KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 144


__ADS_3

Mendengar apa yang Rico Hasben pertanyakan, Fiona menautkan alis nya dalam...heran. bagaimana pria ini bisa mengatakan sesuatu yang sembarangan


"benar kan? kau belum bisa melupakan Si Wilson Wjiaya Santoso, hh si brengsek itu" seringai Rico Hasben tajam


"Tuan Rico..." Intonasi Fiona mulai meninggi


Rico Hasben mencibir, selama ini Fiona selalu tenang dalam menyangkut apa pun tapi saat segala sesuatu yang menyinggung nama Wilson Wijaya Santoso mengapa wanita ini langsung tak tenang, seakan langsung merasa terganggu


"kau masih mencintai Wilson kan? aku tidak salah lagi..." ujar Rico Hasben seraya menghela nafas kesal...karena tanpa Fiona menjawab nya dari respon ini Rico Hasben langsung tau jawaban nya dan walau sudah tau sejak awal tetap saja ia merasa sangat kecewa karena wanita ini walau terhitung baru saja masuk ke hati nya namun ia sudah mencintai nya dengan seluruh segenap jiwa dan raga..., itu lah kenyataan nya.


"Tuan,aku mau mencintai siapa pun sama sekali bukan urusan anda" ujar Fiona tegas


Rico tertawa mengejek diri nya sendiri, dan juga dalam hati nya ia mengejek kata-kata Fiona


"Fiona...kau yakin pria itu masih lupa ingatan saat ini?" tanya Rico Hasben dengan tatapan kesal


Fiona hanya diam, apa maksud dari perkataan pria bernama Rico Hasben ini


"kau mencintai pria pembohong seperti nya?" Rico mengerat kan genggaman tangan nya pada pergelangan Fiona


Fiona berusaha melepaskan diri dengan tatapan penuh amarah, benar-benar tidak ada satu pun orang yang datang kemari, mungkin di jam segini orang-orang sedang sibuk dengan makan siang mereka masing-masing.., Fiona benar-benar bingung bahkan security kangSadan pun tidak ada di tempat nya di jam-jam segini


"Tuan Rico lepaskan aku, tidak sampai harus aku teriak dan mempermalukan anda bukan?" kata Fiona tak tahan lagi


"aku ingin kau ikut dengan ku sekarang" ujar Rico Hasben datar


"maaf aku tak ada waktu" sahut Fiona malas


"kau harus ikut, kita lihat sampai di mana kau bisa terus mencintai si Wilson pembohong licik s!-alan itu" paksa Rico Hasben seraya menarik tangan Fiona agar mengikuti langkah nya


tubuh Fiona yang terhitung kecil jika di banding bobot tinggi besar Rico Hasben yang sebelas dua belas dengan Wilson pastilah saat Rico Hasben menarik dengan menggunakan setengah kekuatan saja Fiona akan dengan cepat terjajar mengikuti.

__ADS_1


"Tuan Rico lepaskan! kau mau bawa aku kemana?" Fiona sudah mulai marah


"menemui pangeran tercinta mu yang brengsssekkk itu" jawab Rico Hasben tanpa menoleh, ia terus menarik Fiona dengan kasar, membuka pintu mobil nya dan mendorong Fiona masuk ke dalam


tenaga Rico Hasben tentu saja besar, Fiona bukan lawan nya. wanita ini hanya bisa meringis saat Rico sudah mendorong nya jatuh ke atas jok mobil dan di lanjut kan bunyi pintu mobil yang di banting dengan keras..!! Fiona menatap pergelangan tangan nya yang memerah oleh ulah Rico Hasben...


"Tuan Rico anda gila !!" pekik Fiona emosi


Rico Hasben tidak peduli ia segera mengitari mobil, menbuka pintu mobil bagian pengemudi dan masuk kemudian menutup kembali dan segera mengemudi kan nya dengan brutal...


Fiona sampai tidak sempat mengenakan sabuk, hampir saja diri nyu terantuk ke depan..


Fiona menatap ke arah Rico Hasben dengan marah, tapi pria itu sama sekali tak menoleh..wajah nya fokus ke depan dengan raut yang kesal hingga cara menyetir nya pun sangat lah terasa menakut kan. Fiona sampai tak berkedip menatap jalanan, pria ini apa mau membawa nya mati?


"Rico Hasben, kalau kau mau mati mati lah sendiri!" pekik Fiona berang, sangat menyebal kan...dalam saat ini hal yang tak mungkin jika ia harus terjun dari mobil Rico Hasben ini. hal itu sama saja dengan mengantar nyawa !


💙💙💙


sementara itu di Santoso group, Wilson baru saja selesai memeriksa beberapa laporan dari asisten nya. dua puluh menit lagi adalah waktu nya meeting, Wilson setelah melakukan briefing singkat hendak kembali ke ruangan nya, di belakang nya sang asisiten mengikuti dengan patuh...


"Tuan Muda Wilson Wijaya Santoso, pewaris utama Santoso group...abang tertua kami yang paling menawan dan hebat seperti dewa..." sapa Dirly dengan bumbu ejekan yang terdengar memuakkan...


Wilson dan sang asisten menghenti kan langkah, dengan malas Wilson melihat ke arah Dirly lalu memberi isarat pada sang asisten untuk meninggalkan mereka.


sang asisten tentu mengerti dan langsung saja undur diri dari tempat tersebut


setelah asisten pergi, Masih tinggal Wilson dan Dirly saja...


"apa mau mu?" tanya Wilson datar


Dirly mencibir santai

__ADS_1


"abang tertua, kenapa bertanya begitu? bukan kah aku juga adalah kandidat kedua Santoso group, apa salah nya kalau aku muncul di sini?" Dirly menjawab dengan enteng seraya menyeringai


Wilson menaikkan alis nya dengan malas, ia tentu tak akan bertanya kalau Dirly datang ke Santoso group yang sebesar ini. namun masalah nya Dirly ini datang ke hadapan muka nya,menyebut nama nya jadi hal yang wajar jika Wilson bertanya bukan? anak kecil pun tau itu.


hanya saja mungkin si Dirly ini orang yang memang suka mencari pasal dan masalah pada Wilson jadi ia selalu berkelit dan berbelit-belit


"oke..." kata Wilson seraya kemudian angkat kaki meninggalkan Dirly


namun...


"Wilson..." panggil Dirly


Wilson menghentikan langkah, ia memang harus banyak stock kesabaran untuk orang-orang seperti Dirly Bintara Santoso ini


"boleh aku bertanya satu hal?" tanya Dirly saat melihat Wilson mulai menghentikan langkah


"apa benar ingatan mu masih belum pulih?" tanya Dirly licik dan penuh selidik


"apa maksud mu?" tanya Wilson menatap ke arah Dirly tanpa ekspersi


"aku tanya...apa benar ingatan mu belum pulih..?" tanya Dirly lagi..


"kau tidak sedang berpura-pura kan?" lanjut Dirly dengan cibiran...


jika biasa nya saat ingatan Wilson terganggu mendengar pertanyaan seperti ini pastilah kepala nya langsung terasa sakit dan pusing. tapi kali ini ingatan Wilson adalah baik-baik saja jadi tentu saja mendapat sindiran Dirly seperti ini wajah nya langsung berubah suram...


"diam lah.." kata Wilson datar pada Dirly


"aku tak punya waktu untuk membahas hal yang sama sekali bukan urusan mu" lanjut Wilson seraya bersiap pergi...


"tunggu Wilson, mengapa kau harus sepengecut ini? ternyata seorang Wilson Wijaya Santoso untuk mendapat kan seorang wanita harus dengan cara yang sangat pengecut..." seringai Dirly..

__ADS_1


Wilson menatap Dirly dan berkata


"yang pengecut itu kau, kau pengecut dan kotor. mungkin kau lupa dengan apa yang kau lakukan pada Fiona terakhir kali" balas Wilson mengingat Dirly yang pernah memasuk kan obat ke minuman Fiona kala itu...


__ADS_2