KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 164


__ADS_3

saat ini Fiona sedang mengemudi untuk menuju rumah sakit, ada banyak kembimbangan dan keraguan di hati nya yang membuat Fiona akhir nya berhenti mengemudi dan menepikan mobil nya di bahu jalan


di dalam mobil di depan setir kemudi,Fiona terdiam cukup lama..entah apa yang sedang di fikir kan nya saat ini. berkali-kali terdengar Fiona menghela nafas nya, di dalam dada nya terasa sebak dan sangat teramat menyiksa.


pembicaraan nya pada AL ghazaly barusan membuat Fiona bingung, ia tak tau apa yang mesti di lakukan selanjut nya..?


bahkan Fiona yang awal nya terburu-buru hendak ke rumah sakit malah saat ini terbengong di dalam mobil nya di tepi jalan.


apa benar yang AL ghazaly katakan kalau pilihan nya sekarang masih belum benar?


Fiona malah bingung dan bertanya pada diri sendiri, apakah diri nya ini masih ada tersimpan keinginan lain nya namun malah berusaha melawan nya agar tidak tembus sampai ke permukaan hati nya.


apakah ia selama ini terus-terusan menekan keinginan itu ke dasar hati nya yang paling dalam agar tidak muncul keluar.


sebegitu kejam kah ia pada diri nya sendiri, Fiona jadi tak tahan pada diri nya sendiri..., selama ini apakah ia berusaha melawan diri sendiri? kelakuan ini tampak seperti menusukkan belati ke dalam dada sendiri, sangat sakit...


💖💖💖


sementara itu di rumah sakit, Wilson bertanya-tanya mengapa Fiona tidak datang dan menghubungi nya. bukan kah menurut orang-orang Santoso yang ia utus ke kediaman Elvano beberapa kali ini kalau Fiona sudah tiba di tanah air hari ini. tapi mengapa Wanita itu tidak ada kabar, padahal Wilson dalam tidur nya selalu mendengar Fiona yang terus menangis dan terus memanggil nama nya...


apakah itu hanya mimpi dan halusinasi karena terlalu mencintai Fiona? Wilson memijat pangkal hidung nya berkali-kali. andai saja keadaan nya sudah di berikan dokter keluar dari perawatan rumah sakit,maka ia akan segera menemui Fiona.


Wilson tak akan mengulur-ulur waktu lagi, rindu sekali.., jika sebelum nya ia seperti tak ada keberanian lagi menemui Fiona karena takut mengganggu dan membuat wanita itu lagi-lagi dalam situasi bahaya dan tak mengenakkan maka Wilson sadari Fiona malah terancam bahaya hari itu jika ia tak datang tepat waktu.

__ADS_1


Wilson sangat rindu pada senyuman manis Fiona yang walau kadang kala senyuman manis itu saat di tujukan pada Wilson malah terlihat sangat angkuh dan dingin. tapi bagaimana lagi Wilson sadar sejak awal ia sudah sangat kecanduan pada sosok Fiona.


pintu rumah sakit bergerak, Wilson menatap ke pintu..lamunan nya terbuyar seketika.


siapa kah yang datang? Wilson sangat berharap sosok Fiona yang muncul namun ternyata Mecca yang datang dengan membawa bungkusan makanan yang bagus dan apik di tangan nya...


Wilson menelan ludah kecewa, lalu bersuara lirih


"kenapa Fiona tak juga datang...?" kalimat ini meluncur begitu saja dari mulut Wilson


"astaga.." keluh Mecca seraya mengambil tempat duduk di kursi samping ranjang


"dasar abang sepupu yang durhaka, aku menyempatkan diri datang kemari tapi dia bahkan tak menyapa ku malah bertanya Fiona" ledek Mecca, sebetul nya ini tak sampai ke hati..Mecca juga mengerti kalau Wilson menanyakan tambatan hati sekaligus belahan jiwa nya..,namun ledekan Mecca barusan adalah sekedar bentuk dari penghiburan nya untuk Wilson agar tak terlalu kecewa karena Fiona belum juga datang setelah kembali ke tanah air. kalau Mecca berfikir positif saja, hari ini baru mendarat pasti Fiona butuh istirahat sebentar untuk mendapatkan tenaga ekstra lagi setelah di sibukkan dengan pekerjaan di luar negara.


Wilson hanya diam, seraya melihat Mecca yang mulai sibuk memindahkan makanan yang di bawa nya ke dalam mangkuk yang ada di laci samping ranjang Wilson.


itu adalah bubur ayam khas china.


Mecca membuat nya sendiri, dulu saat ia sesekali sibuk mengurus resto milik Santoso Group ia berteman dengan salah satu juru masak utama wanita yang masih cukup muda, lebih tua beberapa tahun saja dari Mecca.


Mecca tertarik dengan menu bubur ayam Khas china ini dan ia mempelajari nya lewat wanita sang juru masak utama tersebut..,


bahan nya juga memang tidak banyak, bahan utama nya juga hanya dada ayam, angciu,minyak wijen dan kecap asin, selebih nya dengan bumbu ramuan khusus yang di ajari oleh sang juru masak tersebut, dan menghasilkan bubur ayam khas china yang sangat lezat.

__ADS_1


"astaga..kakak sepupu,kenapa kau sangat suka masuk ke rumah sakit akhir-akhir ini" celutuk Mecca tanpa menoleh, hanya tetap sibuk fokus dengan bubur yang ia siapkan.


selanjut nya Mecca mengambil sendok dan mulai menyuapi Wilson, pria itu hanya manut saja membuka mulut nya menerima bubur yang di suap kan Mecca


"Fiona sedang sibuk, dia akan datang saat tidak sibuk lagi" kata Mecca karena melihat raut Wilson yang nampak tertekuk walau pun bubur yang Mecca suapi tetap di terima nya


"Fiona sudah cukup lelah merawat dan menjaga mu setiap hari, dia terus berusaha membangun kan mu tapi kau malah tidak bangun-bangun dasar pemalas..." lagi-lagi Mecca meledek, sebetul nya jika Wilson sehat seperti biasa ia tak akan seberani ini pada si kaisar termulia yang menakutkan se keluarga Santoso ini. aura nya Wilson si abang sepupu bahkan seakan lebih tinggi dan besar dari kakek mereka yang telah tiada yaitu Tuan besar Santoso.


"Fiona menjaga dan merawat ku?" Wilson hampir tersedak bubur di dalam mulut nya.. karena mendengar kenyataan yang Mecca katakan barusan..


Wilson memang tak tau jika Mecca tak memberitahu, di tambah lagi sejak ia siuman baru hari ini bertemu Mecca dengan durasi lebih santai seperti ini...dan lagi orang lain yang menjaga nya sangat jarang terlibat pembicaraan panjang dengan Wilson kecuali Mecca dan Zikran yang selalu ngomong asal dan semau nya, namun sejak dulu mereka berdua pula lah yang sering menjadi korban sasaran uring-uringan nya Wilson.


hanya saja mengenai permasalahan Wilson dan Fiona, Mecca lebih tau dan Zikran tak tau apa-apa. Zikran bahkan masih bingung hingga kini kenapa Wilson mencerai kan Fiona lalu kemudian malah mati-matian mengejar lagi. Zikran itu pintar tapi dalam urusan mendalam begini, otak nya malah tidak sampe ha ha...


"tentu saja Fiona merawat mu" kata Mecca, ada binar di mata Wilson


"Fiona pasti nya merasa bersalah karena kau menahan peluru untuk nya hingga menjadi seperti ini, iya kan.." lanjut Mecca lagi, jangan ge er...batin Mecca jahil


terlihat seketika binar di mata Wilson menyusut, Mecca bisa melihat perubahan pada raut Wilson tersebut.


betul juga, batin Wilson...awal nya tadi ia mengira kalau Fiona terus menjaga nya karena wanita itu menyayangi nya tapi ternyata karena balas budi saja ya...


dalam hati nya Mecca tertawa senang, ia sengaja berkata semau nya..mumpung abang sepupu yang arogan ini sedang sakit. sekarang adalah saat nya pembalasan batin Mecca ho ho ho ho..

__ADS_1


pintu masuk bergerak dari luar, Wilson dan Mecca serentak menoleh untuk melihat siapa yang datang...


__ADS_2