
Fiona malas meladeni artis muda yang berprilaku labil ini, penampilan cantik dan anggun nya artis ini sama sekali tidak mencerminkan kepribadian nya.
Fiona hendak mengambil langkah meninggalkan Diyana Sherry ini tapi malah di tahan lagi.
Diyana Sherry menghadang dengan raut wajah tak suka..
"buru-buru sekali..." kata Diyana Sherry sinis
"apa masalah mu?" tanya Fiona malas
ya, apa masalah nya? bukan kah artis muda ini sudah mendapatkan status dari Wilson bahkan ia sudah menerima cincin pertunangan dari Wilson jadi apa lagi masalah nya sampai harus menyinggung-nyinggung Fiona yang jelas-jelas tak ada hubungan nya lagi dengan Wilson.
apa harus di katakan lewat wireless yang besar agar telinga Diyana Sherry ini mendengar bahwa antara Fiona dan Wilson sudah lama bercerai secara sah..., jadi antara meraka sudah putus hubungan. lantas apa lagi yang ingin di bahas?
Fiona melanjut kan langkah nya hendak pergi tapi Diyana Sherry dengan sengaja menjegal kaki Fiona agar mantan istri Wilson ini terjatuh, lebih bagus nya lagi tersungkur.
namun di luar dugaan saat kaki Diyana Sherry memposekan untuk menjegal Fiona, malah Fiona menyadari nya dan dengan lihay menghindar lalu detik berikut nya Fiona malah balas menendang kaki Diyana Sherry dengan sangat keras !!!
"Aaaahh..." Diyana Sherry mundur beberapa langkah dengan teriakan kesakitan
kebetulan menejer Diyana Sherry Miss Ladika yang menyusul berpas-pasan melihat adegan itu, ia berteriak marah pada sosok Fiona
"hei nona, anda kurang ajar!" pekik Miss Ladika
ia memeriksa bagian kaki Diyana Sherry yang mulus tampak memerah bekas tumit heels Fiona yang barusan menendang nya
mata Diyana Sherry sudah berkaca-kaca, ia begitu sangat kesal karena tidak berhasil menjegal Fiona malah kebalikan ia yang kena tendang...
__ADS_1
Fiona sama sekali tidak mempedulikan kemarahan Miss Ladika sang menejer Diyana Sherry tersebut.
Miss Ladika berkata lagi dengan lantang
"Nona, tubuh seorang artis adalah aset. kau berani melukai nya, maka aku akan menuntut mu" ancam Miss Ladika dengan geram
"oh ya" seringai Fiona sinis
"kalau begitu silahkan tuntut, aku sangat menunggu nya. cctv ada di sana dan kita akan lihat siapa yang memulai semua nya" lanjut Fiona tajam.
mendengar penuturan Fiona, Miss Ladika merapatkan mulut nya, mingkem. bagaimana pun jika nona besar ini berkata demikian artinya dalam situasi ini artis nya memang di pihak yang bersalah.
Fiona segera melempar kan pandangan malas dan kesal nya pada dua orang pasangan artis dan menejer setia ini..., lalu Fiona segera pergi meninggalkan kawasan toilet tersebut kembali menuju ruangan acara
entah mengapa saat menendang tadi itu adalah wujud kekesalan dan kecemburuan Fiona pada artis muda ini
jika dulu Fiona tak pernah mau repot-repot cemburu pada Indah Kusuma itu di karena kan Fiona sadar sejak awal cinta Wilson memang untuk Indah kusuma, bukan untuk diri nya
Fiona tak mengerti apa yang membuat nya begitu cemburu dan marah. mengapa ia menjadi tak puas hati padahal sebentar lagi ia sendiri pun akan menikah dengan AL ghazaly Elvano.
🌵🌵🌵
🖤🖤🖤
ini sudah tiga minggu berlalu, sudah satu minggu pula Wilson berada di luar negara, hari ini pesawat nya baru saja mendarat di bandara untuk kembali ke tanah air.
__ADS_1
pernikahan AL ghazaly dan Fiona tinggal dua minggu lagi yang artinya tinggal menghitung hari dan itu membuat jantung Wilson makin berdenyut tak menentu.
Fiona akhir-akhir ini lebih banyak istirahat di kediaman Elvano. pekerjaan lebih banyak ia wakil kan pada asisten pribadi dan bawahan nya saja, karena Fiona juga lebih banyak harus di sibukkan untuk mengurus keperluan pernikahan dan lain-lain nya..
AL ghazaly kebetulan sedang berada di luar kota, ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan, dan juga AL ghazaly harus men-survey beberapa proyek lain nya misal nya ada yang belum rampung di kerjakan.
Fiona sedang memeriksa beberapa pekerjaan via email yang sedang di tangani oleh asisten nya. ia melihat ada satu pekerjaan yang masih belum sempat di lakukan dan harus di serah kan kepada salah satu departemen.
Fiona awal nya ingin menelepon bawahan nya tapi mengingat para bawahan nya juga cukup repot menghandle pekerjaan jadi nya Fiona mengurung kan niat nya
Fiona melirik arloji di pergelangan tangan nya, ini masih siang bila mendatangi departemen yang di maksud. lagi pula departemen ini juga masih di sekitaran Resque jadi tak ada salah nya jika ia keluar sebentar saja, Fikir Fiona.
tak akan memakan waktu yang lama jika hanya untuk mengurus satu dokumen tambahan yang singkat. setelah berfikir demikian Fiona segera mengemasi ponsel nya ke dalam tas kecil dan menenteng laptop yang berisi dokumen tambahan tersebut.
Fiona meraih blezer formal nya sebagai outher pakaian yang ia kenakan. saat ini Fiona mengenakan celana bahan hitam formal dan atasan putih lengan panjang sifon, jadi ia hanya perlu mengenakan outher di luar sebagai pelengkap pakaian nya untuk mendatangi departemen yang di maksud.
setelah bersiap, Fiona segera keluar meninggalkan kediaman Elvano. seperti biasa ia menyetir sendiri.
Wilson saat ini berada di perjalanan pulang dari bandara, ia sudah hampir setengah jalan untuk langsung menuju ke Santoso group.
karena ada urusan dan lain hal yang harus di kerjakan tadi saat supir khusus mejemput nya di bandara supir itu langsung pergi bersama asisten Danu ke lain tempat untuk mengurus beberapa hal, sedang kan Wislon memilih menyetir sendiri dengan mobil pribadi yang tadi di antar orang gaji.
Wilson berkendara sendiri menuju ke Santoso group, sesekali ia mengurut alis nya karena lumayan lelah oleh pekerjaan yang ia urus beberapa hari di luar negara.
iseng-iseng Wilson membuka chanel radio di mobil mewah nya, dan ia mendengar satu berita darurat yang mengejutkan..!!
di harap kan kepada seluruh warga Resque untuk jangan melewati kawasan jalan Bintar Revilia perapatan Bogen dan sekitar nya, karena hari ini ada tiga orang bandit yang kabur dari penjara dan mencuri beberapa senjata api milik petugas. saat ini para pihak berwajib sedang mengejar nya.
__ADS_1
beruntung nya Wilson sudah melewati jalan itu sekitar sejak lima belas menitan atau dua puluh menit yang lalu, saat ini Wilson sudah berada di jalan lain yang jauh dari tempat yang di maksud...tadi saat Wilson lewat di sana keadaan masih sangat baik-baik saja...
ini pun terhitung Wilson mengemudi dengan santai, mungkin jika lebih cepat maka hanya di butuhkan sepuluh menitan dari tempat yang dimaksud pembawa berita di radio....