KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 43


__ADS_3

Wilson kembali ke Evenil Garden sudah hampir pukul tujuh, dia tidak terkejut lagi melihat makhluk cantik yang sudah tertidur di ranjang kamar nya..,lebih tepat nya ranjang kamar mereka untuk yang terakhir, selama beberapa waktu ini Fiona memang akan memilih tidur berpisah dari Wilson,bagaimana pun kedua nya akan bercerai. tapi seperti biasa juga Wilson akan sepakat mengalah membiar kan Fiona tetap di kamar utama dan diri nya yang pergi ke kamar tamu.


sejak di pintu masuk ia sudah di beritahu oleh Barda sang kepala pengurus rumah, kalau Nyonya Fiona Sudah kembali sejak pukul lima tiga puluh petang hari dan mungkin sekarang sedang istirahat di kamar nya. ya akan lebih tepat nya adalah Wilson yang bertanya pada Barda saat baru sampai dan tiba di pintu utama di depan tadi.


Ada kesakitan yang tak terlukis pada Wilson saat melihat Fiona tidur pulas di sana,besok orang ini tak akan ada lagi...Wilson merasakan ketidak relaan yang sangat parah menggerogoti nya dengan begitu menakut kan. ingin sekali membawa nya pergi jauh dari sini, tapi kemana? mereka bukan orang biasa tapi bisa di katakan figur masyarakat banyak dan dengan melakukan sedikit kesalahan dalam menjalani kehidupan dunia, panjang lah urusan nya kan? pergi kabur? hh itu bermimpi, tidak akan bisa hidup dengan baik kecuali ke dunia lain.


Wilson mengganti pakaian nya dengan pakaian rumahan, lalu duduk di ranjang menimbulkan gerakan hingga Fiona sedikit menyipitkan mata nya, saat Fiona akan tersadar dia kaget bukan kepalang tangan kokoh itu sudah melingkar di pinggang nya dari arah belakang serta aroma maskulin yang memabukkan yang sangat ia kenali, tapi sangat membuat nya muak akhir-akhir ini...


Fiona terperanjat bukan kah perjanjian nya mereka akan tidur terpisah akhir-akhir ini dan ketika Fiona hendak melepaskan diri dan bangkit, tapi Wilson malah mengeratkan pelukan nya, Fiona dengan piyama biru muda soft itu terlihat sangat cerah, cantik sekali...apalagi malam ini adalah yang terakhir,Wilson tak bisa menahan diri untuk tidak memeluk nya...

__ADS_1


"Wilson...kau..." Fiona berusaha berontak


"diamlah" bisik Wilson pelan, saat ini posisi mereka sangat dekat, Wilson membenamkan diri di ceruk leher Fiona. tentu saja Fiona tidak terbiasa berada di posisi seperti yang terjadi sekarang ini...


saat Fiona berusaha ingin lepas tapi tubuh ramping nya tak kuasa melawan kekuatan pria jangkung ini, yang tentu saja Fiona kalah tenaga..., tiba-tiba ia mendengar suara Wilson yang sedikit serak dan menawan berkata


"maafkan aku...,Fiona..." lirih Wilson


"oh, karena itu kau meminta maaf, kau sedang ingin memberi perban pada luka mu yang di beri Nona Kusuma tercinta mu itu..." Kata Fiona datar tanpa tekanan, Wilson mengerat kan pelukan nya..., ia tidak tau harus menjawab apa,Karena ia memang salah. tapi maaf nya bukan semata-mata karena itu juga dan bukan karena mencari perban, karena Ia memang terluka saat ini, tapi bukan luka karena Indah...tapi luka nya sekarang adalah karena Fiona akan pergi dari hidup nya, jadi jika dia meminta maaf dan memeluk Fiona saat ini karena memang murni ini lah yang ia butuhkan. Wilson butuh Fiona di sisi nya hingga akhir...ia sayang pada Fiona, sayang sekali. perasaan itu makin menyerang nya saat ia memeluk lembut Fiona malam ini...

__ADS_1


Fiona hanya diam, ia risih...tapi satu kata-kata yang masuk ke telinga nya sangat mengejut kan... "aku mencintai mu, Fiona" bisik Wilson dengan suara berat dan sedikit parau..., hah? Fiona tidak mempercayai pendengaran nya, siapa pria ini? apakah ini hantu atau orang lain yang menyamar sebagai Wilson? karena jika Wilson tidak mungkin mengatakan hal seperti sekarang ini, yah, tidak salah lagi ini bukan Wilson Wijaya Santoso...!!! namun bisa saja ini wilson Wijaya Santoso yang kepala nya habis terbentur dan sedang mengidap amnesia parah


"aku...tidak butuh guyonan mu" kata Fiona tanpa ekspresi, mendengar tanggapan Fiona...Wilson hanya menghela nafas dengan berat, ia tahu berkata seperti itu pada hati Fiona yang sudah lama kaku pada nya sama saja berusaha memotong air...


"jadi kau berniat mengatakan hal tak berguna itu karena kau telah merasa kecewa oleh Indah Kusuma kekasih mu? kau berniat menyenang kan hati mu...dengan melemparkan rasa cinta mu ke sembarang tempat?" kali ini Fiona berkata dengan senyuman miris di sudut bibir nya, sejujur nya ia sangat sedih dengan perlakuan Wilson pada nya. kenapa pria ini selalu tak henti mempermainkan nya?


saat mereka sah sebagai suami istri, Wilson selalu bersikap angkuh, selalu menyakiti hati nya dengan cara yang kejam..., dan ketika mereka akan bercerai Wilson malah menundukkan kepala dengan segala kerendahan hati lalu...apa ini? pernyataan cinta? bah? mengapa pria ini tak pernah berhenti mempermainkan nya? apakah si Wilson ini tidak capek? padahal Fiona saja merasakan sangat teramat capek ! hubungan ini benar-benar bikin orang merasa mengcapek. Author aja yang nulis nya merasa mengcapek !!!


"aku tau..." Lirih Wilson menggantung... "pernyataan seperti ini sudah tidak ada guna nya, tapi aku mengatakan nya karena hanya ini lah kesempatan ku bisa berbicara banyak dengan mu. besok kita sudah akan berpisah kan?" lanjut Wilson, entah itu hanya perasaan Fiona, pria ini seperti suara orang menangis...dan Fiona merasa tengkuk dan leher nya basah dan panas...apakah itu air mata? ya benar Wilson menangis, seumur hidup nya selama tumbuh dewasa...baru kali ini diri nya seorang Wilson Wijaya Santoso menangis semenyedihkan ini...

__ADS_1


"Wilson kau..." Saat Fiona akan berkata belum selesai, Wilson sudah memotong perkataan nya "aku hanya ingin mengatakan perasaan yang sudah lama...aku hanya ingin kau mengetahui nya, Fiona aku sangat menyukai mu, sangat suka...." Suara Wilson terhenti sejenak, ia seperti menahan tangis...ya, Fiona merasakan getaran di bagian tubuh belakang nya, Wilson memang sedang menangis, Fiona benar-benar terdiam tak bisa berkata, apakah saat ini ia bermimpi? Wilson menangis? apakah pria ini berpura-pura? tapi saat otak nya akan menebak-nebak lagi, suara Wilson kembali jatuh..."aku sudah menyukai mu sejak pertama kali kita bertemu... aku bersumpah sejak kau masuk keluarga Wijaya Santoso...aku sudah sangat menyukai mu,,,Fiona aku benar-benar mencintai mu..."


detak waktu seperti berhenti, Fiona merasakan sendiri pria di belakang nya menangis seraya memeluk nya, pria itu membasahi leher dan tengkuk nya dengan air mata...Fiona benar-benar merasakan nya....!


__ADS_2