
satu telapak tangan Wilson yang lebar itu merengkuh satu sisi wajah Fiona dengan lembut, ia tersenyum melihat wanita yang di cintai nya ini baik-baik saja dan ia lega karena ternyata diri nya sama sekali tidak terlambat datang...
"sayang..." Wilson menggerakkan bibir nya tanpa suara...dan kalimat yang di ucapkan nya adalah sayang...panggilan untuk Fiona
pupil mata Wilson mulai mengecil dan senyuman nya mulai luntur..
"Wilson..wilson tidak boleh, tidak boleh tidur, tidak..." Fiona setengah terpekik, tangan nya yang memegang tubuh besar Wilson dan telapak tangan Fiona yang berada di punggung Wilson dapat merasakan darah Wilson yang terus mengalir lumayan deras dari punggung pria ini...
tapi Wilson tak bisa menuruti keinginan Fiona, mata nya terus seperti ingin terpejam dengan sendiri nya...
"tidak, tidak boleh Wilson ,tolong...tidaaaakkk" Fiona makin terpekik...
kesadaran Wilson semakin menghilang,luka akibat peluru terlalu besar menembus punggung nya hingga darah nya terlalu banyak yang keluar...
selanjut nya ia benar-benar tak ingat apa-apa lagi, hanya samar-samar terakhir kali Wilson mendengar pekikan dan tangisan Fiona yang terdengar sangat menyakitkan..!
saat ini para pengawal yang di utus dari Kediaman Elvano baru saja tiba..dan segera berlari ke arah Fiona yang sudah menangis meraung-raung seperti orang gila, Fiona menggila dan benar ia memang sudah setengah gila menyaksikan Wilson sekarat di pelukan nya.., ini sama saja seperti Fiona merasa organ tubuh nya di cabut satu persatu dari tubuh nya saat diri nya masih hidup... rasa nya sangat sakit dan sangat lah menakut kan.
benar sekali, saat kejadian tragis yang singkat barusan terjadi ini Fiona baru menyadari kalau ia sangat takut jika sesuatu yang buruk menimpa pria bernama Wilson Wijaya Santoso ini
__ADS_1
AL ghazaly baru saja tiba bersama orang-orang nya dan menyaksikan Fiona yang menangisi Wilson seperti orang yang kehilangan arah hidup nya.
saat tubuh Wilson di angkat ke dalam ambulance, Fiona tetap teduduk lemas seperti nyawa nya baru saja tercabut dari tempat nya.
para petugas tak ada yang bisa menenangkan nya, ia seperti orang gagu yang hanya terus teduduk lemas di jalanan...
AL ghazaly di ikuti orang-orang nya segera menghampiri Fiona, ia segera memeluk Fiona ke dalam dekapan nya...,atasan putih Fiona dan outher yang ia kenakan sudah sangat banyak ternoda oleh darah Wilson. AL ghazaly benar-benar tak tega melihat Fiona seakan kehilangan seluruh ruh nya seperti sekarang ini.
AL ghazaly juga benar-benar tak menyangka jika Wilson dengan begitu cepat tanpa fikir panjang menjadikan diri sendiri sebagai tameng peluru untuk Fiona...
apakah sebegitu cinta dan Sayang nya kah Wilson pada Victoria nya ini? AL ghazaly menghela nafas dengan berat serasa terhimpit sebuah beban besar di dada nya...
♥️♥️♥️
Wilson saat ini sedang berada di dalam ruangan operasi berjuang antara hidup dan mati, peluru itu salah sedikit saja maka hampir akan mengenai jantung nya dan jika itu terjadi maka akan sangat fatal akibat nya
Saat ini Wilson benar-benar sedang berada di keadaan yang sangat kritis, ia kehilangan banyak darah dan di tambah lagi baru-baru ini ia belum lama sembuh dari pasca kecelakaan di luar negara beberapa saat lalu. itu masih menyisakan trauma apalagi saat itu ingatan Wilson sempat mengalami gangguan. jadi bisa saja saat ini ia tiba-tiba mengalami drop dan membuat nya malah tidak bisa berjuang melewati masa kritis nya lagi.
di luar ruangan operasi tampak Tante Ziviliya, om Anderson dan juga Nyonya Diane hadir di sana.
__ADS_1
Nyonya Diane bukan lah ibu kandung Wilson namun mata wanita ini sangat membengkak karena menangis dengan hebat, kita sangat tau Nyonya Diane ini walau Wilson sudah di ketahui bukan lah putera kandung nya tapi sampai kapan pun Wilson lah bagi nya putera milik nya yang sangat berharga lebih dari apa pun juga.dan sampai detik ini pun Wilson masih berlaku baik pada nya seakan tidak pernah terjadi apa-apa. seakan Wilson tak pernah mengetahui ibu kandung nya.., Wilson tetap lah menghargai Wanita yang sudah menjadi ibunda nya sejak kecil ini...
Nyonya Lavenia juga ada di sana dengan perasaan yang harap cemas akan keadaan keponakan nya itu, ia duduk di kursi tunggu bersisian dengan Nyonya Intana tobing ibu nya krishna.
Fiona juga sedang duduk di kursi di sudut ruangan, ia tadi saat di bawa AL ghazaly di dalam mobil meminta agar AL ghazaly mengantar kan diri nya ke rumah sakit saja. Fiona masih tidak puas hati dan merasa penasaran dengan keadaan Wilson.
Fiona hanya berganti atasan saja, atasan putih dan outher berwarna soft nya yang tadi warna asli nya sudah bercampur dengan noda darah...
jadi saat ini Fiona hanya mengganti atasan nya itu dengan kemeja biasa berwarna biru muda.., tadi ia tergesa-gesa dan tidak sempat memilih baju lagi.
Tante Zivilya sejak awal datang sudah berusaha menenangkan Fiona.., tapi entah mengapa tangan Fiona tak henti-henti nya terus bergetar dengan hebat, mungkin karena kejadian barusan betul-betul membuat Fiona sangat trauma dan sangat gugup
ini bagi Fiona bahkan lebih mengerikan dari saat diri nya tenggelam di dalam danau waktu itu dan kehabisan oksigen, saat ini Fiona merasa kehabisan oksigen tanpa harus masuk ke air. melihat Wilson berdarah-darah seperti itu tadi, Fiona merasa ia benar-benar akan menjadi gila.
Mecca sejak datang terus memeluk dan menenang kan Fiona, Mecca dapat merasakan pergerakan tubuh Fiona yang tak henti-henti nya gemetar.
tadi tim medis sudah meminta agar Fiona di rawat dulu karena bagaimana pun ia belum lama ini masih ada sisa trauma setelah kecelakaan mobil nya masuk ke danau waktu itu, tim medis takut jika sampai Fiona tertekan dan malah berujung mengganggu kondisi kejiwaan nya.
tapi Fiona menolak, ia tetap ingin berada di ruang operasi ini saja sampai kabar yang lebih melegakan keluar dari para dokter yang melakukan operasi pada Wilson saat ini.
__ADS_1
tanpa Dokter khawatir kan pun, saat ini Fiona memang merasa ia akan gila. saat ini otak nya benar-benar tidak bisa berfikir dengan baik lagi., di otak nya hanya ada satu...Wilson...!!! bagaimana dengan Wilson...????