KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 109


__ADS_3

mendengar kata-kata Wilson yang makin mengerikan Fiona ingin menjawab tapi Wilson malah lebih dulu berkata dengan santai


"oke kesepakatan di capai, Fiona tidak akan berani berkencan atau dekat-dekat dengan pria lain karena Fiona hanyalah milik Wilson" ujar Wilson dengan ekspresi biasa seakan sikap emosi nya yang barusan tidak pernah terjadi.


Fiona merasa Wilson sejak dulu sangat mengerikan, wajah nya bisa berubah-ubah seketika sangat menakut kan sekali !


"pembicaraan topik ini selesai, jangan ada yang membahas lagi oke" kata Wilson dengan gaya khas nya yang elegant


"sekarang hidangkan minuman untuk tamu" titah nya dengan santai pada Fiona


mendengar hal itu Fiona merasa heran, bisa-bisa nya pria ini berulang kali memerintah dan bersikap seenak nya begini...


"kau bisa membeli minum di luar, pergi lah...bukan kah pembicaraan kita sudah selesai" ujar Fiona malas bercampur kesal


"bukan kah kau berjanji tidak akan mengusir ku? hh sudah ku duga kau akan mengingkari nya" balas Wilson, Fiona hanya bisa diam dengan kekesalan nya...


Wilson kembali membuka suara nya...


"Lagi pula aku mau minum di sini, dan ini sudah malam..apakah kau tidak punya etika pada tamu? bagaimana bisa sejak tadi tamu tidak kau hidang kan minuman sedikit pun" protes Wilson dengan intonasi datar nya yang biasa


dengan masih menekan rasa kesal Fiona akhir nya melangkah ke dapur, melihat sosok ramping itu berlalu dari hadapan nya,,Wilson tidak berekspresi apa-apa hanya sorot mata nya mengandung kemenangan dan rasa puas yang tak terukir kan

__ADS_1


tak lama Fiona keluar dari arah dapur menuju ruangan depan tempat Wilson berada, dengan hati dongkol meletakkan minuman hangat itu di meja sofa tepat hadapan Wilson berada


"cepat habis kan, setelah itu silahkan segera keluar dan pergi dari sini" kata Fiona dengan tajam


"sangat tidak ada tata krama kepada tamu" gumam Wilson. Fiona malas membahas nya, jika Fiona tidak ada tata krama kepada tamu lantas apakah Wilson sendiri memenuhi kriteria sebagai tamu yang harus di sambut dengan baik. ia bahkan mirip seorang pencuri yang nyerobot masuk begitu saja ke kediaman orang lain. jika Fiona tidak punya tata krama pada tamu maka salah kan juga tamu nya dong yang sama sekali tidak ada tata krama dan bahkan kesopanan sedikit pun sama sekali tidak punya!


Wilson melirik minuman di dalam mug yang cantik dan anggun bewarna krem di hadapan nya itu, dari aroma harum, warna dan bentuk nya sudah bisa Wilson tebak itu adalah kopi Yunnan, Wilson merasa tersipu dan berbunga-bunga di waktu bersamaan. bagaimana tidak? Fiona menghidang kan minuman hangat kopi favorit nya...mantan istri nya ini seakan masih mengingat kebiasaan nya.


sejak dulu seringkali saat malam di jam-jam seperti ini saat Wilson duduk di ruang kerja atau di ruang keluarga, ruang baca dan lain nya dia akan bersantai dengan laptop atau buku di tangan nya.pria itu sangat menawan dan makin tampan saat sedang serius. bukan lah pemandangan jarang yang di lihat Fiona namun hal tersebut terlampau sering di saksikan mau pun di kediaman utama Wijaya Santoso atau pun di evenil Garden.


jika aroma dari kopi Yunnan itu sudah tercii..um maka akan ada pemandangan menyejukkan mata seorang pria sedang sibuk berkutat dengan laptop atau pun buku di tangan nya.


Walau pun Sejak dulu bukan Fiona yang menyiapkan, melainkan para pelayan di kediaman mereka namun saat ini Wilson merasa sangat bahagia, karena Fiona secara tidak langsung tau minuman apa yang sering di nikmati Wilson di saat malam di waktu-waktu yang serupa seperti ini. dan ini kali pertama Fiona menyiapkan minuman untuk nya..


setelah meletakkan lagi ke meja, Wilson melirik Fiona. ada segelintir kebahagiaan tak terlukis di hati Wilson, andai saja dulu mereka adalah suami istri yang saling memperhatikan seperti ini, bukan kah terasa manis. akhir nya tetap saja Wilson menyalahi ketelodaran nya sendiri yang begitu bodoh dan tolol


"jangan senang dulu" kata Fiona yang menyadari kegirangan Wilson. pria ini pasti menganggap diri nya secara khusus membuat kan kopi Yunnan ini untuk Wilson, Fiona tak mau pria ini jadi percaya diri.


"kopi itu aku juga menyukai nya, kebetulan" Fiona berkata dan seketika cahaya di mata Wilson meredup, tenyata hanya kebetulan dan Fiona juga suka kopi Yunnan, Wilson bahkan tak tahu apa saja kesukaan Fiona.., betapa bodoh nya dia.


sebetul nya Fiona bisa menyukai Kopi Yunnan karena sejak dulu sering melihat Wilson menyesap nya di malam hari..., mereka yang saat itu masih berstatus lajang satu sama lain.

__ADS_1


Fiona sangat sering melihat pemandangan seorang pria tampan bak pangeran dengan piyama tidur duduk santai di ruang keluarga di ikuti dengan aroma hangat kopi yunnan, kadang kala pria itu terlihat kelelahan dengan kemeja kantoran nya yang terlihat acak-acakan menengadah di sandaran kursi terlihat sangat mempesona. lambat laun Fiona mulai menyukai aroma itu dan mencoba kopi Yunnan, ternyata dia menyukai nya,, saat mereguk nya dan menci--yum aroma memejam kan mata seakan bayangan pria bak pangeran itu muncul di pelupuk mata nya.


tapi itu tak bertahan lama, setelah prilaku Wilson makin hari makin buruk pada nya sosok yang ia lihat di antara hangat nya kopi yunnan adalah sosok pria tampan namun iblis. dan itu terus terjadi hingga kini, walau Fiona tak bisa menghilangkan kebiasaan nya menyukai kopi Yunnan tapi ia terus meminum nya. walau pun saat aroma terci-uum yang hadir terbayang justru adalah sosok iblis yang menyebal kan.


"kau suka karena aku suka kan?" goda Wilson penuh percaya diri


"...tidak" jawab Fiona cepat


lima belas menit berlalu, tidak ada pembicaraan benar-benar membosan kan. Wilson kelihatan nya sengaja mengulur-ulur waktu dengan santai bermain game di ponsel nya, sedangkan Fiona hanya duduk menunggu dengan rasa bosan.


tapi baru saja Fiona akan protes, Wilson menghentikan permainan game nya, menenggak habis kopi Yunnan dari dalam Mug dan segera bangkit


"baik lah terimakasih minuman nya" lalu ia melangkah ke arah pintu dengan tampilan yang dingin seakan kejadian-kejadian barusan bukan lah diri nya


Fiona mengikuti ke arah pintu apartemen, Wilson sudah melangkah keluar apartemen, saat Fiona akan menutup pintu dari dalam..tiba-tiba dari arah luar pria itu berbalik secara mengejut kan


"Fiona, ingat pesan ku...oke" tekan nya lagi


belum sempat Fiona menjawab Wilson sudah mengusap lembut kepala Fiona secara singkat lalu berbalik pergi dengan cepat tanpa menoleh lagi.


Sebetul nya Wilson bukan hanya usapan kepala yang ingin ia berikan kepada Fiona namun sebuah ke--cupann hangat dan dalam, tapi ia takut tak bisa mengontrol diri dan malah memperko--ssa mantan istri nya ini, jadi ia hanya bisa melakukan hal sesederhana itu saja.

__ADS_1


bagaimana pun setiap hari ia merindukan Fiona dan sekarang wanita itu ada di depan nya, sejujur nya Wilson ingin mencii umm nya


sedangkan Fiona yang menerima perlakuan Wilson hanya merasa kalau Wilson ini memang sedang mengidap sakit jiwa yang sangat parah.


__ADS_2