KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 136


__ADS_3

AL ghazaly sebetul nya sangat marah tapi mendengar suara Fiona yang bertanya pada nya ia segera membendung amarah nya


"tidak apa-apa..." jawab AL ghazaly dengan suara nya yang selalu memiliki daya magnetis bagi yang mendengar nya


Fiona bangkit dan mendekat melihat ke arah tangan LiLyan juga


"apa tangan mu terkena juga?" tanya Fiona pelan


LiLyan hanya menggeleng lemah


"maaf Nona, aku akan membersihkan minuman nya dan mengganti nya dengan yang baru" ujar LiLyan putus asa, bagaimana pun walau mungkin hanya sedikit saja yang terciprat ke lantai tetap saja kediaman mewah ini harus selalu terjaga nilai kebersihan nya dengan baik.


LiLyan segera berlalu dari sana menuju ke belakang untuk mengambil kain pel...


"koko maafkan LiLy..." kata Fiona pelan pada AL ghazaly..


"oke.." jawab AL ghazaly malas, peng-oke-an nya hanya lah karena tak ingin membantah apa yang Fiona katakan, dalam segi apa pun AL ghazaly tak ingin mengecewakan Fiona sedikit pun. dan jika saja Lilyan ini bukan teman Fiona mungkin ia sudah membuat perhitungan dengan nya, bukan kah kita tau Marcell Lyno sering mengatakan kalau AL ghazaly adalah orang yang tanpa ampun.


"jika koko mau,aku akan memberikan mu baju ganti" kata Fiona


"tidak apa, aku hanya harus membersihkan nya sebentar saja" kata AL ghazaly


Fiona mengerti dan segera memberikan waktu untuk AL ghazaly menuju toilet tamu guna membersihkan sedikit celana nya yang ternoda. jika saja yang ternoda adalah jas atau outher saja maka AL ghazaly akan langsung melepas dan melemparkan nya karena sudah ternoda, tapi karena ini adalah celana maka itu adalah hal yang tidak lucu jika harus langsung melepaskan nya begitu saja

__ADS_1


LiLyan membawa kain pel di tangan nya dan ember kecil hendak menuju ke depan, ia berpas-pasan lagi dengan AL ghazaly yang sedang melangkah hendak menuju toilet, di sini ada salah satu pelayan yang sedang lewat melakukan rutinitas tugas dan pekerjaan masing-masing, salah satu pelayan ini agak merasa iri pada LiLyan karena dia adalah penggemar berat AL ghazaly Elvano, ini adalah moment langka tapi mengapa malah LiLyan yang mendapat kesempatan menyajikan minuman untuk tamu se-penting AL ghazaly. dia agak tak suka jadi saat LiLyan sedang melangkah dengan membawa ember dia menjegal kaki nya, bertepatan pula AL ghazaly bertepatan di sana hingga LiLyan hilang keseimbangan dan lagi-lagi ember yang di bawa nya oleng dan menumpah kan sedikit air itu ke sepatu bagus milik AL ghazaly.


pelayan ini tersenyum puas, ini hanya penambahan dengan menumpah kan gelas minuman ke pakaian mahal tamu tadi dan sekarang menumpah kan air pel ke sepatu mahal tamu, sangat seru bukan. dengan secara tidak langsung menjatuh kan martabat LiLyan di perpelayanan sebagai manusia yang tidak becus, Madam Morena pasti akan memarahi Lilyan ini secara habis-habisan.


"ya ampun..." LiLyan sudah putus asa pada nasib nya sendiri apa lagi urusan nya dengan orang bernama AL ghazaly ini lagi dan lagi...


"kau tidak capek membuat masalah dengan ku lagi ya...?" ini adalah amarah terpanjang AL ghazaly pada orang asing, biasa nya ia hanya merespon dengan datar dan terkesan mengerikan. tapi kali ini amarah nya terkesan tetap mengerikan memang tapi ia seperti tak bisa mengendalikan diri nya dengan baik. sepatu seorang AL ghazaly di basahi dengan kain pel apakah masih bisa bersabar setelah sebelum nya pakaian AL ghazaly juga di kotori dengan noda minuman...


ini adalah sepatu mahal di buat oleh pengrajin khusus, membersihkan nya pun tidak boleh di cuci dengan air, harus menggunakan perawatan dan alat yang khusus pula. tapi ini malah tertumpah air???


melihat LiLyan di marahi, pelayan ini senang. ini adalah salah satu pelayan yang dulu suka mencari muka dengan Nona keluarga Kusuma saat datang ke Kediaman Utama Wijaya Santoso.


"gaji satu tahun mu kemungkinan akan di potong karena ini" cibir pelayan tersebut pada LiLyan


"kamu sih, gak becus jadi orang... madam Morena harus nya tidak mempercayakan hal ini pada pelayan seperti mu, aku lebih senior yang pantas" remeh nya pada LiLyan dengan tatapan yang sinis


baru saja si pelayan mau berkata lagi terdengar suara madam Morena yang tiba-tiba sudah muncul di antara mereka..


"Tuan muda Elvano, maafkan keteledoran pelayan kami. sebetul nya pelayan Lilyan tidak seceroboh ini, biasa nya pekerjaan nya sangat baik dan saya selalu mempercayai nya. mungkin hari ini LiLyan sedang kurang sehat.., mengenai sepatu anda saya akan mempertanggungjawab kan secara penuh" kata Madam Morena pada AL ghazaly.


melihat seorang wanita paruh baya kepala pelayan yang begitu sangat sopan dengan wajah yang teduh, AL ghazaly mau tidak mau langsung mengangguk, pelan satu kali walau terkesan samar dan datar.


"lupakan.." kata AL ghazaly datar..,lalu dengan elegant segera angkat kaki berjalan guna menuju toilet tamu seperti niat awal nya.

__ADS_1


setelah AL ghazaly sudah hilang di tikungan.. LiLyan merasa lega karena AL ghazaly bilang lupakan arti nya gaji nya tidak jadi di potong...


"LiLyan, sebaik nya kamu hari ini istirahat saja, lanjutkan pekerjaan setelah makan siang" titah Madam Morena pada Lilyan, dan memberi isarat pada seorang pelayan muda di belakang nya untuk mengambil alih kain pel dan ember di tangan LiLyan.


LiLyan hanya mengangguk dengan sopan..


"dan kamu.. ikut saya" kata Madam Morena dengan galak pada pelayan yang tadi menjegal kaki LiLyan tadi.ternyata apa yang di lakukan pelayan ini pada Lilyan tanpa sengaja dilihat Madam Morena yang kebetulan sedang lewat di tempat itu juga


"tapi Madam, kenapa?" sang pelayan merasa heran karena Lilyan yang harus nya mendapat hukuman, bukan? tapi mengapa malah Lilyan di suruh beristirahat dan dia sendiri malah di bentak.


"kau masih bertanya, setelah kaki mu yang tak sopan itu menjegal kaki orang lain hingga menumpah kan air ke sepatu mahal tamu. jika sampai tamu tak terima maka aku yang akan kena komplain pemilik kediaman Wijaya Santoso..." kata Madam Morena dengan galak namun tetap terkesan anggun.


pelayan itu kaget dengan kata-kata Madam Morena


"tapi, bukan kah sebelum nya Lilyan juga menumpah kan minuman ke pakaian tamu, bukan kah itu sama sekali tidak ada hubungan dengan ku madam" Sang pelayan dengki itu membela diri


"jika kau tidak terlibat dalam hal itu berarti itu juga sama sekali bukan urusan mu, Liliyan tidak sengaja menumpah kan nya tapi nanti dia tetap akan mendapat hukuman karena ketidak hati-hatian nya.., aku tetap akan menambah tugas pekerjaan lebih banyak untuk nya besok sebagai hukuman..., tapi yang ini kau menjegal kaki orang secara sengaja hingga mengotori sepatu tamu kau pikir sendiri apa yang akan aku lakukan pada mu" papar Madam Morena dengan sangat judes


"Madam...aku.." pelayan tidak bisa berkata lagi, ia tak menyangka Madam Morena akan kebetulan melihat saat ia menjegal kaki LiLyan.


"cepat ikut aku, dan jalani prosedur hukuman mu! atau aku akan merotan kedua kaki mulus mu itu" ancam Madam Morena seraya berlalu


si pelayan memucat dan dengan langkah berat mengikuti di belakang Madam Morena, tapi ia masih menoleh ke arah Lilyan dengan kesal...

__ADS_1


namun LiLyan hanya balas menatap datar dan menggerakkan bibir nya tanpa suara ke arah sang pelayan... dengan kata..


"mam-puss"


__ADS_2