KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 38


__ADS_3

Akhir nya apa yang ingin di dengar oleh Wilson terwujudkan juga, semua nya di ceritakan Tante Ziviliya secara mendetil. sungguh ini terasa sangat mengejutkan memang.


siapa itu identitas asli Fiona istri nya? berulang kali ia memutar rekaman di kepala nya tentang apa yang Tante Ziviliya katakan. Victoria...Elvano! jadi dia Nona Muda keluarga Elvano, sebelum Tetua Akbar tiada, Fiona pernah hidup sebagai Nona Muda dari keluarga Elvano.


sampai disini ia makin sadar, kalau asal usul Fiona bukan lah dari tempat hitam sana. ada kekesalan di hati karena Indah Kusuma sang kekasih terus mencuci otak nya berulang kali membalikkan segala fakta yang ada di depan mata, Lalu kebiasaan nya dalam memanjakan Indah selama ini membuat nya membutakan mata begitu saja dengan realita yang sudah ada selama ini. padahal ia tahu kebenaran sejak awal tapi ia sendiri lah yang menolak fakta.


siapa itu keluarga Victoria di masa kecil nya, lalu siapa itu Victoria di masa muda nya. dan dari kedua masalalu itu maka tempat hitam sama sekali tak ada hubungan dengan Fiona andai saja tidak ada jebakan yang menimpa sebelum nya.


Walau status nya puteri angkat dari tetua Akbar Elvano tapi tetap saja yang sudah masuk dan di anggap di keluarga Elvano adalah orang Elvano. tidak ada yang boleh mengusik nya, apalagi AL ghazaly terlihat sangat menyayangi sosok Fiona, Victoria Elvano.


Wilson merasa gusar, di tambah panggilan pengadilan sudah semakin mendekati hari. diri nya tidak punya alasan lagi untuk menahan wanita bernama Fiona itu disisi nya, yah lebih tepat nya wanita bernama Victoria Elvano akan segera kembali ke posisi awal...


"sebelum nya AL ghazaly bilang akan membiarkan Fiona tetap berada bersama kita di sini, di lingkaran keluarga besar Santoso tapi itu jika suami nya...kau memperlakukan Fiona dengan baik" kata Tante Zivilya perlahan "yah awal nya Tante mengira Fiona akan tetap bersama kita hingga seterus nya, tapi itu sebelum kabar surat panggilan pengadilan penceraian tiba-tiba keluar seperti ini..." lanjut Tante Ziviliya lagi, ia menatap keponakan kesayangan nya itu dengan serius

__ADS_1


"bukan aku yang menyerahkan nya ke pusat..." sahut Wilson tiba-tiba yang membuat raut Tante Ziviliya menyiratkan pertanyaan. ia sejak awal mengira Wilson lah yang tidak sabar menyerahkan nya ke pusat, karena Wilson adalah si penggugat utama nya..


memang Ziviliya mengira permasalahan perceraian antara Wilson dan Fiona yang terus di recoki Diane tidak akan benar-benar terjadi karena Ziviliya tau pada akhir nya Wilson akan cukup pintar tau mana yang harus di lepaskan dan mana yang harus di pertahan kan, hanya saja keponakan nya ini cukup arogan dan selalu tidak rendah hati. jadi saat panggilan gugatan ini keluar Ziviliya hanya pasrah dan terima saja putusan pada akhir nya.


"Lalu? Zivilya menautkan alis nya bingung, jika bukan Wilson yang menyerahkan lantas siapa? begitulah kira-kira maksud pertanyaan sepotong yang Zivilya lontarkan kali ini.


Wilson sebelum menjawab menundukkan kelopak mata nya, ada banyak kegelisahan di sana...ia menarik nafas dan menghembuskan dengan berat "Indah, ia yang menyerahkan nya ke pusat. dia telah membongkar laci meja kerja ku secara diam-diam" Wilson mengatakan kepada Ziviliya dengan nada penyesalan, menyesal kenapa harus begitu mempercayai Indah Kusuma sepanjang hidup nya, jika sudah begini, gadis bermarga Kusuma itu bergerak sendiri...Lalu selain dari hal ini yang di lakukan di belakang nya tanpa suara, apakah ada kelakuan lain lagi...? tentu ada kecurigaan di sana. namun itulah bukan lah permasalahan nya sekarang. yang lebih rumit sekarang adalah antara diri nya dan Fiona.


mendengar pernyataan Wilson, Ziviliya hanya diam dan merasa prihatin...menatap keponakan di hadapan nya yang tampak anggun namun ada kabut tebal penyesalan yang mengelilingi, sekarang Wilson agak terlihat menyedihkan di mata Ziviliya. jika orang lain tak bisa melihat nya dengan jelas, namun Ziviliya bisa.


"Tante..." Wilson menjeda kalimat yang akan di katakan nya "aku...sama sekali tak berniat melepas kan Fiona sampai kapan pun,hingga akhir... sungguh aku tidak bisa" kalimat lanjutan yang menghiris, walau suara Wilson tidak lemot saat mengatakan bahkan terkesan sangat tegas tapi ada sesuatu yang terdengar sangat menyedihkan tergambar di sana.


rasa nya Zivilya tak tau harus menjawab apa, diri nya juga sudah kehabisan kata-kata, Ziviliya tak habis fikir pada keponakan nya ini...di kala Fiona masih berada dalam genggaman nya malah berkata ingin di buang, tapi saat sudah akan di lepas kan, malah tidak rela. ini lah jika seseorang terlalu tidak rendah hati, ia akan menjadi sangat sombong untuk mengakui sesuatu sebelum hal itu raib di genggaman tapi menyesal pun di rasa sudah bukan waktu nya lagi.

__ADS_1


"Semua berawal dari mu" akhir nya Ziviliya buka suara "dan Wilson...kau lah yang menjadi pemicu nya" dengan begini Ziviliya mengatakan yang sesungguh nya agar Wilson sadar walau terlambat. Arogan nya sama sekali tidak bisa menolong hati yang rapuh bukan? Wilson diam dalam hening


"Tante tak bisa membantu mu, sejak awal Tante sudah berusaha memberi kan kebahagiaan ini untuk mu namun kau sendiri yang menyia-nyiakan itu semua. mendorong kebahagiaan yang tercipta untuk mu itu hingga menjauh..." Tante Ziviliya menjatuhkan kata-kata yang terbilang sebagai kenyataan pahit tapi Wilson harus terima secara baik-baik


"Dia,,, Fiona sejak awal adalah milik keluarga Elvano, dia tetap akan kembali ke keluarga yang memiliki nya...begitu lah seharus nya" kata Ziviliya hingga membuat Wilson merasa dunia nya meruntuh dalam satu hitungan detik...


Entah Wilson tak tau bagaimana diri nya nanti, ia sudah terlalu lama berada dalam titik arogan dalam menghadapi Fiona, seandai nya satu kali saja bersikap baik...andai saja setelah malam pertama itu mereka baik-baik saja, mungkin hingga kini Fiona tak akan lebih dulu lepas dari kepemilikan sah nya. diri nya yang adalah pemilik Fiona satu-satu nya sekarang bahkan harus rela melepas untuk di miliki orang lain.


Barang milik nya yang ia klaim di depan orang-orang bahwa tidak ia sukai, padahal sangat ia sukai,sangat tidak suka bila orang menyentuh nya, barang itu adalah ter favorit nya dari awal namun karena angkuh dan sombong tanpa sengaja membuat barang itu terbang dari genggaman nya. ya bodoh


Beberapa saat kemudian Ziviliya keluar dari ruangan nya meninggalkan Wilson sendiri, ia tahu saat ini tak banyak yang bisa mereka bicarakan atau pun bahas lagi. keponakan nya ini sekarang sangat lah butuh waktu untuk sendiri walau pun hanya sesaat


Wilson hanya mendengar bunyi pintu yang tertutup pelan dari luar, diri nya seakan merasa enggan untuk sekedar beranjak pergi...

__ADS_1


butuh waktu lebih dari setengah jam ia dalam posisi memegangi kening nya dalam pemikiran yang rumit. sampai di titik ia pun tak tau bagaimana cara dan proses nya tadi ia keluar dari ruang kerja Tante Zivilya lalu meninggalkan kediaman utama Wijaya Santoso...


__ADS_2