diri nya, wahai putera ku..." lirih Nyonya Diane pada Wilson


"maaf, bunda ini memang tak layak menjadi orangtua mu. bahkan tak peka pada apa yang kau sukai atau tidak..., ya..jika di fikir-fikir aku memang bukan ibunda yang melahirkan mu, pantas saja ibu ini tak mengerti dengan perasaan mu, dan ibu ini tak bisa membedakan antara kesusahan dan kebahagiaan mu...maaf kan ibunda ya Wilson" papar Nyonya Diane sedih...


"harus nya aku sebagai seorang ibu harus mendukung apa yang putera nya ingin kan..." lanjut nya...


"tapi..jika di fikir-fikir ini bukan sepenuh nya salah ibu kan?" Nyonya Diane menghela nafas nya, lalu seperti menahan tawa ia menutup mulut nya dengan telapak tangan nya sendiri


"dasar pangeran sombong, bukan kah kau sendiri yang bilang kalau tak suka Fiona..., kalau kau suka seharus nya bilang dari awal jangan berlagak seakan-akan tidak suka..." Nyonya Diane menahan tawa, seraya menatap sedih pada putera kebanggaan nya yang masih terus terbaring tak berdaya hingga saat ini


🌵🌵🌵


ini artinya sudah terhitung hari ke tujuh, Wilson masih saja betah dalam ketidaksadaran nya.


Fiona berangkat ke luar negara secara mendadak karena ada urusan perihal Emilio Mulya, jadi ia berangkat pagi-pagi sekali..


respon tubuh Wilson yang awal nya sangat lemah sekarang berubah secara drastis, ini sangat aneh. dokter saja sampai tak menduga hal seperti ini akan terjadi di saat ia pun sudah angkat tangan dengan keadaan Wilson yang terus koma dan sebelum nya bahkan sama sekali tak bisa merespon gerak atau pun suara sedikit pun yang ada di sekitar nya.


saat Wilson tersadar dan membuka mata, orang pertama yang ia cari adalah Fiona, tapi sosok itu tak ada..padahal dalam mimpi nya ia merasa sosok itu lah yang terus memanggil nama nya, menyuruh nya bangun dan terus-terusan menangis...


sosok Fiona tak ada di depan nya saat ia membuka mata, yang ada di depan nya sekarang hanya lah beberapa tim medis yang berpakaian serba putih mulai menyoroti cahaya ke mata nya dengan alat khusus di tangan mereka...


💝💝💝


saat Fiona di kabari dari tanah air bahwa Wilson sudah siuman, ia baru saja menginjak kan kaki nya di luar negara yang ia datangi tersebut dan baru saja akan mengurus pekerjaan nya menyangkut Emilio Mulya, atau dengan nama lain E.M group.

__ADS_1


jika saja saat ini Fiona masih berada di tanah air maka ia akan langsung bergegas menemui Wilson yang sudah sadar itu


kita tahu betapa frustasi nya Fiona menunggu Wilson hingga sadar, menyempat kan diri untuk membangun kan Wilson setiap hari. betapa Fiona sangat menunggu perihal siuman nya Wilson saat ini., rasa nya Fiona ingin terbang kembali ke tanah air jika bukan karena urusan pekerjaan nya ini benar-benar tidak bisa di wakilkan sekarang.


Fiona hanya mempercepat langkah nya, agar ia bisa segera menyelesaikan pekerjaan nya dan segera kembali ke tanah air untuk melihat kabar Wilson yang saat ini sudah siuman dengan secara sangat lah mengejutkan semua orang itu. ini juga tentu nya sangat mengejutkan bagi Fiona maka nya ia juga ingin sekali cepat-cepat dapat menemui Wilson...,ya benar.., Fiona sangat ingin bertemu.


💖💖💖


hari ke dua belas Fiona kembali ke tanah air, saat sampai di kediaman Elvano hari sudah sangat siang dan mulai berangsur menjelang sore.


Fiona mengganti pakaian nya dengan lebih santai, ia akan segera ke rumah sakit menemui Wilson.., orang yang menyelamat kan nyawa nya itu sekarang sudah sadar sepenuh nya.


Fiona mungkin ingin berterimakasih secara langsung, entah hanya karena ingin berterimakasih atau karena hal lain yang jelas Fiona sangat ingin sekali menemui Wilson yang sudah sadar seperti sekarang ini.


saat Fiona menenteng kunci mobil dalam genggaman nya dan bersiap keluar, suara magnetis milik AL ghazaly memanggil nya dan bertanya..


"Tory,kau akan ke rumah sakit?" tanya AL ghazaly


Fiona menoleh...


"koko kau ada di rumah...?" tanya Fiona suprise karena ia mengira AL ghazaly masih berada di Elvano group karena ini masih belum jam orang-orang pulang kantor


AL ghazaly melihat Fiona yang baru saja sampai lalu kemudian pergi lagi, ia dapat menebak kalau Fiona akan segera kerumah sakit karena Wilson sudah siuman..


semakin kesini AL ghazaly makin mengerti seberapa berarti dan ketergantungan nya antara dua orang ini...


"Tori..., bisa kita bicara sebentar?" tanya AL ghazaly dengan suara berat nya perlahan..

__ADS_1


adalah hal yang tak mungkin bagi Fiona untuk menolak AL ghazaly, walau pun saat ini Fiona sedang tergesa-gesa ingin ke rumah sakit


"...tentu, bisa koko" jawab Fiona tanpa paksaan..


__ADS_2