KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 107


__ADS_3

bagaimana Fiona tidak terperangah dengan kemunculan makhluk satu ini. apa lagi sudah nyata-nyata ini adalah Wanna bukan Resque. walau pun bukan hal yang sulit dan mengherankan untuk seorang Wilson datang dan pergi ke kota Wanna namun tetap menjadi pertanyaan mengapa di pukul sepuluh malam begini tau-tau ia malah secara tiba-tiba muncul di sini?


"ah,, di luar dingin sekali.." keluh nya sebelum Fiona melontar kan pertanyaan lebih lanjut


"mau apa kau kesini?" tanya Fiona dengan alis tertaut masih dengan mode keheranan menatap Wilson yang mulai menggosok kedua belah telapak tangan nya sendiri agar terasa lebih hangat


"bisakah kau tutup pintu nya dulu, ini sangat dingin" pinta Wilson menunjuk pada pintu masuk apartemen yang masih terbuka di belakang Fiona


Fiona menggeleng perlahan, entah apa yang sedang di rencanakan makhluk bernama Wilson Wijaya Santoso ini sekarang. sebelum Fiona membuka suara lagi, Wilson lebih dulu berkata


"mengapa kau dan teman-teman mu lama sekali, aku lelah dan kedinginan menunggu di luar, mengesalkan" keluh nya pada Fiona seakan sebuah protes. dari kalimat yang Wilson lontarkan dapat di simpulkan kalau pria bermarga Wijaya Santoso ini sudah menunggu sedari tadi di luar, hanya entah berapa lama nya saja yang tidak di ketahui.


benar sekali,setelah siang tadi bertemu dengan Rico Hasben di Resque, mendengar rencana Rico Hasben yang ingin mengejar Fiona..dalam diri Wilson sudah tak tahan lagi...setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan akhir nya ia langsung pergi ke Wanna tanpa kembali ke kediaman nya dahulu. murni dari Santoso Group langsung menuju kota Wanna. dia sampai di apartemen pribadi Fiona sekitar pukul tujuh dan menunggu hingga sekarang, lumayan cukup untuk membuat ujung jari jemari nya terasa membeku.


awal nya ia ingin langsung menekan bel tapi suara ramai tawa dan teriakan para teman-teman Fiona itu samar-samar terdengar sampai keluar, jadi nya Wilson memilih menunggu di sudut yang lumayan sepi.


"memang nya siapa yang menyuruh mu menunggu,apa perlu mu dengan ku" balas Fiona datar


"aku ingin bicara" kata Wilson cepat


Fiona tersenyum di sudut bibir nya, apa yang masih harus diri nya dan Wilson bicarakan. mereka bahkan bukan rekan dalam pekerjaan dan untuk urusan pribadi mereka sama sekali tidak punya hal yang harus di rundingkan lagi bukan?

__ADS_1


"tidak ada hal yang perlu kita bicarakan" kata Fiona


"aku ada" balas Wilson dengan tatapan wajah arogan nya, entah kenapa hingga kini Wilson masih terus bertingkah semau nya.


"keluar lah..." usir Fiona


"tidak" Wilson menolak cepat


"keluar sekarang atau aku panggil security dan sekalian melaporkan mu kepada yang berwajib atas tuduhan masuk ke rumah orang lain tanpa izin" ancam Fiona tanpa basa basi


sesaat suasana diam...tak ada yang bicara, detik berikut nya Wilson mengangkat alis nya yang menawan dan bangkit dari sofa, seolah setuju dengan suruhan Fiona yang menyuruh nya keluar, seakan ancaman Fiona barusan mempan pada Wilson.


kaki panjang Wilson melangkah ke arah pintu keluar yang memang masih sedikit terbuka, detik itu juga Fiona merasa lega karena si pengganggu ini akan segera pergi, namun kelegaan Fiona tidak bertahan lama karena sampai di depan pintu apartemen Wilson bukan nya keluar tapi ia malah dengan cepat menutup pintu apartemen tersebut dengan rapat dari dalam !!


"Wilson lepaskan, atau aku teriak sekarang...!" pekik Fiona dengan berang


"teriak lah, jika Tante Ziviliya tak berarti lagi buat mu" balas Wilson mantap, dia tahu Fiona tak akan setega itu sampai membuat nya sebagai seorang penjahat, karena jika besok nama Wilson Wijaya Santoso muncul di berita dengan citra yang tidak baik maka orang pertama yang terkena imbas adalah Tante Ziviliya


s!a-lan batin Fiona, bisa-bisa nya pria bernama Wilson ini begitu licik membawa Tante Ziviliya dalam tujuan pribadi nya sendiri. bagaimana bisa ada orang se-bajingan ini ? Fiona mengatur nafas, menahan amarah nya yang di rasa nya mulai terasa memuncak di kepala nya saat ini


ya, benar Fiona tak akan secepat itu bertindak, dan lagi pula ia tak selebai itu sampai membuat seorang Wilson jadi penjahat hanya karena hal seperti ini yang ia yakini ia pun bisa mencoba menyelesaikan nya.

__ADS_1


"apa mau mu, Wilson?" tanya nya datar namun dapat di rasa kalau Fiona benar-benar kesal dengan cara Wilson Wijaya Santoso ini bersikap


"mari kita bicara" kata Wilson lagi


suasana kembali diam, apa lagi yang mau pria ini bicarakan dengan nya, Fiona benar-benar sudah sangat muak di buat nya


"tolong,,lepaskan aku, Wilson..." pinta Fiona perlahan, dia sudah malas ribut dan ribut dengan manusia satu ini, benar-benar capek sekali.


"baik..., akan tetapi ada syarat nya" kali ini Wilson mencoba bernegosiasi, seraya berkata dia dengan licik nya mengerat pelukan dan diam-diam meresapi harum rambut mantan istri nya ini lewat ujung hidung mancung nya yang tegas dan maskulin itu...


Fiona merasakan pergerakan tersebut, bohong kalau ia tak bergidik menerima sentuhan seperti itu dari Wilson, sejak awal orang yang paling pernah menyentuh seluruh anggota tubuh nya dengan intim dari ujung rambut hingga ke ujung kaki hanyalah Wilson Wijaya Santoso ini seorang, belum pernah orang lain..!!


"aku punya dua pilihan untuk mu" kata Wilson "pilihan pertama aku lepaskan pelukan ini tapi kau tidak boleh mengusir ku dan mari kita bicara, pilihan kedua kita akan tetap dengan posisi pelukan seperti ini, aku tak akan melepas nya sampai kau tertidur, lalu aku akan menggendong mu ke kamar setelah itu aku akan tidur di samping mu hingga besok, bagaimana?" tawar menawar Wilson terkesan licik


Fiona mendengus, mengapa dua-dua pilihan terdengar menguntungkan untuk Wilson dan sama sekali tidak ada pilihan yang baik untuk nya? Fiona hanya bisa pasrah, ia faham sejak awal Wilson sama sekali tidak berniat bernegosiasi dengan nya namun sejak awal pria ini datang kemari adalah untuk memaksa nya.


mengapa sejak dulu pria ini selalu dengan kejam memaksa diri nya semau dan sesuka hati sang pria. mengapa? mengapa sejak dulu pria ini tidak memikirkan sedikit pun perasaan nya, tidak memikir kan secuil pun tentang kepentingan nya. apakah sang pria tidak merasakan tenang dalam hidup jika tidak berusaha menyiksa nya lagi dan lagi.


Wilson yang berada di belakang tubuh Fiona sebetul nya wajah nya lumayan sedih dan tersiksa ,jika saja Fiona bisa melihat nya...sayang nya posisi pria ini di belakang nya, hingga apa yang terlihat di raut Wilson saat ini Fiona tidak bisa melihat nya.


wajah Wilson yang terkesan sedih seperti itu adalah karena rasa bersalah nya pada sosok Wanita yang di peluk nya saat ini,,, dalam sedih hati nya Wilson membatin dengan lirih...

__ADS_1


"Fiona maaf..aku hanya sedang berusaha mendapat kan mu lagi..menarik mu kembali lagi ke sisi ini, namun...kalau aku tidak bisa menarik mu maka aku akan menekan mu..."


__ADS_2