KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 20


__ADS_3

Wilson langsung menuju kota F sesaat setelah mendapatkan alamat dari Lila teman Fiona, perjalanan memakan waktu sekitar kurang lebih tiga jam karena untuk menuju kota F dari Kota Resque harus melewati satu kota lain nya, yaitu kota Mehirdem., Perjalanan yang memakan waktu durasi tiga jam itu bukan lah perjalanan secara normal, Wilson mengendara lumayan di atas rata-rata.


tidak sulit karena alamat yang di berikan Lila sangat lengkap, apalagi ternyata KangSadan butik di kota F lebih mudah di cari dari pada KangSadan yang berada di kota Resque itu sendiri. Wilson menuju ke tempat parkiran, KangSadan ini malah terlihat lebih besar dan ramai pegawai. menatap perlahan pada area depan KangSadan, pria ramping bak manekin dengan tonjolan seperlu nya itu turun dari mobil mewah dengan warna dongker pekat tersebut, melangkah masuk ke dalam Kangsadan. beberapa pegawai dan pengunjung tidak bisa tak menatap pada wajah dan tubuh indah yang pasti nya sangat menonjol di tengah keramaian itu. di saat bersamaan Ditta yang muncul di depan cukup kaget, ia bagaimana tidak tau Fiona berada di sini, di Kangsadan Kota F adalah demi menghindari siapa? dan orang yang di hindari ini sudah muncul di sini secara tiba-tiba


"selamat siang, bisa aku bertemu Fiona?" Wilson terdengar tak banyak basa basi namun ramah dan enak di dengar,seolah pria ini adalah sosok tanpa cela dan dosa pada sosok Fiona yang di cari nya


"ya...siang..." jawab Ditta belum sempat ia melanjut kan, sosok Fiona kebetulan sedang turun dari lantai dua bersama dua orang nyonya pelanggan, terlihat sedang berbicara akrab dan santai, saat dua orang undur diri dan memisahkan diri dari Fiona, tatapan mata Fiona jatuh pada sosok menawan di lobi. Ditta yang berdiri tak jauh tak bisa berkata banyak, Wilson menatap sosok cantik Fiona di anak tangga, ia akui sejak awal wanita berambut panjang sepunggung itu sangat mempesona, namun mengapa semakin kesini sosok ini seolah menyedot hidup-hidup kesadaran nya.


seperti tersadar, Fiona segera angkat kaki berbalik menaiki tangga meninggal kan sosok jangkung Wilson yang masih terpaku, namun saat Fiona melangkah naik menjauh, Wilson buru-buru mengejar nya dengan langkah besar kaki kaki panjang nya.


tidak lama, di koridor yang menyatukan antara beberapa ruangan pergelangan tangan Fiona dengan cepat di tangkap Wilson

__ADS_1


"saya sedang banyak pekerjaan, Tuan Wilson bisa tolong anda lepaskan tangan saya" Fiona beraksen Formal seolah Wilson adalah orang asing, dan memang asing walau status pria itu adalah suami nya, tidak ada yang aneh...


"ikut aku pulang sekarang...!" ujar Wilson dengan suara berat nya


"aku disini bukan bersenang-senang, aku bekerja...aku bisa pulang sendiri saat pekerjaan ku sudah selesai" genggaman Wilson yang melonggar dengan cepat Fiona pun mengibas tangan nya


"tidak bisa, kau harus pulang sekarang" paksa Wilson


"kenapa? kau masih bertanya kenapa? kita masih punya urusan, surat cerai yang aku berikan mengapa belum kau tandatangani juga? kau sengaja pergi agar perceraian kita semakin tertunda kan? katakan saja kalau kau berat hati lepas dari seorang Wilson Wijaya Santoso" kata Wilson sinis, dengan berkata seperti ini Wilson ingin wanita ini tidak besar kepala dan harus lebih tau diri , memang nya kenapa lagi ia sampai menyusul kemari? Wilson pun tak tau alasan nya, apa benar karena surat cerai yang ia katakan ini? Fiona tersenyum getir, ya memang nya karena apa Wilson menyusul nya? mengejar cinta? hhh itu adalah pemikiran naif dan menjijikan. surat cerai? padahal lemari besar di kamar tidak pernah Fiona kunci, karena ia tak pernah meninggalkan barang berkas pribadi nya di sana, bagi nya rumah, kamar nya dan Wilson adalah neraka...jadi untuk apa ia meninggalkan barang penting berkas di neraka, semua berkas penting milik nya Fiona selalu meletakkan di ruang kerja di kangSADAN. dan dokumen perceraian bukan lah hal penting bagi Fiona jadi ia meletakkan begitu saja di lemari pakaian rumah pribadi mereka di evenil Garden. jika saja memang Wilson ngotot menginginkan surat cerai itu seharus nya ia sudah menemukan nya sendiri di lemari besar di kamar mereka yang Wilson pun tau lemari yang selalu tertutup rapat itu sama sekali tidak pernah terkunci sejak dulu.


"surat cerai itu kau bisa ambil sendiri di dalam lemari, aku sudah tanda tangan !" kata Fiona cepat, saat ia hendak berbalik tangan kokoh Wilson sudah kembali memcekal pergelangan tangan nya

__ADS_1


"prilaku mcm apa ini? kau harus menyerahkan secara langsung pada ku ! kita pulang sekarang !" Wilson tak mau tau. pria ini selalu berlaku semau nya pada Fiona, dan Fiona sudah sangat hapal itu semua


"baik aku akan ikut kamu pulang tapi tolong lepaskan" Fiona menunjukkan raut ekspresi tak suka, melepas tangan Fiona dengan acuh tak acuh..Wilson menyeringai...Fiona bukan nya mau dengan sukarela ikut Wilson tapi ia hanya tak ingin membuat keributan di KangSADAN, pria bernama Wilson ini sangat gemar ribut jika itu dengan nya. jika pria bernama Wilson tidak tau malu maka Fiona masih ada rasa malu, ia juga tak ingin KangSADAN heboh karena perihal atasan nya yang masalah rumah tangga saja di bawa sampai ke tempat kerja.


mengambil tas yang berisi ponsel,dompet dan lain nya, Fiona segera melangkah mengikuti Wilson yang saat ini sedang menyembunyikan senyuman penuh arti, senyum kemenangan. Fiona sekarang mau tidak mau harus ikut satu mobil dengan Wilson, pada Ditta Fiona meninggalkan kunci mobil nya yang akan di antar oleh orang gaji nanti nya. saat sedang melangkah keluar lobi tiba-tiba ponsel Fiona bergetar, ada sebuah panggilan masuk, Fiona menghentikan langkah nya sebentar, sedangkan Wilson terus melangkah menuju ke parkiran. sesaat mata Fiona menatap layar sebuah nomor asing yang cantik..., ia seperti mengenal nya tapi itu tidak mungkin ! nomor itu sudah lama tidak aktif ! bukan nya satu kali ia berusaha menelepon dan mencari tahu..., saat dengan ragu mengangkat dan mendekatkan layar ponsel ke telinga nya...


📞


"Tori..." belum sempat Fiona menyapa sudah ada suara berat tenang yang memikat dari seberang sana... Tori? Tori? Fiona shock ! memang nya siapa yang bisa memanggil nya Tori jika bukan orang terdekat dari masa lalu nya, dan nomor kontak ini? suara ini? Fiona tak bisa berkata banyak...tenggorokan nya kering dan tercekat hebat...suara berat orang di seberang kembali terdengar, kali ini semakin membuat detak dada Fiona terguncang dahsyat...!!!


"apa guna nya aku hidup kalau kau tak ada,Tori...? sayang...ayo kembali ke rumah kita...!?!" seketika Fiona kaget bukan kepalang, ia linglung...dada nya merasa sesak,nafas terhenti beberapa detik...meremas ponsel, tangan sebelah nya menopang di tiang besar bangunan KangSADAN menahan bobot tubuh nya yang seakan ingin luruh ke lantai....

__ADS_1


__ADS_2