
"jadi kau benar-benar pergi ke pelelangan di Negara J..?" Fiona benar-benar merasa ini suprise yang tak terduga
Wilson mengangguk
"kau jauh-jauh pergi tanpa kabar hanya demi untuk mendapatkan beberapa property ini untuk ku?" cecar Fiona lagi
"masih ada lagi..." bisik Wilson, kemudian ia melihat ke arloji di pergelangan tangan nya dan melihat ke luar seperti menunggu seseorang
menit berikut nya benar saja sebuah mobil yang ia kenali masuk ke area kawasan parkiran Evenil Garden, tak lama sosok Asisten Danu turun dari mobil dengan tergesa-gesa dan segera melangkah ke arah pintu masuk utama Evenil Garden.
"apa itu?" tanya Fiona heran saat melihat Asisten Danu menyerahkan sebuah map ke tangan Wilson
"tadi setelah aku sampai di Bandara langsung menelepon Danu agar mengurus kepemilikan property ini dan membawakan nya pada mu, tapi malah dia ada sedikit pekerjaan dan terlambat tiba di sini" ujar Wilson datar
"maaf ya Nyonya..." goda Wilson pada Fiona,. seakaan Fiona adalah Majikan nya
Fiona melihat isi Map yang Wilson maksud kan, itu adalah kepemilikan sah beberapa property kuno yang sempat di ingin kan Fiona. ini adalah barang yang menjadi rebutan bagi para kolektor dan Wilson malah berhasil mendapatkan nya dengan penawaran harga tertinggi...
"ini.." Fiona heran seraya menatap ke wajah Wilson, di balas pria ini dengan menaikkan kedua alis yang sangat menawan milik nya
"Wilson...,tapi kau tidak seharus nya pergi tanpa bilang dulu pada ku" Fiona menghela nafas nya
"ya, karena ini kejutan. bukan kah memang seharus nya di rahasiakan...," balas Wilson
__ADS_1
"aku sangat khawatir Wilson !!" kesal Fiona
sesaat Wilson diam
Lalu Wilson mulai menceritakan hari di mana ia pergi tanpa kabar, saat itu sebelum pergi ia memang benar-benar tak mengabari siapa pun. satu-satu nya orang yang Wilson kabari hanya lah Asisten Danu itu pun hanya tentang menitipkan perusahaan dan pekerjaan saja. saat Fiona mendial nya berkali-kali hari itu Wilson sudah berada di pesawat karena itu ia menonaktifkan ponsel milik nya., dan tentulah panggilan tak tersambung di antara kedua nya.
sebetul nya juga Wilson bukan sengaja tak ingin mengabari, saat ia pergi hari itu mau nya Wilson setelah ia sampai di sana baru lah ia akan mengabari Fiona, entah bilang pergi untuk urusan pekerjaan dan sebagai nya. tapi ternyata setelah hampir dua hari perjalanan Wilson sampai di sana sesampai di hotel kelelahan dan tertidur, setelah terbangun Wilson harus segera bersiap-siap ke pelelangan dan batre ponsel nya pun habis, begitu sangat kebetulan. karena pergi terburu-buru dan sendirian tanpa asisten, Wilson yang terbiasa segala sesuatu nya di persiapkan orang gaji membuat nya bahkan tak mengingat untuk satu charger ponsel, ia bahkan tak punya waktu mencharger di hotel saat menyadari nya, ia harus langsung pergi ke pelelangan yang lumayan memakan jarak dan waktu dari hotel tempat nya berada saat itu.
satu-satu nya Charger yang selalu di bawa kemana-mana oleh Wilson, itu berada dalam mobil pribadi nya yang selalu ia bawa dan sekarang ia tinggalkan di tempat penitipan mobil khusus dekat area Bandara di tanah air.
di Luar negara setelah selesai dengan sesi satu pelelangan, Wilson sampai di hotel sudah malam dan ia kembali melupakan untuk mencharger ponsel di resepsionis, ia kelelahan beristirahat dan harus berangkat besok pagi-pagi sekali ke pelelangan sesi kedua. ia hanya sempat berhenti di sebuah butik untuk membeli jas dan pakaian ganti dan kembali melupakan charger ponsel, Wilson sangat terburu-buru. ia benar-benar tak bisa sampai harus membuat property yang di ingin kan Fiona jatuh ke tangan orang lain jika sampai ia terlambat sedikit saja.
setelah selesai dengan pelelangan sesi ke dua, Wilson langsung chek out hotel dan langsung menuju bandara untuk melakukan penerbangan kembali ke tanah air, Wilson berfikir ia sebaik nya cepat-cepat kembali tanpa harus repot memikirkan ponsel nya, saat di perjalanan ponsel Wilson pasti nya tak akan pernah di nyalakan, apalagi di posisi kehabisan baterai. Wilson akhir-akhir ini memang tidak pernah senang memakai ponsel lebih dari satu, dia bahkan tak begitu senang berkutat dengan gadget jika bukan untuk urusan pekerjaan. ponsel bisnis bahkan sering di pegang oleh Asisten Danu. jadi ia benar-benar hanya memegang satu ponsel di tangan nya dan di bawa nya ke mana-mana.
"aku fikir hanya tidak aktif selama satu minggu, itu bukan lah hal yang darurat" kata Wilson menutup cerita nya...
"apa kata mu !!???" Fiona seperti ingin marah
"Wilson..., apa sampai saat ini kau masih anggap kalau aku ini tak sungguh-sungguh mencintai mu ya?" tanya Fiona menekan kan
"bukan begitu..." kata Wilson cepat, ya ia tahu Fiona juga mencintai nya namun sekali lagi Wilson hanya tak menyangka jikalau ia hilang satu minggu itu akan jadi masalah besar bagi Fiona
"Wilson, kau masih merasa kalau kau lah yang paling mencintai aku? dan aku tidak, begitu? kau menganggap bahwa perasaan mu lah yang lebih besar dari aku, begitu kan..." Fiona menatap Wilson dengan begitu frustasi
__ADS_1
"Wilson...dengar kan aku..." Fiona menghela nafas nya, ia kesal sekali
ia mendongak dan meraih wajah Wilson agar menatap kepada nya
"kamu sudah menggugat cerai aku di pernikahan kita yang pertama, tapi kemudian aku kembali membuka hati ku untuk menerima mu sebagai suami ku lagi dan melupakan hal-hal menyakit kan di masa lalu. apakah..apa yang sudah ku lakukan sampai di sini masih belum bisa membuktikan kalau kau sangat berarti untuk ku?" Fiona menuturkan nya dengan mata berkaca-kaca
"Fiona..aku.." Wilson kaget Fiona yang mulai mau menangis lagi, ia tak mengira istri nya akan salah faham. Wilson memang tak pernah mempersoalkan walau ia yang lebih mencintai Fiona dan tidak sebanding, Wilson tak peduli asalkan Fiona bersama nya. tapi perkataan Fiona barusan benar-benar menyadar kan nya...
apa nya yang lebih besar diri nya? wanita ini bahkan rela kembali pada nya lagi setelah semua nya..., Wilson mengutuki diri nya sendiri yang bodoh.
"maaf...sayang maaf" lirih Wilson dan buru-buru memeluk nya lagi dan lagi..
suasana hening sejenak...
"jangan lakukan lagi.." kata Fiona
"..ya" jawab Wilson patuh
"selanjut nya,jika ingin kemana pun usahakan saling mengabari" kata Fiona lagi
Wilson mengangguk pelan...
"terimakasih..., karena sudah rela pergi jauh ke pelelangan demi aku" kata Fiona lagi dengan terharu...
__ADS_1
"aku akan melakukan apa pun itu untuk mu" kata Wilson datar, wajah tampan nya menyunggingkan senyuman yang sangat menawan..