
entah keberanian dari mana, Wilson dengan cepat merengkuh tubuh wanita di hadapan nya, merengkuh hingga benar-benar terbenam di dalam dada nya. entah seberapa bodoh nya ia, hingga baru menyadari saat tubuh mungil Fiona masuk ke tengah dada nya, saat itu juga ia merasakan kekosongan pada hati dan jiwa nya yang sempat ada seperti terisi sempurna, entah sejak kapan, mengapa ia tak menyadari nya? mengapa ia tak pernah memeluk wanita ini saat masih sah menjadi milik nya seorang... memeluk Fiona dengan posisi seperti ini ternyata sangat lah nyaman.
Fiona meronta berusaha melepaskan diri, ia tak suka Wilson memeluk nya, merasakan sakit karena pelukan yang sangat erat, sakit pada raga nya tak terlalu terasa namun sakit pada jiwa nya sangat terasa membuat ia merasa tak tahan lagi
Wilson yang merasa pergerakan Fiona, makin mengeratkan pelukan nya...sesaat kemudian rontaan Fiona terhenti, wanita ini pasrah karena sakit di relung jiwa nya juga begitu kentara. ia serba salah, saat membiarkan pria ini memeluk nya jiwa nya sakit tapi saat mencoba melepaskan diri, jiwa nya juga sakit...
tiba-tiba detik berikut nya, tubuh tinggi Wilson yang sedang merengkuh nya perlahan merosot ke bawah, hingga Fiona tak menduga dengan posisi mereka akhir nya, Wilson saat ini bersimpuh seraya memeluk erat pinggang Fiona, kepala nya bersandar di bawah dada Fiona di bagian perut...posisi apaan ini?
belum sempat Fiona protes, ia tiba-tiba merasakan getaran...tubuh Wilson bergetar, karena saling berdempetan erat seperti ini Fiona tentu merasakan getaran yang terjadi pada tubuh Wilson, pria ini menangis...ini kedua kali nya Fiona melihat pria ini menangis selama ia mengenal nya, dan yang lebih mencengang kan lagi pria ini selalu menangis di tubuh nya..menangis dengan sangat menyedih kan
pria jangkung yang tampak kokoh dan kuat, memiliki pribadi dan karakter yang mendominasi dan sanggup menekan orang, bagaimana bisa terlihat semenyedihkan ini..., Fiona merasa ini...sangat konyol.
__ADS_1
"maaf...maaf...maaf...maaf kan aku Fiona..." suara Wilson yang mengatakan ini kadang terdengar kadang tidak, seperti terdengar berat dan terkesan serak karena tangis...
Fiona yang mendengar kan hanya diam mematung saja, tubuh bagian bawah nya saat ini tidak bisa bergerak lagi dalam rengkuhan Wilson, namun tubuh atas nya yang bebas juga ikut terasa kaku..
menatap pucuk kepala pria yang ada di bawah dada nya, ia masih sangat ingat tekstur yang lembut milik rambut pria itu, dengan campuran sedikit Wax..., aroma nya pun masih dia ingat, walau tak banyak yang terjadi antara mereka namun malam-malam berdua tidur di dalam satu kamar yang sama, walau tanpa melakukan apa pun, walau saling memunggungi...cukup membuat hapal akan aroma masing-masing...,dia juga pernah dengan sangat lembut membelai kepala pria ini pada malam pertama itu...pernah...
"Wilson jangan begini" Fiona tidak suka posisi Wilson yang bersimpuh seolah berlutut di hadapan nya ini, memang lebih tepat nya pria ini memohon...
"bisakah kita bersama lagi, Fiona...aku mohon kau jangan menikah dengan AL ghazaly atau siapa pun itu, kembali lah pada ku Fiona..." Wilson sudah memutus kan untuk menepikan kemuliaan nya sebagai seorang Wilson Wijaya Santoso...di depan Fiona ia akan berusaha menundukkan ego nya, tapi saat ini ia merasa semakin egois dengan memaksa Fiona untuk agar kembali ke sisi nya...
Fiona tak tahan lagi, ia mendorong tubuh Wilson tapi pria ini mengeratkan rengkuhan nya "Wilson lepaskan aku, sebelum aku benar-benar tidak akan memaafkan mu sampai kau mati sekali pun..." Fiona berkata dengan kasar, hingga dekapan Wilson melonggar, ia merasa hati nya berdenyut dengan apa yang Fiona lontar kan barusan, di dunia ini saat ini ia sangat menginginkan maaf Fiona yang tulus untuk nya tapi jika Fiona mengatakan itu ia reflek menjadi takut..., baru kali ini Wilson merasa seseorang bisa mengancam nya dengan satu gertakan saja dan dia langsung takut, orang yang mengancam itu adalah... Fiona, wanita yang dulu saat menjadi istri nya tak pernah di anggap nya, lebih tepat nya karena merasa sombong dan sangat mulia menjadi salah cara menganggap nya.
__ADS_1
di saat dekapan dua tangan kokoh dan rengkuhan telapak tangan lebar nya melonggar dari punggung dan pinggang Fiona, seketika Fiona bergerak cepat menjauh kan diri dari Sosok Wilson yang sedang bersimpuh, wanita ini juga dengan cepat menghindar...
Wilson yang masih posisi bersimpuh menatap Fiona dengan wajah yang basah separuh karena air mata, wajah yang biasa nya sangat dingin dan menawan itu terlihat sangat menyedihkan, memprihatin kan sekali. sebetul nya wajah menangis itu sama sekali tidak mengurangi ketampanan di atas rata-rata yang Wilson miliki hanya saja melihat wajah Wilson saat ini jika tidak mengingat kesalahan nya yang sangat kejam maka melihat nya saat ini akan lebih kepada ingin memeluk sosok tampan itu dengan penuh rasa sayang yang tentu nya sudah ada dan terukir secara alami...
saat posisi mereka sudah berjarak satu sama lain, Fiona siap melangkah meninggalkan Wilson yang masih berada di apartemen nya ini, ia tak peduli toh pria ini bisa keluar dan pergi sendiri jika diri nya Pergi sekarang..., Fiona baru berjalan beberapa langkah Wilson ingin bangkit untuk menahan nya tapi belum sempat, Fiona sudah lebih dulu menghentikan langkah nya sendiri dan berkata..."jangan pernah temui aku lagi, apa lagi datang kemari...! jika kau masih melakukan nya maka aku akan semakin membenci mu seumur hidup ku" kata-kata tajam itu setelah mengatakan nya Fiona segera melangkah keluar meninggal kan Wilson sendiri, Wilson saat ini seperti baru saja mendapat kabar eksekusi kematian diri sendiri...namun entah kenapa yang terjadi ini malah terasa lebih parah dari eksekusi kematian diri sendiri.
Wilson seperti kehilangan seluruh kebahagiaan nya, apa lagi yang harus di lakukan saat orang yang sangat ingin ia lihat dan temui setiap saat malah melarang nya untuk datang dan melakukan semua itu, tidak boleh melihat dan tidak boleh menemui lagi...
Wilson melangkah gontai, ia bahkan tidak tau bagaimana cara nya ia keluar dari apartemen itu dan kembali ke pengemudi sewaan yang menunggu dengan patuh sejak tadi..
hanya saja saat ini Wilson seperti merasakan sayap nya patah...dan dia ambruk ke bumi dengan sangat begitu parah dan terlampau menyakitkan
__ADS_1