
Wilson melirik Fiona di tempat tidur, wanita itu nampak tidak begitu sadar kan diri..., entah apa yang telah Dirly berikan dan lakukan pada Fiona kali ini. wilson merasa sangat geram...
Dirly yang juga merasa kesal pada Wilson detik itu juga Dirly langsung balas menyerang Wilson, jadi lah sekarang dua sepupu ini bentrok,adu jotos satu sama lain dengan sangat brutal..!!
bunyi barang-barang jatuh di dalam kamar membuat Fiona terusik dan mulai menggeliat di atas ranjang, dan saat itu pula satu pukulan terakhir dari Wilson menjatuh kan Dirly. bagaimana pun sejak mereka kecil dulu hingga remaja dan dewasa saat mereka bentrok seperti ini maka kalau bukan hasil pertandingan nya seri maka Wilson lah menjadi pemenang nya. istilah nya belum pernah Dirly yang menjadi pemenang nya, jika bukan karena seri...
sejak dulu Dirly memang belum pernah bisa mengalahkan kakak sepupu nya ini baik secara bidang apa pun juga. namun dia tidak pernah iri, hanya terus merasa penasaran saja pada Wilson. seperti yang kita tau kalau satu-satu nya hal yang membuat iri Dirly pada Wilson adalah saat Wislon mendapat kan hak menikahi seorang Fiona, itu saja.
melihat Dirly yang sudah jatuh tak berdaya di samping nakas di sudut pintu,Wilson segera berlari mendekat ke arah ranjang menghampiri Fiona yang mulai meracau dan menge-rang tak tentu...
"Fiona..." panggil Wilson, dan entah mengapa walau tak tau dari mana asal suara yang memanggil nya itu...suara milik Wilson itu membuat Fiona makin tak karuan dan desakan di dalam tubuh nya makin menjadi, suara milik Wilson seakan sebuah magnet untuk Fiona, apalagi di saat seperti ini..., jadi nya Fiona pun merii-ntih pelan...
Wilson bukan nya bodoh, ia tentu dapat menangkap gelagat.. apa yang Dirly lakukan pada Fiona, hingga sampai wanita ini berubah menjadi seperti sosok wanita murahan yang sedang mengharap kan kehangatan dari tubuh pria...
Wilson beralih menatap ke arah Dirly dengan berang, meminta kejelasan. Dirly yang sudah terkapar mengangkat sedikit kepala nya seraya tertawa mengejek dan terbatuk-batuk dengan wajah babak belur dan darah di sudut bibir nya,, ia menyeringai dengan gigi yang nampak sedikit merah akibat darah yang timbul karena luka di bibir nya...
Dirly terkekeh dan berkata
"hanya sedikit pil perang-saang" tawa nya seraya terbatuk-batuk
"baji ngan..." umpat Wilson dan bersiap bangkit untuk menghajar Dirly lagi, namun suara Fiona yang samar menghentikan nya....
__ADS_1
"panas,,,ah...aku kepanasan..." suara Fiona terdengar dengan mata yang masih terpejam seperti sebuah rinn tihan permintaan...
Wilson tidak bisa mengizin kan orang lain melihat keadaan Fiona yang seperti ini, apalagi kepada Dirly. jadi Wilson buru-buru mengangkat tubuh ramping Fiona dengan lengan kokoh nya, hendak membawa Fiona pergi. sebentar saja tubuh Fiona sudah Wilson angkat dengan mudah nya. setelah melirik tas milik Fiona di atas nakas samping tempat tidur Wilson pun langsung menyambar nya juga.
"aku tak akan memperpanjang kejadian malam ini, karena saat keluarga Elvano mengetahui apa yang kau lakukan pada Fiona maka ini sama saja menyeret keluarga Santoso ikut di dalam nya..." kata Wilson ,karena bagaimana pun Dirly tetap lah generasi santoso Group.
Lalu Wilson melanjut kan...
"tapi jika kau ulangi, maka aku yang akan langsung membuat perhitungan dengan mu, aku bahkan mungkin saja bisa langsung membunuh mu" ancam Wilson dengan tegas.
Dirly hanya terkekeh mendengar nya
Wilson tak ingin berlama-lama karena akan membuat nya semakin emosi pada Dirly, jadi Wislon segera membawa Fiona keluar dari ruangan tersebut dan segera menuju keluar dari gedung club elite tersebut.
"panas...panas..." keluh Fiona, dengan suara manja dan mata yang masih terus terpejam
Wilson terkesiap sesaat, munafik jika ia tidak tergoda melihat penampilan Fiona yang seperti sekarang. jika di turutkan mungkin bisa ia tindih langsung mantan istri nya ini di mobil ini juga. tapi itu tak mungkin Wilson lakukan..
bukan nya Wilson tidak senang dengan sikap Fiona yang sangat Se ksih seperti barusan namun Wilson juga tahu Fiona sedang di bawah pengaruh obat. perasaan Wilson pada Fiona bukan hanya naff su semata tapi Wilson sangat mencintai Fiona jadi ia tak mungkin ambil kesempatan dalam hal ini. saat ini ia malah merasa kasihan dengan Fiona yang terlihat sangat tersiksa.
Wilson akhir nya memutus kan membawa Fiona ke Evenil Garden. karena kalau ke Kediaman utama Wijaya Santoso bukan lah ide yang bagus. apalagi ke hotel? tidak mengesan kan hal baik saat di pagi hari seorang presdir wanita keluar dari hotel walau tak ada yang dilakukan apalagi sang presidir memiliki tempat kediaman yang lebih nyaman di Resque itu juga.
__ADS_1
sebelum membawa Fiona, Wilson membuat pesan melalui ponsel Fiona ke keluarga Elvano bahwa Fiona menginap di rumah teman nya, tidak sulit karena mengingat kebiasaan Fiona yang memang selalu sibuk dengan pekerjaan di luar. karena bila mengabarkan yang sesungguh nya ke Keluarga Elvano, urusan nya akan runyam melihat keadaan Fiona yang seperti ini, keluarga Elvano akan marah apalagi yang terlibat adalah generasi keluarga Santoso sendiri yaitu Dirly..maka sudah di pastikan urusan akan sangat runyam, keluarga Elvano akan marah terutama AL ghazaly Elvano sang pemilik Elvano Group itu sendiri.
jika di fikirkan sebetul nya akan lebih baik Wilson membiarkan saja Dirly di bunuh oleh AL ghazaly tapi Wilson masih memikirkan perasaan Tante Lavenia juga.
💜💜💜
Wilson sudah sampai di Evenil Garden, ia menggendong tubuh Fiona masuk ke dalam kediaman Evenil Garden, Barda sang kepala pengurus rumah melihat kedatangan Tuan nya hanya diam saja saat melihat siapa sosok yang di gendong oleh sang Tuan.
Barda tak mungkin tak mengenali lagi mantan Nyonya Rumah ini, Nyonya Fiona. namun Barda tidak mengatakan apa-apa, privasi Tuan nya sejak dulu sama sekali bukan urusan nya.
Wilson membawa Fiona ke lantai atas dan membaringkan nya dengan hati-hati di ranjang kamar utama yang dulu pernah menjadi kamar mereka berdua saat masih menjadi suami istri itu...
namun baru saja Wilson selesai meletak kan Fiona dan bersiap bangkit dari ranjang, tiba-tiba Fiona membuka kedua mata nya yang masih tampak meredup tersebut, Fiona tiba-tiba menarik kemeja Wilson dan tangan ramping halus nya bergelayut di leher Wilson dengan tatapan yang seakan merayu...
"Wil...son.." panggil Fiona setengah berbisik dan seakan men de sah
"ternyata memang kau..."kata Fiona tepat di depan Wajah Wilson, jarak wajah mereka saat ini sangat dekat bahkan Wilson dapat merasakan lembut nafas Fiona yang menyapu wajah nya.., saat ini Wilson kesulitan mempertahan kan dan mengontrol diri tapi Wilson dengan kuat mengusaha kan nya.
Wilson yang jelas-jelas sedang di landa kesulitan bertahan, malah tiba-tiba Fiona makin mendekat kan wajah nya ke arah Wilson
c-u-p...
__ADS_1
satu kecupan mesra terjadi, Wilson melotot kan mata nya menatap wajah cantik Fiona yang terpejam tepat di hadapan wajah nya, dan yang paling mengejutkan bibir cantik itu saat ini sedang menaut bibir sen--sual milik nya !!!