
esok hari saat Fiona akan berangkat kerja, Wilson dengan cepat menghadang nya di depan "kau tau kau masih berhutang minta maaf pada Indah" kata Pria ini dengan tak masuk di akal
"aku tak punya urusan dengan kekasih mu" balas Fiona terus mempercepat langkah menuju parkiran, apa-apaan? seorang istri yang tak punya salah malah di suruh meminta maaf pada selingkuhan yang bersalah, Si Wilson ini tak tau sudah memakan sesajen perdukunan Indah Kusuma atau apa yang sejenis nya, benar-benar seperti pria tolol yang tak tau mana benar dan salah, padahal bukan kah dia adalah pria jenius di seluruh Resque?
"Fiona tunggu, kau harus meminta maaf" Wilson berisi keras "apa kau tega melihat Indah bersedih?" cecar nya lagi.., Fiona merasa darah tingkat kesabaran nya sudah sampai mencapai ubun-ubun, dengan cepat membuka heels yang ia kenakan berbalik ancang-ancang akan melempar heels ke arah Wilson
"menjauh dari ku" pekik Fiona marah
tapi Wilson tetap maju, ia kira Fiona hanya menggertak tapi ternyata Fiona benar-benar melemparkan Heels itu ke arah dada Wilson hingga tanpa sengaja tertangkap Wilson, terlihat sangat lucu tapi tidak bagi mereka berdua tentu nya..
"FIONA !!" lantang wilson sangat marah..., bukan nya ciut Fiona malah melempar kan heels yang satu lagi tapi Wilson mengelak nya hingga heels itu melayang jauh melewati arah belakang Wilson dan heels itu jatuh begitu saja di pekarangan. Wilson melotot marah, tapi Fiona sudah berlari menuju parkiran dengan telan-jang kaki dan segera masuk ke mobil, melajukan mobil secepat kilat, Wilson meneriaki nya... "aku akan membuat perhitungan dengan mu saat pulang nanti..." teriak Wilson dengan raut sangat kesal
perihal saat Wilson memergoki Fiona yang akan memukul Indah kala itu adalah kejadian di kediaman utama wijaya Santoso... di mulai dari Indah yang berusaha terus memancing kemarahan Fiona, sudah pernah di katakan kalau Fiona juga manusia biasa seperti yang lain nya,diri nya bukan lah Dewi suci. tentu lah saat Indah terus memicu kemarahan nya, ia pun menjadi tak sabar. mereka beradu argumen dan tentu saja akhir nya Indah kehabisan kata-kata dalam rangka meladeni Fiona, merasa diri nya kalah secara tiba-tiba karena merasa tidak puas Indah menampar wajah Fiona , Awal nya Fiona hanya diam tak bergeming tapi malah Indah kembali akan menampar nya namun dengan cepat Fiona menangkap pergelangan Indah, dan bersiap hendak membalas tapi ia urung kan akhir nya. alih-alih membalas tamparan Indah, Fiona malah memilih berbalik pergi, tapi Indah malah menarik rambut panjang Fiona dari belakang mendorong nya tanpa ampun seperti seorang pengecut yang berani nya main belakang. Fiona yang merasakan serangan secara tiba-tiba saja menyakiti nya dengan cepat mengibas tangan Indah, dan ternyata kekuatan Fiona cukup besar hingga Indah kaget dan hilang keseimbangan hingga jatuh terduduk, Fiona yang kalap karena serangan tadi setelah mengibas langsung spontan mengambil guci lumayan besar di rak hias terdekat dan siap membanting nya ke arah Indah, namun suara Wilson yang lantang menghentikan nya. dan dengan begini maka Fiona lah yang menjadi penjahat nya..dan seperti yang sudah-sudah lagi-lagi Wilson meyuruh Fiona untuk meminta maaf kepada Indah Kusuma tanpa tahu dulu permasalahan sesungguh nya...
lalu perihal yang kata nya mendorong di lantai basah, itu adalah ketika Fiona membantu pekerjaan pelayan mengepel lantai, Fiona yang walau sudah di angkat sebagai keponakan oleh Tante Ziviliya tapi ia selalu tau dan sadar diri, bermalas-malasan hanyalah memalukan diri nya saja. membantu pekerjaan pelayan tak pernah ia lewat kan, apalagi saat ia memiliki pekerjaan sebagai pimpinan salah satu KangSadan dan juga sebelum berstatus istri Wilson dan di boyong ke Evenil Garden, sekarang waktu nya banya tersita jadi kadang membantu pekerjaan rumah adalah sesekali saja., walau Tante Ziviliya selalu melarang hal tersebut untuk Fiona lakukan.
ketika itu saat hari libur Wilson yang baru saja menyelesaikan sarapan naik ke atas melirik sosok Fiona yang sedang mengepel bersama salah satu pelayan muda bernama Lilyan, ini adalah salah satu pelayan di kediaman utama Wijaya Santoso yang berteman baik dengan Fiona.
__ADS_1
Lilyan ini cantik, bahkan bila dia beruntung di besarkan di keluarga yang kaya raya,maka kecantikan nya akan selevel dengan Indah Kusuma, tapi ia hanyalah puteri dari keluarga orang biasa, jadi dia yang bekerja sebagai pelayan di kediaman utama Wijaya Santoso itu pun sudah sangat bersyukur sekali...namun dia Lilyan masih tetap terlihat cantik dengan pakaian pelayan yang sesederhana itu...
Wilson sempat melihat sosok Fiona yang sedang mengepel, ketika ini adalah kejadian saat mereka belum terikat pernikahan. Wilson yang akan naik ke atas melirik Fiona di samping tangga., gadis itu sedang serius dengan kain pel di tangan nya,siap-siap mengepel..,rambut Fiona yang di ikat asal tampak natural dan tidak mengurangi kecantikan nya sedikit pun, lengkap dengan celana tidur longgar dan atasan kaos wanita yang sangat simple, kadang kala Wilson merasakan sesuatu terus menari di dada nya,Fiona terlihat sangat lucu, gemas dan memikat di dalam pandangan nya. tapi rasa sombong dan kearoganan nya Wilson yang tembus hingga ke jantung membuat nya tak sudi harus terpesona walau sedikit saja.
Indah datang ke kediaman Wijaya Santoso ia tidak hati-hati karena terlalu bersemangat menemui Wilson, dari ruang depan langsung bersiap naik ke lantai atas menuju ke kamar Wilson, baru akan naik ia malah tidak melihat Fiona yang sedang mengepel, menabrak ember berisi air pel, hingga hilang keseimbangan heels yang ia pakai terpeleset...Pong !!!
namun tak jadi terjatuh karena tangan Fiona sudah duluan meraih pergelengan nya, Fiona bertahan di sisi tangga... "hei lantai nya licin, aku sedang mengepel" Kata Fiona memberi kan peringatan.
sebetul nya Indah sangat lega tidak jadi jatuh, tapi saat melihat tangan siapa yang membantu nya, dia menjadi marah..."Lepaskan tangan mu yang kotor dari ku..." pekik Indah dengan jijik, Fiona hanya bengong seraya terus memegang pergelangan Indah "berdiri lah secara benar dulu, jika tidak kau akan jatuh" Fiona mengingat kan karena kalau dia melepas artinya Indah jatuh. walau selalu terlibat permusuhan, Fiona masih punya rasa kemanusiaan apalagi tanggung jawab nya saat ini yang sedang mengepel, tapi bukan nya berusaha berdiri dengan benar.. Indah malah meronta minta di lepaskan...
"hei ini licin..." Fiona terus bertahan di sisi tangga, Lantai baru di lapisi dengan cairan pembersih sama sekali belum di lap air, sangat berbahaya
Braak !!! Indah pun kehilangan tumpuan, jatuh konyol di lantai basah di sertai ember jatuh yang menumpah kan air..., "aaaaahhhh" berteriak dengan kuat dan kencang hampir mengaget kan seluruh penghuni Kediaman Mewah Santoso, Wilson yang kebetulan tiba langsung membantu Indah berdiri seraya memelototi Fiona dengan garang...
"apa yang kau lakukan?" Wilson terlihat begitu marah pada Fiona..., belum sempat Fiona berkata, Indah malah lebih dulu menangis dengan cengeng "pakaian baru ku yang mahal, Wilson...kak Fiona mendorong ku,dia sangat kejam...kenapa dia selalu tak suka dan iri pada ku" tangis nya terlihat sangat menyedihkan dengan pakaian yang sudah basah sebagian...
Nyonya Diane yang baru tiba juga tampak menyalahkan Fiona,,menatap Fiona dengan sangat sinis "gadis bodoh, apa yang kau lakukan dengan calon menantu ku?" Nyonya Diane memekik dengan garang
__ADS_1
Fiona sangat sulit untuk menjelas kan pada para orang yang tak mau peduli benar atau pun salah diri nya ini
"minta maaf pada nya..." titah Wilson tajam pada Fiona, sejenak Fiona berfikir padahal diri nya tak salah tapi mengingat memang saat ini diri nya memiliki tanggung jawab karena menjadi subjek yang mengepel akhir nya menunduk kan kepala sedikit dengan malas "maafkan saya..." kata nya datar...
mendengar permintaan maaf Fiona, Wilson dengan kesal bangkit dan menggendong Indah di pelukan nya membawa pergi dari area itu, di ikuti dengan Nyonya Diane yang menatap ke arah Fiona tajam seperti akan menelan hidup-hidup diri nya.., Fiona hanya diam sembari mengepal kan tangan menahan nyeri di pergelangan tangan, kuku-kuku Indah Kusuma yang tajam tadi telah meninggalkan beberapa luka perih di pergelangan Fiona...
pelayan Lilyan menghampiri Fiona dan segera meraih lengan nya, ia cukup tau kejadian tapi tidak berani terlalu banyak bicara apalagi ikut campur, diri nya hanya pelayan...Indah Kusuma tak akan melepas kan orang yang berani pada nya apalagi hanya seorang pelayan. tapi Lilyan juga sangat tidak suka pada Indah Kusuma, ia satu-satu nya pelayan yang malas memuja muji seorang Indah Kusuma seperti pelayan lain nya yang selalu menjilat dan memberi muka agar punya skor lebih di mata Indah kusuma.
"apakah sakit, ayo aku akan mengoleskan salep luka" tawar Lilyan, melihat luka di tangan Fiona yang tampak ada yang sedikit berdarah juga
Wilson awal nya akan menghampiri Fiona dan memarahi nya lagi tapi ia melihat Gadis itu sedang meringis saat Lilyan sang pelayan yang sebaya dengan mereka itu meletakkan salep di pergelangan Fiona.. "kenapa Nona Fiona begitu bodoh menahan si nona kusuma itu saat akan jatuh, seharus nya biarkan saja dia jatuh" Lilyan kesal hingga tak sadar menekan luka Fiona terlalu kuat
"au...!!! Shhhh" Fiona meringis lagi
"ah, maaf-maaf...aku hanya kesal." Lilyan menyesal lalu mengusap luka Fiona lagi perlahan
"Nona,kau berusaha menolong nya agar tidak jatuh tapi dia malah melukai mu seperti ini..." Lilyan menatap Fiona prihatin..
__ADS_1
"tidak apa-apa, ini hanya sedikit" senyum Fiona seraya menatap luka nya sendiri...
padahal Wilson mendengar nya, tapi Wilson merasa apa yang Indah lakukan hanya lah karena Fiona yang selalu bermusuhan dengan Indah, jadi ia anggap itu wajar saja Indah lakukan., mungkin Indah juga tak sengaja karena panik akan jatuh. jadi Wilson hanya berbalik pergi dari tempat itu, dan walau pun begitu entah mengapa melihat Fiona yang di perlakukan baik oleh salah satu pelayan dengan begitu tulus, hati Wilson terasa menghangat...