
setelah selesai berbicara dengan teman sosialita nya Via seluler, Nyonya Diane bermaksud kembali ke area resto tempat nya semula. namun saat akan berbalik segerombol anak muda pria wanita lewat di samping nya dan salah satu dari mereka tanpa sengaja menabrak nyonya Diane hingga heels yang yang di kenakan Nyonya Diane hilang keseimbangan dan diri nya hampir jatuh. tapi sebelum Nyonya Diane benar-benar jatuh.., tubuh tegap seorang pria sudah lebih dulu menahan bobot tubuh Nyonya Diane dengan cekatan. ketika Nyonya Diane baru akan marah pada gerombolan anak muda itu tapi suara orang yang membantu nya barusan lebih dulu terdengar...
"hei hati-hati lah..kalian hampir membuat Nyonya Ini jatuh" kata suara pria itu
"cepat minta maaf..." kata pria itu lagi pada gerombolan anak muda di depan nya
walau bagaimana pun bagi sekelompok anak muda remaja baru gede ini sosok yang menolong Nyonya yang mereka tabrak ini adalah sosok pria dewasa dengan karisma yang memabukkan. istilah nya seperti melihat abang-abang ganteng, baik pria atau pun wanita yang berada di usia mereka pasti akan terkesima pada sosok ini, mungkin aura seorang selebritas dan keartisan masih melekat pada sosok ini, singkat kata nya sosok yang di maksud ini adalah sosok seorang Marcell Lyno...
"ahh, iya maaf...Nyonya, maaf kakak..." kata anak muda yang menabrak dan teman-teman lain nya juga ikut menundukkan kepala dengan sopan sekaligus terkesima pada si abang bernama Marcell Lyno ini.
"iya sudah, lain kali lebih hati-hati lah..." jawab Marcell Lyno kemudian
"baik..." kata para anak remaja baru gede itu hampir bersamaan lalu mereka pun buru-buru meninggal kan tempat tersebut sopan
"Nyonya anda baik-baik saja...?" tanya Marcell Lyno pada Nyonya Diane saat mereka tinggal berdua
__ADS_1
"iya terimakasih..." jawab Nyonya Diane ramah setelah melihat sang penolong yang nampak berkarisma, dan ber uang itu tentu nya..
"anak-anak muda tadi benar-benar tidak hati-hati" kata Marcell Lyno lagi
"ya, tidak apa-apa, kau sudah menolong tante..kau pemuda yang baik" balas Nyonya Diane, tentu saja sangat baik bagi Nyonya Diane karena yang menolong nya adalah orang yang terlihat berkelas maka nya Nyonya Diane masih sempat berbasa-basi dan beramah-tamah seperti ini.
coba saja bila tadi yang membantu nya orang biasa tentu lah kemungkinan sikap nya tak akan seperti ini, paling Nyonya Diane hanya diam dan berlalu begitu saja tanpa sempat berbasa-basi yang tak perlu
walau saat ini sebagian wajah Marcell Lyno di tutupi kacamata hitam namun kesan pertama yang di tangkap Nyonya Diane dari Marcell Lyno adalah pria ini tampan, kaya...dan sopan. tidak seperti Pemuda kaya bernama AL ghazaly Elvano kala itu. entah mengapa hingga kini Nyonya Diane masih tidak terima perlakuan AL ghazaly Elvano pada nya. sangat amat tidak ada etika ! padahal hampir semua Tuan Muda di lingkaran mereka yang sudah bertemu dengan nya yang seorang Nyonya Diane Wijaya Santoso pasti lah semua Tuan Muda kaya raya itu akan berlaku baik dan bersikap sopan pada nya. contoh nya saja pemuda yang barusan menolong nya ini,,Nyonya Diane merasa pemuda ini sangat lah teramat begitu sopan.
sementara itu Indah Kusuma yang merasa Nyonya Diane sedikit terlambat berniat menyusul nya, ia pun segera melangkah menuju tempat Nyonya Diane pergi sebelum nya.namun saat langkah nya sampai di koridor tempat Nyonya Diane tersebut, ia kaget langkah nya pun langsung terhenti.
Indah Kusuma mengira sejak kejadian nya yang memfitnah Marcell Lyno tadi, pria itu sudah pergi dari gedung ini namun ternyata pria itu malah masih berada di sini di tambah lagi terlihat berinteraksi akrab dengan Nyonya Diane, mengejutkan ! Indah Kusuma seperti melihat kejutan yang sangat mengerikan, jadi sebelum Nyonya Diane atau pun Marcell Lyno melihat diri nya,Indah Kusuma berniat cepat-cepat pergi dari sana..namun baru juga berbalik dan siap beranjak tiba-tiba Suara Marcell Lyno sudah menegur nya
"yo...,Nona Kusuma..." panggil Marcell Lyno sengaja di besar-besar kan, beberapa orang di sekitar yang kebetulan lewat juga mendengar nya, termasuk Nyonya Diane yang sedang bersama Marcell Lyno saat ini.. dan wanita paruh baya ini langsung menoleh ke arah yang Marcell Lyno lihat sekarang.
__ADS_1
Indah langsung gemetar, dan mata cantik nya itu melotot dengan besar !
"mau kemana? buru-buru sekali" goda Marcell Lyno lagi dengan seringai licik nya
"kalian saling mengenal...?" tanya Nyonya Diane penasaran..., dalam hati nya tidak mengheran kan Indah Kusuma Nona kaya Sopan dan berakhlak pantas saja jika salah satu teman nya adalah pria kaya dengan segala kesopanan dan etika baik ini.
Langkah Indah Kusuma yang sudah terhenti sejak tadi di susul Nyonya Diane dan Marcell Lyno, kini ketiga nya sudah saling berhadapan satu sama lain.
"aku kira siapa? ternyata memang Nona Kusuma..." ujar Marcell Lyno "kenapa sangat sombong?" tanya Marcell Lyno lagi
"aku tidak..." Lagi-lagi Indah Kusuma berusaha menghindar dan ingin mengelak,,, tapi...
"kenapa? apa kau masih mengingat malam panas kita? jangan takut bukan kah kita sudah sepakat untuk menganggap itu having fun semata..." tanpa di duga dengan enteng nya Marcell Lyno berkata di depan wanita paruh baya seperti Nyonya Diane, dia sama sekali tidak tau kalau Nyonya Diane mengenal Indah kusuma ini sendiri.
"Indah apa ini maksud nya? malam? panas? apa ini?" Nyonya Diane mulai mencecar Indah, namun gadis Kusuma ini hanya diam dengan mata yang hampir copot menatap ke arah Marcell Lyno
__ADS_1