
"tidak..." jawab Fiona cepat
"tentu saja tidak...." bagi Fiona mana mungkin ada Wilson di hati nya? mengapa sejak dulu pria ini selalu begitu arogan dan penuh percaya diri, merasa diri sangat teramat mulia di sisi orang lain..,Fiona sangat-sangat merasa tak habis fikir
Wilson tau jawaban yang akan ia dengar dari Fiona adalah ini, tapi mengapa ia justru tetap merasa tidak puas? ada apa?
Fiona kembali berbicara "kau sudah tau jawaban nya kan? Lantas kenapa kau masih mempertanyakan hal yang bahkan kau sudah tau jawaban nya?" kata-kata Fiona ini terdengar sinis tapi Wilson semakin tidak merasa puas hati nya.
"Tuan Wilson Wijaya Santoso,mengapa kau repot-repot membuang waktu dengan hal se sepele ini?" Fiona berkata dengan pertanyaan yang sangat dingin
"aku hanya ingin merubah semua nya, hanya ingin membawa mu kembali bersama ku, itu saja" Wilson masih berkata dengan intonasi yang pasrah dan pelan.ini sama sekali bukan seperti karakter diri nya yang sangat begitu mulia, dia tak pernah sebegini lunak walau sudah di kasari meski dengan Indah Kusuma sekali pun. walau harus mencinta ia tak ingin terinjak di bawah siapa pun juga... tapi mengapa sekarang ia rela harga diri nya berada di bawah hanya dengan sosok di hadapan nya ini, mantan istri nya !
Fiona menghela nafas sebelum mengatakan dengan sangat tenang "kita berdua tak akan pernah kembali...tidak akan pernah Wilson" walau penuh ketenangan Fiona merasakan dada nya bergemuruh kala mengucapkan kalimat ini... "di antara kita tak ada yang perlu di ubah lagi, tolong jangan permainkan aku lagi...biarkan aku menjalani hidup ku dengan baik..." Fiona mengatakan dengan perlahan tanpa tekanan dalam nada bicara nya
"aku..."Wilson tak tau harus mengatakan apa, ya...dia sangat kejam telah mempermainkan wanita di depan nya ini hingga menjadi mati rasa seperti ini...
__ADS_1
"Fiona...apa kau mencintai AL ghazaly?" tanya Wilson tiba-tiba...membuat Fiona lumayan terhenyak
"kenapa kau menanyakan nya?" Fiona balik bertanya
"dua orang yang akan segera menikah...." Wilson tentu ingat apa yang di katakan AL ghazaly, Bahwa Fiona ini calon istri nya... "apa kau mencintai AL ghazaly yang akan menjadi calon suami mu?" tanya Wilson lagi
"ya..." Fiona menjawab tanpa berfikir, tentu saja ia mencintai AL ghazaly sejak dulu, ia sudah menyimpan perasaan kepada kakak angkat nya itu...tentu saja dia bisa menjawab dengan sangat cepat dan tepat. seperti ada sebuah pecahan kaca yang menancap tepat di relung hati Wilson saat Fiona mengakui sendiri bahwa Fiona mencintai seorang pria selain diri nya
"apakah kau mencintai ku?" tanya Wilson, pertanyaan ini mengapa begitu sangat mampu membuat Fiona tercengang dan sakit...
kala itu Fiona pernah sangat tersiksa saat perasaan cinta dan benci nya berpadu menjadi satu, berbaur dengan begitu menyakitkan...! pria bernama Wilson Wijaya Santoso ini pernah membuat nya berada di situasi yang sangat rumit...Fiona masih sangat merasakan nya hingga akhir nya ia menjadi putus asa dan sangat muak...
seandai nya pria ini menoleh kan kepala nya sedikit saja, memberikan sedikit saja sandaran pada hati nya yang kosong, mungkin situasi nya tak kan separah ini, namun jangan kan memberi sedikit sandaran, pria ini malah berulang kali menancapkan pisau dengan kejam ke dasar hati nya, lalu dengan sombong nya mempermalukan diri nya mendorong nya ke dalam lumpur hitam sebuah perceraian..., kenapa sekarang pria ini kembali? mempertanyakan semua nya lagi? bukan kah pria ini sangat kejam?
setelah AL ghazaly muncul kembali, melihat kemiripan dua sosok ini terlihat begitu sangat jelas dan nyata, semakin ia mengira apa yang di rasa nya pada Wilson hanya lah sebuah rasa nya pada AL ghazaly yang sempat kehilangan arah...
__ADS_1
jadi Fiona menjawab..."aku salah, dulu ku kira rasa tertarik ku pada mu karena murni apa ada nya diri mu...tapi Wilson harus kau ketahui, apa yang ku rasa pada mu, segala kekaguman ku hanya lah karena kau mirip dengan AL ghazaly...itu saja, saat itu aku hanya sedang merindukan nya hingga menambat kan hati ku ke sembarang tempat" jawaban Fiona membuat Wilson terasa sakit, bagaimana bisa Fiona membandingkan diri nya dengan pria yang sangat ia anggap sebagai saingan teratas nya? dia tidak pernah ingin bersaing secara industri dengan AL ghazaly Elvano tapi ia akan bersaing jika itu menyangkut Fiona. jangan kan sebagai saingan bahkan dia akan senang hati bermusuhan dengan AL ghazaly seumur hidup nya jika itu menyangkut Fiona...
"bisakah jangan menikah dengan AL ghazaly?" pertanyaan Wilson tentu saja akan menjadi pemicu kemarahan Fiona tapi ia tidak peduli, ia hanya ingin Fiona kembali pada nya...
"mengapa kau mengatur kehidupan ku?" Fiona menatap sinis... lalu saat wanita ini bersiap melangkah keluar Wilson meraih tangan Fiona, tapi Fiona kembali menepis nya, Wilson meraih kembali kali ini dengan sedikit memaksa...akhir nya kedua tangan nya sekarang ada di dalam genggaman Wilson
"lepaskan aku Wilson, jangan membuat keributan, pengurus rumah akan datang dan melihat hal ini" ancam Fiona...
Wilson tidak peduli ia menggenggam jari jemari Fiona dengan kuat, mata nya memerah... "Ayo...kita ke pengadilan untuk kembali..." Wilson seperti memohon
"jangan gila Wilson..., aku punya kehidupan ku. kau uruslah hidup mu sendiri, sama seperti kau tak menginginkan ku maka aku pun tidak menginginkan mu lagi, pergilah...." Fiona setengah berbisik
"aku menginginkan mu Fiona.." Balas Wilson pedih, ia tak pernah menginginkan sesuatu secara semenderita ini...tidak pernah, hanya saat ini !
"kau tak menginginkan ku, kau hanya merasa senang mempermainkan ku..." suara Fiona melemah, mendongak menatap lurus ke wajah Wilson yang tinggi 20 an cm di atas nya, wajah tampan menawan pria itu terlihat rapuh dengan mata yang memerah seakan menahan air mata...
__ADS_1
Wilson sakit saat Fiona menatap nya seperti itu, seakan wanita ini mengatakan benar-benar sedang terganggu dengan sikap nya. dia tidak ingin diri nya menjadi sosok yang mengganggu, sejak dulu ia selalu ingin menjadi satu-satu nya sosok yang berarti bagi Fiona, sayang nya ia terlalu bodoh dalam mengekpresikan dan mengartikan nya...hingga semua terlanjur menjadi seperti sekarang ini...