
satu minggu tepat nya AL ghazaly memiliki skejul yang padat hingga tak sempat menghubungi Fiona. karena karakter Fiona yang selalu juga sibuk pada kegiatan pekerjaan dan belajar di atas kepentingan pribadi jadi diri nya pun tidak ada inisiatif menghubungi duluan. terlebih diri nya pun tau orang sesibuk AL ghazaly jangan kan satu minggu, satu bulan pun bisa tidak saling menelepon atau Video call satu sama lain, satu dua pesan yang masuk Via jaringan seluler itu pun adalah hal yang sudah sangat teramat cukup.
apa beda nya, di saat pengurus apartemen selalu melaporkan bagaimana kepengurusan nya Fiona,yang harus di lakukan dengan sangat baik dan teratur. dari sini saja sudah telihat AL ghazaly sesibuk apa pun itu tidak nengabaikan Fiona, walau pun sebetul nya Fiona butuh bicara lama dengan AL ghazaly karena ia penasaran juga menyangkut berita AL ghazaly dengan Warga Megan tevanius sosok Mantan istri tersebut. lebih tepat nya ia ingin punya waktu yang cukup panjang untuk mengetahui hal terkait, karena Fiona sama sekali tidak tertarik untuk mencari tahu perihal semua nya lewat media dan artikel yang ramai berseliweran, Fiona lebih suka mendengar langsung dari orang pribadi itu sendiri.
hari ini,,Sejak pagi AL ghazaly sudah menelepon Fiona, tapi kelihatan nya Wanita satu ini masih enggan menerima telepon siapa pun juga, karena pembelajaran yang hari ini banyak nya yang lumayan kosong ia lebih memilih bersantai lantai apartemen halaman belakang., untuk sementara waktu tanpa menghiraukan panggilan dunia luar.
Malam hari nya saat panggilan AL ghazaly kembali masuk sekitar pukul dua pululuh baru lah Fiona menerima nya, saat AL ghazaly membuka suara berat nya yang sangat magnetis, ia dapat membaca Fiona sedikit malas dan bermanja pada nya.
Fiona sebetul nya merasa ingin ngambek perihal artikel yang beredar soal hubungan AL ghazaly dan mantan istri tapi selalu saja AL ghazaly adalah orang yang bisa mengembalikan kewarasan nya, walau AL ghazaly memiliki banyak kesamaan dari sifat dan fisik maupun karakter dengan Wilson Wijaya Santoso namun ini lah salah satu perbedaan antara dua orang ini juga.
AL ghazaly Elvano selalu bisa mengembalikan kewarasan Fiona sangat berbanding tebalik dengan Wilson Wijaya Santoso yang selalu malah membuat Fiona hilang kewarasan dalam menghadapi nya.
"tentang Artikel yang beredar..." kata Fiona
"apakah kau cemburu?" potong AL ghazaly
__ADS_1
"hm, lumayan" sahut Fiona dengan nada yang lirih
"itu hanyalah media yang membuat menjadi panas, kami tidak ada hubungan lain selain menyangkut pekerjaan" kata AL ghazaly sama sekali tanpa ada penekanan di dalam kalimat nya namun terdengar sangat meyakin kan memang.
"ya,,," sahut Fiona "ini hanya wujud kekhawatiran saja" Fiona menambahkan
"kekhawatiran..."AL ghazaly mengulang inti pembicaraan Fiona
"ya, karena baru saja koko mengabar kan perencanaan dengan ku, sempat ku fikir koko berubah fikiran. aku hanya tak ingin menekan koko. bagi ku lakukan saja apa yang koko rasa baik, aku selalu mendukung nya" Fiona berkata perlahan namun terdengar mantap
"hm" Fiona hanya menjawab singkat
"tidak akan ada wanita lain lagi di antara kita" AL ghazaly berkata dengan pelan..., kemudian ia melanjutkan "setelah semua nya apakah kita masih harus melakukan kesalahan?"
Fiona di seberang telepon hanya diam tidak menjawab, hanya menunggu apa lagi yang akan AL ghazaly katakan, lalu AL ghazaly kembali berkata dengan lirih.. "kau tau, selama aku tertidur panjang aku sadar yang aku fikir kan hanya lah kau, aku sangat membutuh kan mu Tory...waktu itu selama aku tertidur selama itu pula aku selalu memimpikan mu dalam ketidak sadaran ku, jadi aku tidak akan salah lagi, di dunia ini wanita yang ku butuh kan untuk menemani ku itu hanya lah kau seorang Victoria..."
__ADS_1
Setelah kata-kata AL ghazaly berakhir, Fiona masih tetap diam...diri nya juga tak tau harus menjawab apa akan kata kata yang barusan AL ghazaly lontarkan.
suasana hening tak ada yang berbicara, saat Fiona mulai membuka mulut namun merasa tak ada kata yang akan keluar, AL ghazaly pun kini lebih dulu berujar "jadi aku mohon jangan ragu apalagi mendengar apa yang orang di luar bicarakan, rencana bahagia kita tidak boleh berakhir hanya karena orang luar"
"...baik lah..." akhir nya hanya ini yang dapat Fiona ucapkan setelah dari semua kata yang di pilih otak nya
setelah nya mereka berdua memilih topik lain untuk merilekskan suasana yang mulai agak menegang antara kedua nya, lalu pembicaraan pun kembali berlangsung nyaman seperti biasa...
Di lain tempat di sebuah kediaman megah milik keluarga Hasben di kota Wanna, di sebuah kamar mewah yang berada di lantai dua, seorang pria dengan santai mengklik gadged di depan nya dan seperangkat layar komputer canggih yang nangkring di atas meja di hadapan nya juga
pria ini dengan wajah tampan dan senyuman serta smirk menawan penuh arti sedang mencomot salah satu Foto Fiona di sosial media wanita ini. yah, walau pun Fiona atau Victoria Elvano ini bukan sosok yang terlalu aktif di sosial media tapi ada lah ya beberapa foto nya satu dua yang juga ter pampang di sosial media milik nya. lagi pula di dunia maya sejak se-kembali nya ke keluarga Elvano, walau ia Fiona malas menampakkan diri tapi dalam satu dua kali tempat besar yang ia hadiri pasti sempat tersorot dalam satu buah jaringan besar media.
Rico Hasben adalah sosok pria menawan yang sedang memandangi Foto Fiona yang baru saja ia ambil dari media tersebut.., memandang dengan rasa nan suka... "sebetul nya sejak awal aku sudah merasa kamu lebih menarik dan menantang" gumam Rico Hasben pada foto cantik di dalam layar yang sedang di pegang nya.. "aku juga heran, mengapa si Wilson Wijaya Santoso itu mengabaikan istri yang se fantastis ini?" gumam nya lagi dengan tatapan keheranan, satu detik, dua detik,tiga detik Rico Hasben terus diam dalam pemikiran nya seraya mata nya terus tak lepas dari sosok nan cantik di dalam foto, tiba-tiba di menit berikut nya ia terkekeh ringan seraya mengangkat satu alis nya dengan sangat nakal... "ha, ha, ha...." dia tertawa sendirian...
"Wilson, Wilson.." lirih nya seraya menyebut nama rival abadi nya itu dengan penuh tawa, Rico Hasben seperti baru menyadari sesuatu yang mustahil maka nya dia terkekeh dan tertawa tanpa beban secara tiba-tiba seperti barusan.
__ADS_1
namun detik berikut nya, wajah tampan Rico Hasben yang tertawa itu berubah menyeram kan dan sangat sinis, dan ia pun bergumam, menggumamkan sesuatu kalimat sesuai dengan apa yang baru saja ia sadari ini "Ternyata...Wilson Wijaya Santoso selama ini bisa bersikap munafik juga..." gumam nya