KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 159


__ADS_3

apa yang mereka tunggu akhir nya tiba juga, dokter keluar dari ruangan operasi..mereka segera menghampiri nya, namun Fiona benar-benar tidak ada kekuatan untuk bangkit ia hanya mendengar dari tempat duduk nya. Fiona ketakutan, takut kalau apa yang di katakan dokter tak sesuai harapan nya.


"operasi berjalan lancar" kata dokter dan mereka yang sejak tadi menunggu dengan harap cemas pun mendapat kabar ini menjadi lebih bersemangat dan penuh harapan


namun saat dokter melanjutkan perkataan selanjut nya, hati para orang-orang di sana langsung mencelos seketika.


"Pasien masih dalam keadaan koma, dan tidak tau apakah ia bisa tetap kuat untuk melewati masa kritis nya. dan secara garis besar nya jangan sampai pasien tidak kuat lagi untuk terus berada di fase kritis nya ini...karena hanya dua kemungkinan, pasien bangun dan sembuh total atau tidak sama sekali. pasien kehilangan terlalu banyak darah, sedangkan baru-baru ini ia mengidap pembekuan darah di otak dan mengganggu ingatan nya karena darah tidak mengalir dengan baik hingga ingatan nya tidak berfungsi dengan baik pula. kali ini ia kehilangan banyak darah hingga menyebab kan Fungsi otak nya menjadi tidak stabil.., ada kemungkinan besar nya pasien tak akan bangun lagi untuk selama nya. dia akan koma dan organ tubuh nya hanya bisa hidup dengan bantuan alat-alat medis namun itu juga mungkin tak kan bertahan lama.., untuk saat ini hanya mukjizat yang mampu membuat pasien tersadar dan kembali seperti semula..." papar dokter lugas lalu segera pamit undur diri dari sana


semua orang melemas, semua orang menyayangi nya, bagaimana bisa seorang putera mahkota menghilang dari sebuah kerajaan besar dan mulia?


bagaimana bisa sebuah kerajaan hebat berdiri tanpa calon raja di dalam nya?


Wilson, dia adalah segala nya bagi keluarga besar santoso, bagaimana bisa sekarang si jago itu terbaring tak berdaya di pembaringan pasien, berjuang antara hidup dan mati


Fiona di sudut kursi merasa stress, ia tak ingin lagi mendengar dan mengingat apa yang Dokter katakan, ini hanya mimpi? mimpi kan?


Wilson sekarang jadi begini adalah gara-gara aku, batin Fiona kesal...


mengapa tidak aku saja yang tertembak? mengapa harus dia yang tertembak...? Fiona terus-terusan menyalahkan diri nya sendiri di dalam hati


dada Fiona turun naik dan bergetar dengan hebat nya..., Mecca cepat-cepat memeluk Fiona.


Tante Ziviliya dapat melihat gelagat Fiona dan buru-buru menghampiri membawa Fiona ke dalam pelukan nya...


"Kuat lah ,Fiona...kau harus kuat" bisik Ziviliya


jika di perhatikan seakan antara Fiona dan Wilson ini masih terikat suatu ikatan yang sakral padahal kita juga sudah tau kalau dua orang sudah bercerai lama secara sah.


tapi mengapa antara dua orang seakan memiliki pertalian tak kasat mata yang tak akan bisa di rusak oleh siapa pun juga.


💘

__ADS_1


Fiona terus berada di rumah sakit hingga malam hari, bahkan ia berencana menginap hingga esok hari...


beberapa orang sudah kembali ke kediaman masing-masing untuk kemudian bergiliran merawat dan menjaga.


Mecca menemani Fiona di Rumah sakit, Mecca tadi sore sempat keluar sebentar untuk membeli beberapa baju ganti dan makanan.


Fiona sama sekali tidak ada keinginan makan atau pun sekedar mandi, entah kenapa melihat Wilson yang sekarat ini Fiona benar-benar merasa hancur lebur,sungguh !!!


Mecca memberikan Fiona baju ganti dan memaksa nya membersihkan diri walau sebentar saja. awal nya Fiona menolak tapi karena Mecca terus memaksa nya akhir nya ia pun melakukan nya juga.


Fiona sudah berganti dengan pakaian yang di beli mecca di butik pakaian terdekat, ternyata Mecca sangat pandai memilah pakaian yang pas untuk Fiona..


Mecca membuka makanan yang ia beli dan mengajak Fiona makan bersama nya, berulang kali Mecca memaksa nya tapi Fiona benar-benar enggan untuk mengisi perut nya


"hhh kak Wilson, wanita yang paling kau cintai ini sangat susah untuk di atur." keluh Mecca


Fiona diam saja tak bergeming saat mendengar apa yang di keluhkan Mecca. mungkin Mecca sudah gila batin Fiona, ya gila karena Mecca mengeluhkan diri nya pada orang yang sedang koma seperti Wilson.


"seperti nya, aku tidak bisa melakukan perjanjiannku pada mu kak...Fiona mu ini sama sekali tak ingin mendengar apa yang aku minta, tidak mau makan tidak mau mengurus diri..., kak ternyata asumsi mu salah yang bilang kalau Fiona akan baik-baik saja tanpa ada kau di sekitar nya, hhh rupa nya malah Fiona seperti orang gila begini, kak Wilson kau harus bangun.." lirih Mecca terus berbicara pada diri nya sendiri dengan nada sedih.


Fiona menautkan alis nya heran...


"janji apa...?" tanya Fiona datar pada Mecca walau dengan suara yang lesu


Mecca menggedikkan bahu nya sendiri


"begitu lah, kak Wilson bilang ia tak akan bisa menjaga mu lagi karena kau akan segera menikah. dan kau juga pasti tak ingin lagi bertemu kak Wilson setelah nya,bukan. jadi hanya aku orang terdekat kak Wilson yang masih sering berhubungan dengan mu setelah kau menikah nanti nya jadi ia menyuruh ku sebagai perantara untuk menjaga mu, begitu lah" kata Mecca seraya menghela nafas berat.


"kenapa masih harus mengurusi aku, aku akan segera menikah dan memiliki suami, dan Wilson sendiri bukan kah sudah memiliki calon istri juga?" protes Fiona dengan nada yang lirih dan perlahan..


"calon istri dari mana?" tanya Mecca heran

__ADS_1


"bukan akhir-akhir ini Wilson dekat dengan artis muda berbakat si Diyana Sherry itu..." sahut Fiona tanpa tekanan


"ho, si artis halu itu..." Mecca terkekeh...


"itu hanya rekayasa dia sendiri saja dan asumsi gila para fans nya yang mudah percaya, mereka tak ada hubungan apa-apa kok !! itu sih bisa-bisa nya Diyana Sherry saja" lanjut Mecca lagi..


"di hati kak Wilson sejak awal hanyalah diri mu saja Fiona, sejak dulu hingga kini..." kali ini Mecca berkata dengan serius dan lirih...sedih.


Fiona tersentak kaget, jika ini Wilson yang bilang maka ia masih akan mencerna dengan baik lagi agar tidak salah faham tapi kali ini Mecca yang bilang dengan sangat meyakin kan.


"Kak Wilson itu sudah sangat menyukai mu sejak kau masuk ke keluarga Wijaya Santoso malam itu" Mecca mengingat malam di mana Fiona di bawa dalam keadaan masih memakai setelan pe-lacc- ur.


"Wilson yang bilang pada mu?" tanya Fiona, karena waktu itu setelah akan bercerai Wilson juga pernah bilang seperti ini "sudah suka semenjak Fiona masuk pertama kali ke keluarga Wijaya Santoso.


"tidak..." jawab Mecca cepat


"aku sudah menyadari sejak kau datang, tanpa si kakak ku Wilson yang paling sombong itu mengatakan nya pun aku sudah tau...., dia tak pernah menatap seorang gadis dengan begitu berbeda, dan tatapan itu hanya berlaku untuk mu Fiona..." kata Mecca


"Fiona...apa benar kau tetap akan menikah dengan orang lain..? kak Wilson sangat mencintai mu, mungkin ia koma seperti ini dan tak bisa berjuang untuk bangun adalah pilihan nya..." lirih Mecca


"maksud nya?" tanya Fiona merasa penasaran dengan kesimpulan seorang Mecca


"mungkin kak Wilson merasa lebih baik ia tak pernah bangun lagi seperti ini dari pada harus melihat kau menjadi milik orang lain..." Mecca mengerucutkan bibir nya sedih


"agar kau bisa lebih tenang menjalani hidup mu...Fiona" kata Mecca mengulang perkataan Wilson pada nya waktu itu...


Ya, Wilson pernah bilang pada Mecca


"walau sakit aku akan berusaha menjauh dari Fiona, aku hanya ingin ia tenang dalam menjalani hidup dan menjemput kebahagiaan nya dengan AL ghazaly.."


namun Mecca hanya mengatakan sedikit saja, ia tak sanggup mengatakan semua nya, dia sedih, tak kuat...apa lagi saat ini kakak sepupu nya itu sedang terbaring tak sadarkan diri...

__ADS_1


__ADS_2