
sekembali dari toilet, Fiona bersama Asisten Kartika dan Ceo Dian Rahayu bergabung kembali bersama Tuan Johny Prem dan yang lain nya.
perjamuan telah selesai, kini mereka ke sepuluh orang itu menuju ruangan khusus yang tersedia di ruangan Vip itu juga, sejenis bar kecil untuk mereka sekedar minum-minum sebentar.
saat yang lain nya sibuk dengan jamuan minuman,Dirly melirik ke arah Fiona yang terus di pepet oleh asisten Kartika sejak tadi, hingga Dirly tidak ada kesempatan untuk mendekati Fiona, sangat menyebalkan..itu lah yang di fikir kan oleh Dirly sejak tadi hingga saat ini.
Dirly berfikir hanya perlu menyingkirkan Asisten Kartika ini, tapi entah bagaimana cara nya.
tiba-tiba Dirly punya akal, memang nya siapa yang tidak akan tergoda dengan pesona seorang Dirly Bintara Santoso?
Dirly pun segera menggeser posisi duduk nya ke samping Asisten Kartika yang sedang sibuk berbincang dengan Fiona itu
sejak Awal Kartika sama sekali tidak tahu, sosok yang di waspadai oleh Krishna George adalah si tampan Dirly Bintara Santoso ini. ia hanya mendapat perintah selalu berada di dekat Fiona, jangan biarkan ada pria yang mencoba mendekati takut nya itu pendekatan dengan tujuan yang tak baik, hanya itu. mungkin jika saat ini Dirly langsung mendekati Fiona pastilah Kartika langsung melakukan apa yang seperti Krishna George sang atasan perintah kan pada nya, namun bagaiman jadi nya jika yang di dekati Dirly malah diri nya sendiri. bagaimana ia sanggup menahan pesona seorang Dirly Bintara Santoso yang sebelas dua belas menyamai pesona Krishna George atasan nya. wah itu sangat mustahil untuk seorang kartika kan?
Dirly mulai merayu kartika dengan kata dan perbuatan agar asisten cantik ini terbuai dan melupakan tugas nya dari Krishna George.
sedang kan Fiona yang melihat kelakuan Dirly yang terus merayu Kartika merasa kalau saat ini sifat murahan Dirly mulai kumat lagi, hanya saja Fiona tidak tau kalau mangsa Dirly sesungguh nya justru adalah dia Fiona sendiri.
__ADS_1
🥃🍻🍺
setelah beberapa saat berlalu Kartika mulai banyak minum karena terus di cekoki Dirly, sedang kan Dian Rahayu dan beberapa relasi pria lain nya termasuk Tuan Johny pram mulai terkantuk-kantuk efek minuman yang mereka tenggak. Direktur Nia bahkan sejak tadi sudah tak sadarkan diri dan sebelum nya sudah meminta asisten nya untuk menjemput. kelihatan nya para orang-orang di sini tak akan pulang sendiri, pasti mereka masing-masing akan pulang dengan secara di jemput orang-orang nya jua.
namun Fiona sejak tadi hanya minum sedikit, ia bahkan belum menghabis kan satu gelas milik nya..ia cukup waspada karena di sini di antara para relasi yang hadir ada seorang predator yang selalu mengintai nya sejak lama, dia adalah Dirly Bintara Santoso.
sedangkan Dirly yang biasa nya sangat senang dengan minuman, malam ini ia harus lebih menahan diri..karena mangsa nya malam ini tidak boleh lepas lagi. jika dia mabuk, maka ia tidak akan bisa dengan bebas melakukan hal yang ia ingin kan sesuka hati nya pada Fiona.
Kartika mulai meracau dan terbaring di pundak Dirly, perlahan Dirly menggesar tubuh Kartika yang bergelayut pada nya ke sandaran Kursi.
Fiona mulai mengambil ponsel nya di dalam tas, hari sudah lumayan larut Walau ini masih di Resque namun Fiona cukup Waspada pada pria bernama Dirly ini, apalagi sejak tadi kelihatan nya pria tersebut tidak terlalu banyak menenggak minuman dan seperti sedang mengawasi diri nya. saat Kartika mulai mabuk namun Dirly sama sekali tidak apa-apa di saat itu lah Fiona mulai menyadari tujuan Dirly adalah diri nya.
Dirly menatap Fiona yang mulai membuka ponsel, ia memang tidak minum banyak, namun pengaruh minuman membuat nya lumayan pusing dan berhayal tentang yang mee-sum juga. apalagi melihat kaki jenjang Fiona yang saat ini duduk menyilang, Dirly menatap Fiona dari posisi menyamping...Wanita itu semakin menarik hati nya. Dirly tak tahan melihat tubuh Fiona yang pasti pas dalam pelukan nya itu,,dan kaki ramping Fiona yang mengenakan skinny Jeans itu benar-benar sangat menggoda nya...
dan saat Fiona mulai sibuk dengan ponsel nya dan baru akan menelepon, Dirly tiba-tiba sudah berdiri di belakang sandaran kursi Fiona dengan posisi merunduk dan wajah Dirly tepat di ceruk leher Fiona, hal itu tentu saja mengejut kan Fiona dan sontak menoleh ke samping arah kepala Dirly berada, dan di saat itu lah tanpa Fiona sadari satu tangan Dirly memasukkan sedikit serbuk ke dalam minuman Fiona dan ssshhh mencair seketika bercampur merata bersama minuman Fiona.
Fiona yang mendapat perlakuan in-tim dari Dirly seperti itu langsung spontan menghindar..., dan Fiona saat itu juga langsung melotot tajam ke arah Dirly.
__ADS_1
sebelum Fiona marah dan melontar kan kata-kata, Dirly dengan cepat berkata dengan canda
"slow..presdir Victoria Elvano, aku hanya sedang mengejut kan mu saja karena kelihatan nya kau begitu sibuk sendiri" goda Dirly dengan senyuman menawan di wajah nya tampan nya.
Fiona kembali duduk namun kali ini di sofa yang lain di sebelah nya, walau kelihatan nya saat ini Dirly terkesan jinak dari biasa nya namun tetap saja Fiona harus tetap waspada dan berhati-hati...
Dirly memang santai dan tidak tergesa-gesa karena tujuan nya tadi telah selesai, menabur kan serbuk ke dalam minuman Fiona...
dan entah mengapa atau kah malam ini dewa keberuntungan sedang berpihak pada Dirly, Fiona kembali menenggak minuman milik nya itu dengan perlahan beberapa kali tegukan.., sorot mata Dirly menatap nya dengan berbinar seperti rasa puas.
bagaimana Dirly tidak puas? itu adalah serbuk obat perang--sang, benar serbuk itu adalah serbuk yang memang sering di persiap kan Dirly untuk bermain-main dengan wanita agar kadang kala permainan lebih terasa hot dan berbeda. Dirly tak menyangka malam ini membawa serbuk ini malah sangat teramat berguna.
Fiona yang sejak tadi hendak menelepon menjadi tertunda gara-gara Dirly jadi ia hendak bangkit pergi dari ruangan seraya menenteng tas di tangan nya dan siap menelepon kembali, namun tiba-tiba kepala nya terasa pusing...perasaan dia tidak minum banyak, bahkan satu gelas sama sekali tidak di habis kan tapi mengapa...
"ah..." Fiona memegang kepala dan kembali terduduk di Sofa, ponsel dan tas nya juga perlahan terlepas di meja sofa di hadapan nya.
Fiona merasa kan hal aneh di tubuh nya, ada rasa panas dan sesuatu kegelisahan yang sangat tak ia mengerti..., Dirly yang tau kalau serbuk tadi mulai bekerja di dalam tubuh Fiona jadi Dirly hanya terus mengamati pergerakan Fiona dengan ekspresi yang tenang...
__ADS_1
Sementara itu di lain ruangan...di bagian Bar, tempat Wilson bersama rekan-rekan nya sedang bersenang-senang.., entah mengapa sejak tadi perasaan Wilson merasa tidak enak jika mengingat Fiona, padahal tadi terakhir saat melihat wanita itu di koridor, Wilson merasa kesengsem tak karuan, tapi mengapa sekarang seakan ada yang aneh dengan filing nya? Wilson tiba-tiba merasa seperti ada kekuatiran yang besar di dalam hati nya pada Fiona. Ada hal apa?