KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 167


__ADS_3

tapi..tanpa di duga Fiona menjawab...


"baik.." kata Fiona singkat


"a-apa?" Wilson tidak siap dengan jawaban Fiona, ia ber-apa dengan sangat kaget


"kenapa kaget begitu?" tanya Fiona heran


"barusan kau-bilang..." Wilson tergagap


"kau minta aku untuk mencintai mu lagi, ya sudah aku akan mencintai mu lagi. kenapa ekspresi mu berlebihan begitu" kata Fiona cepat seraya menatap Wilson dengan heran..


bagi Fiona jawaban nya sudah serius dan mantap memang apalagi yang diri nya ragukan? di saat pria ini dua kali kritis, Fiona sadar kalau pria bernama Wilson Wijaya Santoso ini sangat lah berarti untuk nya, yah meski sebelum nya pria ini begitu jahat pada nya, namun entah kenapa? entah karena diri nya yang terlalu bodoh atau bagaimana namun kenyataan nya Fiona akui ia sangat sayang pada pangeran manja dan arogan ini.


tanpa Wilson sadari karena menatap Fiona terlalu lekat dan suprise dengan perkataan Fiona pula, air mata Wilson setetes bergulir di pipi dan Wilson buru-buru menghapus nya karena malu kalau sampai di lihat Fiona


namun Fiona sudah lebih dulu melihat nya, jadi Fiona meledek nya


"sudah jangan lebai,cengeng sekali sudah tinggi besar begitu masih saja suka menangis di depan wanita" celutuk Fiona seraya mengingat beberapa kali Wilson pernah menangis di hadapan nya.


Wilson tak peduli Fiona mengatai nya, yang jelas dia tak pernah menangis di depan wanita selain Fiona...


"aku hanya menangis di depan mu saja" kata Wilson datar


"oh ya..? wah terimakasih sekali tuan..aku tersanjung" balas Fiona formal dengan candaan...


kemudian ia mendekat ke arah Wilson dan menge--ccup lembut bibir sensual Wilson yang masih sedikit pucat itu.., Wilson awal nya kembali kaget namun saat Fiona akan mengangkat wajah nya, Wilson malah makin menarik pinggang dan kepala Fiona kedalam diri nya..dan memaa-gut bibir Fiona yang menawan itu dengan mesra..dan selanjut nya ciuu-mann mesra pun terjadi dengan begitu lembut dan panas di waktu yang bersamaan.


entah karena perasaan dan rasa lega yang di miliki masing-masing, tanpa sadar c!u--mman mereka telah berbaur dengan air mata...


kedua nya sama-sama menangis..


ini adalah cinta yang telah lama ada, telah ada di awal mereka jumpa namun seakan baru bersambut sekarang..., seakan hal yang menyesakkan dan tak terselesai kan begitu lama itu baru terbuka bendungan nya sekarang...


perasaan mereka mengalir satu sama lain seperti aliran air bah yang begitu sangat deras...


saat adegan c!u-man mesra sedang berlangsung, pintu di geser oleh Mecca yang datang seraya menenteng cemilan di ikuti suster di samping nya, dan saat pintu terbuka...


Jejeng.. !!!!


Mecca dan Suster terperangah sesaat, lalu Fiona buru-buru menjauh dari Wilson

__ADS_1


"ma-maaf.." kata suster terbata seraya maju untuk menyuntikkan obat pada selang infus Wilson


Mecca sama sekali tidak meminta maaf ia hanya memandang datar pada Wilson dan Fiona yang kelihatan tak enak hati..


dalam hati nya Mecca ingin tertawa keras, apa yang sedang di lakukan mantan suami istri ini berc!uman dengan begitu sangat mesra..


setelah suster keluar, suasana masih terasa canggung. benar-benar tidak enak


krik,krik,krik


akhir nya Mecca membuka suara untuk menetral kan kecanggungan yang terjadi di ruangan tersebut..


"Fiona kau sudah lama datang? ayo kita ke depan makan cemilan,ini aku ada beli banyak" Mecca bertanya sekaligus menawarkan


belum sempat Fiona menjawab, Mecca sudah menarik tangan Fiona keluar dari ruangan perawatan tersebut.


setelah pintu tertutup dari luar, hanya tinggal Wilson sendiri..


dalam kesendirian nya Wilson senyum simpul sendiri, rasa nya ia ingin cepat-cepat sembuh agar bisa segera pulang dan melewati hari-hari nya bersama Fiona


sumpah, Wilson masih merasa kalau seakan-akan semua yang terjadi barusan adalah mimpi. ia sampai-sampai mencubit lengan nya nya sendiri dan ternyata itu terasa sakit.


Sementara itu Fiona dan Mecca di luar ruangan, mereka duduk di kursi panjang yang Mecca duduki sebelum ia pergi mencari makanan tadi


Mecca membuka bungkusan makanan, tapi ia melihat Fiona diam saja


"sudah lah, anggap aku tidak lihat apa-apa" kata Mecca mencairkan suasana yang kaku


"bukan..." kata-kata Fiona menggantung, ia malu sekali adegan barusan di lihat Mecca dan yang lebih parah nya lagi di pergoki suster rumah sakit.


Mecca tiba-tiba terkekeh...


"kalian ini benar-benar lucu" komentar Mecca


"tidak apa-apa, itu bagus. jika sudah begini maka perdamaian dunia akan menjadi nyata" lanjut Mecca lagi


Fiona tertawa nyengir...


"kau berselingkuh dari AL ghazaly?" tanya Mecca asal jeplak


"heh.." Fiona kaget

__ADS_1


"aku tidak melakukan nya" Fiona ngamuk-ngamuk "kau akan menikah tapi malah berciuman dengan kak Wilson, bukan kah itu selingkuh" cecar Mecca lagi


"pernikahan itu sudah di batalkan" kata Fiona cepat


Mecca terdiam beberapa saat, mata sipit nya sedikit membesar karena kaget


diam....tak bersuara, hanya mata mereka berdua yang saling beradu untuk beberapa saat..


"oh begitu" kata Mecca enteng


"ya sudah, menikah lagi saja dengan kak Wilson" lanjut nya lagi dengan enteng


"apa..?" Fiona sedikit kaget, dia tak memikirkan secepat itu..balikan lalu menikah lagi


ia jadi tulalit dan telmi dalam waktu bersamaan. perkataan Mecca ada benar nya bukan? jika ia baru saja berjanji pada Wilson untuk mencintai lagi itu arti nya mereka baru saja balikan bukan? lalu mereka berc!--umann? itu arti nya mereka pacaran lagi? kalau sudah begitu mana mungkin harus menunggu lama? Wilson pasti akan mengajak nya menikah...Fiona merutuki betapa bodoh nya ia kelamaan mikir.


apakah ia akan menjadi istri Wilson lagi?


Fiona merasa kejadian barusan terjadi begitu cepat, apakah ia terbawa suasana?


tidak, tadi itu Fiona merasa ia bertindak dan berkata mengikuti hati nya


Fiona tau dan sadar dia sangat mencintai Wilson lebih dari apa pun itu


tiba-tiba Fiona tersenyum-senyum sendiri dan itu membuat Mecca takut


"Fiona, kamu kenapa sih?" kata Mecca seraya memegang tengkuk nya sendiri, mana hari udah mulai berangsur malam di tambah rumah sakit sepi lagi, hiiii


"gak apa-apa" Fiona masih senyam senyum, raut wajah nya nampak sangat cerah


Mecca menatap nya seraya menggedik kan bahu dengan ekspresi seram


entah lah Fiona pun tak tau, yang jelas saat ini hati nya sangat berbunga-bunga sekali...


cinta yang telah lama ada dari awal jumpa, lalu makin bersemi setiap hari nya tiba-tiba harus di paksa pupus oleh keegoisan...


lalu cinta yang kuat itu terus tumbuh dan menjalar ke bawah walau di paksa dan di tekan dari permukaan hati, cinta itu makin berakar dan kuat


dan di saat ia kuat, ia keluar menabrak paksa sesuatu yang terus menekan nya selama ini


saat ini cinta itu telah berdiri kokoh dengan sangat kuat tanpa ada yang sanggup menekan nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2