KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 160


__ADS_3

pagi hari nya,Mecca bersiap-siap pulang. hari ini agak siang hari nanti ada Zikran dan Nyonya Lavenia juga Nyonya Diane yang akan datang kemari. Fiona nampak nya enggan beranjak...


tadi dini hari setelah ia melihat Wilson di dalam ruangan perawatan nya, pria itu sangat memprihatian kan dengan perangkat alat medis yang menempel dan berada di sekitar nya.


Fiona merasakan sakit yang teramat sangat, bukan main. bagaimana seorang Wilson Wijaya Santoso yang hebat dan kuat itu sekarang bergantung dengan alat-alat medis di seluruh tubuh nya?


"hei, sebaik nya hari ini kita pulang...kau juga harus istirahat..." bisik Mecca pada Fiona yang seakan tak bergeming


Fiona hanya diam seribu bahasa, ia resah...Wilson terbaring di sini itu adalah karena diri nya.


"Fiona, jangan takut..." bisik Mecca lagi


"kak Wilson lebih kuat dari manusia biasa" canda Mecca


"dia akan sembuh dan segera sadar..,percayalah" kata Mecca,walau ini kemungkin yang kecil tapi Mecca terus ingin menguatkan Fiona agar tidak terus merasa bersalah seperti sekarang ini.


akhir nya Fiona mengangguk, dan manut dengan ajakan Mecca.


Fiona segera bersiap diri, dan segera menuju toilet umum rumah sakit untuk membasuh muka dan lain nya baru setelah itu pulang.


tanpa di duga sosok cantik Diyana Sherry pagi-pagi sudah datang untuk menjenguk Wilson. saat tiba di depan koridor ruangan Wilson ia melihat sosok Fiona keluar dari sana dan tampak menuju ke arah toilet, dengan wajah yang tidak suka ia menatap sosok Fiona yang entah mengapa di mata nya wanita itu sangat mempesona dengan kecantikan paripurna yang di miliki.., Diyana Sherry sangat iri.


melihat Fiona yang terus menjauh dari tempat tersebut, Diyana Sherry segera mengikuti nya.


artis muda ini sangat sakit hati mendengar berita yang tersiar bahwa Wilson Wijaya Santoso ini tertembak karena menjadi tameng bagi wanita bernama Victoria Elvano, yang di mana Diyana Sherry ketahui kalau Victoria Elvano itu adalah Fiona itu sendiri...

__ADS_1


Diyana Sheery begitu menyukai, menginginkan, mengagumi seorang Wilson Wijaya Santoso. ada rasa iri yang menjalar saat pria tersebut rela mati demi seorang wanita, yang bahkan pria itu sama sekali tak menoleh pada diri nya yang jelas-jelas juga seorang artis terkenal yang sangat cantik sempurna..


Fiona sudah sampai di toilet dan sedikit buru-buru menyelesaikan aktivitas nya, setelah nya ia segera mengambil tisu untuk menyeka wajah nya.


Diyana Sherry yang baru tiba di sana,segera membuka masker nya..., gadis ini terlalu terkenal sebagai artis jadi terkadang ia menggunakan masker, kacamata hitam atau topi lengkap agar tidak terlalu kentara saat berada di tengah-tengah khalayak, beruntung nya rumah sakit yang merupakan tempat tidak ramai khalayak, jadi Diyana Sherry hanya perlu menggunakan masker saja untuk menyembunyikan wajah nya


Fiona yang baru saja selesai melakukan aktivitas nya, hendak berbalik pergi dan merasakan seperti ada orang masuk jadi ia menoleh.


sosok Diyana Sherry sudah berdiri di sana dan menatap nya dengan angkuh. Diyana Sherry masih kesal terakhir kali wanita bernama Fiona ini menendang kaki nya dengan tumit heels dan menyisakan memar di kaki nya.., jadi hari ini Diyana Sherry berfikir dia harus balas dendam.


Fiona yang melihat kalau ternyata yang muncul adalah sosok Diyana Sherry, maka ia pun segera beranjak meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan Diyana Sherry...


namun Diyana Sherry malah secara tiba-tiba mendorong dan menampar Fiona..


Fiona kaget dengan serangan itu, di tambah ia juga tidak dalam Fikiran dan hati yang stabil, lalu secara tiba-tiba Diyana Sherry berkata dengan marah


Fiona menetral kan rasa kesal nya karena artis muda ini tiba-tiba menyerang nya dan memarahi nya..., sebetul nya Fiona juga merasa emosi tapi ia sedang malas ribut. lalu artis muda ini berkata apa barusan? Wilson-ku?


Fiona balas menatap Diyana Sherry yang sedang menatap nya dengan amarah..


sesaat Fiona berfikir apakah gadis ini terlalu berlebihan, ia sudah tau kalau artis muda ini sama sekali tidak ada hubungan dengan Wilson.


jika mengingat Wilson yang tiba-tiba muncul di tempat kejadian pada hari penembakan maka itu bukan lah kebetulan, Wilson yang rela menyusul nya...berkorban untuk nya.rasa nya mustahil jika Wilson membagi hati nya untuk wanita lain apa lagi mempunyai hubungan dengan Diyana sheery.


Fiona makin sadar apa yang di katakan Mecca tadi malam adalah benar ada nya, sejak awal yang ada di hati Wilson hingga detik ini hanyalah diri nya saja, Fiona pun menyadari dari awal hingga detik ini orang yang paling bertahta di hati nya adalah Wilson seorang saja...bahkan mengalahkan posisi seorang AL ghazaly..!!!

__ADS_1


Fiona menarik nafas dalam-dalam dan mengembuskan perlahan menetral kan amarah nya agar jangan sampai ribut dengan artis muda bernama Diyana Sherry ini.


Fiona hanya akan berlalu dari sana meninggalkan Diyana sherry namun sekali lagi artis muda ini malah mendorong nya dengan kekuatan penuh hingga punggung Fiona terantuk dengan begitu kuat ke tembok di sekitar.


Fiona sedang berada di mood yang tidak baik, kepala nya pusing memikirkan Wilson namun artis muda ini tak henti-henti nya membuat marah diri nya, tadi memukul dan mendorong dan sekarang malah mendorong nya lebih kuat lagi hingga punggung Fiona terasa ngilu karena menghantam dinding lumayan keras.


detik berikut nya tanpa Diyana Sherry duga, kejadian begitu cepat tau-tau rambut panjang cantik nya sudah di jambak dan di tarik kuat oleh Fiona dengan satu tangan. Diyana Sherry tak menyangka kekuatan wanita bernama Fiona ini begitu besar


ia belum sempat melepas kan diri ketika Fiona malah menarik rambut nya makin kuat hingga Diyana Sheery reflek tertunduk dan Fiona menyeret nya dengan kejam lalu detik itu juga Fiona menekan kepala Diyana Sherry di wastafel toilet lalu membasahi nya dengan pancuran air dengan sangat kejam pula...


Fiona sudah begitu sangat emosi, Diyana Sherry berusaha melepaskan diri dengan memukul dan mencengkram pergelangan Fiona tapi Fiona tidak peduli, kali ini ia tak bisa bersabar lagi...


ia terus menekan kepala Diyana Sherry di pancuran sampai artis muda itu sudah terbatuk-batuk..baru lah Fiona melepaskan cengkraman dan tekanan nya pada kepala Diyana Sherry dengan kasar..


Diyana sherry terbatuk-batuk karena tersedak dan merosot lalu terduduk di lantai samping wastafel dengan keadaan yang memprihatinkan, penampilan nya sudah tidak cantik lagi seperti di saat baru tiba tadi..


Indah Kusuma di depan pintu toilet kaget sampai tas mahal yang di bawa nya terlepas jatuh ke lantai, tadi saat baru tiba di rumah sakit, Indah Kusuma yang saat ini nama nya telah blacklist di keluarga besar Santoso berniat menjenguk Wilson untuk mengambil hati orang-orang lagi, bagaimana pun keluarga Kusuma dan Santoso memiliki hubungan yang baik selama beberapa generasi,,dan sebetul nya di lubuk hati Indah Kusuma masih sangat mengharap kan Wilson Wijaya Santoso, pria itu sejak dulu adalah suami impian nya, ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk membuat Wilson luluh lagi, dengan menjaga pria itu setiap hari misal nya...


tadi saat di depan koridor ruangan rawat Wilson ia tak menyangka melihat sosok Diyana Sherry yang diam-diam mengikuti Fiona jadi ia penasaran dan mengikuti mereka...


Indah Kusuma sangat gatal hati ingin melihat pertarungan antara dua orang tapi ia sangat kaget saat di depan pintu toilet malah melihat keadaan Diyana Sherry yang sangat memprihatin kan...sampai di sini ia makin mengerti kalau sosok Fiona ini sangat lah menakut kan.


Fiona yang mendengar bunyi saat tas Indah kusuma jatuh ke lantai, menoleh ke arah pintu...Fiona melangkah ke arah pintu hendak keluar dari toilet tersebut, namun Indah kusuma mengira Fiona akan menghampiri nya jadi ia beringsut takut...ternyata Fiona hanya akan pergi dari toilet,Indah kusuma melirik sedikit ke arah Fiona tapi malah kena semprot


"kenapa lihat-lihat? kau mau mati juga" kata Fiona dengan raut wajah yang masih penuh emosi

__ADS_1


Indah Kusuma tanpa ba bi bu langsung angkat kaki dari tempat itu dengan ketakutan.


niat awal nya menjenguk Wilson buyar, ia takut sekali..., Indah Kusuma langsung pergi begitu saja meninggalkan rumah sakit.


__ADS_2