KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 15


__ADS_3

seperti hal nya keluarga George yang tidak heran dengan drama di keluarga Santoso maka, keluarga santoso pun demikian. misal nya perkara malam ini, bukankah keinginan perceraian adalah hal yang tabu jika terlalu di umbar tapi Nyonya Diane seperti membicarakan nya seolah memakan permen, sangat mudah ! terkesan hal biasa saja. jika orang yang tidak tau maka akan dengan alami nya berfikir, keluarga macam apa ini?


Dirly melihat Sosok cantik Fiona dari kejauhan, Fiona nampak duduk bersama dengan Tante Zivilya dan Mecca..,sebelum akhir nya pria itu menjauh dari ruangan tersebut karena melihat sosok Krishna yang juga sedang memergoki diri nya,melihat gerak gerik nya yang sedari tadi sedang asik menatap tajam pada wanita di sudut sana, Fiona. Krishna menatap Dirly dengan heran, orang ini sedari tadi melihat Seorang Wanita dengan begitu antunsias dan penuh ambisi, Krishna saja sebagai orang yang menaruh hati pada Fiona tidak pernah sampai sebegitu nya. jadi Krishna merasa kan rasa penasaran memang nya apa yang di fikirkan si Dirly itu pada Fiona, tatapan itu terasa aneh.


"Fiona, maafkan Tante membuat mu terperangkap dalam kondisi yang tidak mengenak kan ini"kata Ziviliya pada Fiona


"tidak apa-apa Tante, ini sama sekali bukan salah Tante, bagaimana pun semua orang selalu menginginkan yang terbaik di hidup nya" balas Fiona, ia sama sekali tak ingin Ziviliya menyalahkan diri sendiri seperti sekarang


"kau yakin ingin bercerai dari Wilson?" tanya Ziviliya mendengar pertanyaan itu Fiona diam sejenak, lalu mengangguk pelan namun terlihat mantap.


"kau... tidak lagi sayang pada nya?" tanya Ziviliya lagi, ia tahu dua manusia ini saling menyimpan rasa,namun Arogan Wilson sangat besar, dan muak Nya Fiona juga sudah di ambang batas. Fiona belum sempat menjawab nya, Mecca sudah berkata lebih dulu


"mama, sudah lah jangan tanyakan lagi. pasti Fiona sudah sangat bosan pada hal ini" Mecca bergelayut di lengan sang Mama, ya memang sebetul nya Fiona sangat lelah dan tak ingin memikirkan hal apa pun antara diri nya dan Wilson.


"hhh kau ini, selalu saja nyempil dimana pun mama dan Fiona berada" ujar Ziviliya pada puteri kandung nya itu, Mecca hanya mencibir dan nyelutuk "tentu saja, aku takut kalau-kalau Fiona akan merebut mama dari ku" canda Mecca

__ADS_1


"sayang sekali tapi aku sudah terlanjur merebut nya" sambar Fiona dengan raut judes nya, lalu menjulurkan lidah nya seperti bocah pada Mecca


"aku akan merebut nya kembali" balas Mecca dengan ekspresi pura-pura merajuk


"silahkan kalau bisa..." tantang Fiona


"kalau tidak bisa maka aku akan merebut mu saja" kata Mecca dengan tiba-tiba sudah beralih menggelayut di tangan Fiona dengan jahil


"hei lepaskan aku, aku tidak mau" pekik Fiona berusaha mendorong Mecca, kedua nya terkekeh...


"kenapa? aku akan memeluk mu sampai kau kesulitan untuk bernafas" Mecca berkata sambil memeluk tubuh Fiona dengan gemas


Krishna berdiri di sisi kolam,menatap keindahan air kolam yang di terpa sinar cahaya lampu, ia memeluk lengan nya sendiri, pria seindah malaikat itu sangat memikat walau hanya berdiam diri begitu. mata tajam Wilson tanpa sengaja jatuh pada pria itu di kejauhan, terbesit kebencian di sana, saat ia akan melangkah kesana sosok Indah yang sedari tadi bergelayut manja di sisi nya tentu saja ikut serta, tapi Wilson berhenti sejenak. ia beralih ke Indah dan menunduk membisikkan sesuatu pada Indah agar Gadis itu menjauh dulu, Indah pun segere memisahkan diri dari Wilson dan memilih menghampiri Diane yang duduk santai dengan beberapa kerabat.


Krishna merasakan aura dan pergerakan langkah kaki perlahan mendekat yang tak jauh dari nya jadi ia pun menoleh dengan tenang, tak di sangka itu adalah Wilson Wijaya Santoso yang terhormat

__ADS_1


"wah,,, ternyata kakak tertua yang tampan dari keluarga Wijaya Santoso yang Agung?" sapa Krishna santai, tepat di saat itu sosok Fiona lewat tak jauh dari sana bersama Mecca dan secara naluriah dua orang ini melirik kepada para sosok yang barusan lewat tersebut...


"kau begitu terpesona pada istri ku? sampai sekarang kau bahkan belum bisa move on ya?" wilson tanpa basa basi, ia juga tentu tahu bagaimana persis nya perasaan Tuan Muda george ini pada Fiona sejak awal.


"istri? bukan kah akan menjadi mantan istri mu? lebih tepat nya calon mantan istri" kalau Wilson tak ada basa basi maka Krishna pun tak akan ada lagi basa basi di sini.


"jangan terlalu berambisi" Wilson mulai geram, tadi saja saat Krishna bercanda pada zikran lalu berkata kalau diri nya siap menikahi Fiona, Wilson juga diam-diam sudah menatap nya dengan sangat geram..


"aku belum menceraikan nya..." lanjut Wilson lagi


"tapi...akan" balas Krishna memancing, tentu saja Wilson sangat terpancing..


"sebegitu rendah nya seorang Tuan Krishna yang terkenal harus memungut barang bekas ku" cibir Wilson, walau suara mereka perlahan dan berat tapi ada tombak dan jarum di tiap kalimat nya, tombak dan jarum itu membunuh...


"tidak apa-apa..." balas Krishna santai seolah ia tak terpancing sama sekali "barang bekas yang aku pungut adalah mutiara asli, dari pada menjadi seseorang bodoh yang mati-matian terus menggenggam emas palsu" ini adalah kata sedikit pribahasa, seperti sebuah ejekan untuk Wilson

__ADS_1


"apa maksud mu..." Wilson mulai marah


"tidak ada..." setelah berkata begitu Krishna melangkah meninggalkan Wilson begitu saja. hati Wilson tidak puas memang nya apa maksud krishna mengejek nya, ia tidak bodoh..Wilson tentu tau emas palsu yang di maksud Krishna adalah Indah Kusuma. namun seberapa tidak suka nya Krishna pada Indah ia tak perlu menghina Indah dengan begitu kejam..., bagaimana pun Indah Kusuma itu adalah gadis yang Wilson pilih sebagai calon istri, ya tentu saja Wilson merasa sakit hati. mungkin jika di tela'ah bukan lah sakit hati karena Krishna mengatai Indah Kusuma namun lebih kepada tersinggung seolah Krishna mengatai selera dan pilihan nya terlalu jelek dan tidak masuk dalam buku besar seorang Krishna, seolah mengatakan bahwa selera dan pilihan seorang Wilson adalah lebih buruk dari selera seorang Krishna, selera Wilson adalah sesuatu yang tidak lebih baik dari apa yang menjadi selera Krishna. secara tidak langsung seakan Krishna menekan kan kalau diri nya lebih baik dari pada Wilson, hal itu lah yang membuat Wilson tak puas hati...


__ADS_2