KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 85


__ADS_3

Fiona menyeka tangan nya dengan tisu setelah mencuci tangan nya di toilet wanita, menatap sosok diri sendiri di kaca sesaat merapikan sedikit riasan nya, mengingat perilaku Indah Kusuma pada nya yang selalu tak habis akal untuk selalu mengusik


dulu ia mengira Indah Kusuma yang rajin mengusik karena menginginkan agar diri nya Fiona merasa gerah lalu buru-buru melepas Wilson, sekarang bahkan Fiona merasa diri nya tak punya hubungan apa-apa lagi dengan Wilson Wijaya Santoso dan mereka sudah bercerai secara hukum, Lantas hal apa lagi yang membuat si Indah Kusuma itu betah mengganggu hidup nya? mengganggu ketentraman hidup seorang Fiona? sangat tidak masuk dan juga secara logika.


Setelah Fiona selesai dengan ritual singkat nya, Fiona hendak keluar dari toilet khusus wanita tersebut tapi baru saja diri nya satu langkah keluar dari pintu, sebuah bayangan besar mengejut kan, sosok tinggi besar itu sudah menarik nya dengan spontan hingga Fiona di tekan di dinding koridor yang sempit di samping toilet.., awal nya Fiona cukup kaget dan hampir berteriak tapi saat Fiona mengenali makhluk itu , Fiona pun langsung menghardik dengan geram


"berani nya kau...?!!" Fiona menggertakkan gigi


"halo selamat malam istri..." sapa Wilson, wajah tampan menawan itu sudah berhadapan begitu saja dengan Fiona


"jangan panggil aku istri, aku bukan istri mu lagi" sahut Fiona datar dan acuh tak acuh


"ya..." jawab Wilson singkat, tapi kemudian ia menyeringai dengan tatapan yang aneh


"kau memang bukan lagi istri ku, itu memang benar ada nya tapi...itu hanya dalam ketentuan secara hukum dan pandangan di tengah-tengah masyarakat saja, namun bagi ku sampai kapan pun kau tetap adalah satu-satu nya istri ku,istri dari Wilson Wijaya Santoso.., jadi tunggu lah sebentar saja...nanti aku akan menjemput mu kembali" kata Wilson panjang lebar, walau nada bicara Wilson terkesan datar namun kalimat nya terdengar sangat lah antusias


"menjemput ku? dalam rangka apa? maaf,,,aku tidak bersedia" sahut Fiona sinis


Wilson yang mendengar jawaban Fiona yang pedas, hanya tersenyum datar dan perlahan menatap dalam kembali ke wajah cantik mantan istri nya seraya dengan enteng nya berkata


"kalau kau tidak bersedia, lalu siapa yang akan menjadi istri ku?" Wilson tampak keukeuh


Fiona yang mendengar kan kata demi kata dan kalimat demi kalimat yang Wilson lontar kan merasa pria di depan nya ini aneh, walau pun rumah tangga mereka bukan lah kategori yang lama berjalan namun tetap saja Fiona mengenali karakter Wilson Wijaya Santoso ini, rasa nya sangat tidak mungkin seorang Wilson Wijaya Santoso bersikap semenggoda ini? ini sama sekali bukan gaya nya Wilson.

__ADS_1


ya memang benar, tapi bagi Author ini mungkin saja sesuatu sifat Wilson yang tersembunyi yang hanya ia tujukan pada orang tertentu saja dan di saat-saat tertentu juga.


Fiona merasa wilson malam ini sangat lah menjengkel kan, apalagi kenapa malam ini warna pakaian mereka sama? gaun coklat Nude yang Fiona kenakan seakan-akan seperti orang yang janjian dan coupelan dengan Wilson yang mengenakan setelan jas coklat Nude pula. sungguh sangat membuat Fiona gerah dan makin merasa ini sangat menjijikan.


oh, tuhan ada apa dengan malam ini? kenapa malam ini seakan tak berpihak pada ku? bathin Fiona. jika saja ia di awal pesta pasti akan lebih baik Fiona berganti baju dari pada harus sama dengan pria bernama Wislon Wijaya Santoso ini.


mendengar Wilson yang berkata jika Fiona tidak mau maka siapa yang akan menjadi istri nya, maka dengan cepat pula Fiona menjawab nya begitu saja sesuai dengan perasaan nya saat ini tanpa pencitraan...


"cari saja wanita lain.." jawab Fiona ketus


"aku tidak mau" balas Wilson singkat


"oh,,jadi kau coba melupakan Nona Kusuma mu?" balas Fiona sengit


"ya aku sengaja lupa, karena satu-satu nya wanita yang aku miliki di 'sini' hanya lah Fiona Wijaya Santoso" kata wilson seraya menunjuk ke bagian dada kanan nya letak organ hati nya berada..., Fiona hanya menatap nya dengan aneh...


lalu tiba-tiba ia merunduk mendekat kan bibir nya ke arah telinga Fiona seraya berbisik dengan menggoda


"akan lebih manis nya kalau...Victoria Wijaya Santoso" bisikan merayu itu masuk begitu saja ke telinga Fiona dan membuat nya spontan bergidik ngeri...


Fiona melotot ke arah Wilson dengan raut ketidak setujuan lalu menjawab dengan sinis atas apa yang Wilson katakan lewat bisikan menggoda barusan...


"kau selalu begitu percaya diri..." cibir Fiona

__ADS_1


"ya" balas Wilson singkat tidak ada perlawanan...dia merasa memang sangat percaya diri, hanya ini lah keinginan nya untuk mendapatkan Fiona kembali hanya keyakinan dan kepercayaan diri nya saja lah yang masih tersisa...


sekarang mereka saling tatap, Fiona tak bisa kabur karena tangan Wilson mengungkung nya bertumpu di dinding, ia hanya bisa berdiam diri di antara kedua tangan Wilson tersebut.


posisi mereka sekarang di koridor sempit saling berhadapan dengan sangat mesra, tatapan Wilson semakin lama detik berlalu maka semakin terlihat sendu dan menggoda...


"apakah saat ini Fikiran kita sama...?" tanya Wilson terdengar sedikit seperti gumaman


"apa maksud mu?" Fiona jelas-jelas merasa tak mengerti sama sekali dengan pertanyaan yang Wilson lontarkan, yang tentu memang sangat lah terdengar aneh bagi Fiona


"ini...saat jarak kita seperti ini, sedekat ini..., aku tiba-tiba teringat....malam panas kita.." kata Wilson dengan lembut dan makin menatap dalam pada wajah cantik milik Fiona...sang mantan istri di depan nya ini.


"gila..." respon Fiona dengan geram


"tidak..." balas Wilson datar dan tetap tenang


"kau benar-benar menjijikkan..." Fiona berkata dengan sangat kesal, lalu dengan sekuat tenaga mendorong Wilson tapi yang terjadi malah....


Fiona merasakan bibir nya menghangat, Wilson memberi nya satu kecu---pan yang sangat lembut, seperti ungkapan kerinduan dan bentuk rasa suka...


Fiona kaget, spontan mengangkat tangan ramping nya hendak menampar Wilson namun tangan Fiona yang halus itu dengan cepat di tangkap oleh telapak tangan Wilson yang besar dan malah kembali yang terjadi adalah Wilson memberi satu ke-cu-pan lembut di punggung tangan Fiona yang sedang di pegang nya ini, Fiona kalap segera mengibas tangan nya dan pergi begitu saja dengan perasaan yang sangat dongkol dan kesal ! Fiona marah, Wilson berulang kali terus mempermainkan nya, ia tidak suka...!!!


tapi Entah mengapa saat Wilson Wijaya Santoso itu pernah datang dan berlutut meminta pengampunan nya kembali, Fiona malah bisa mengatasi dan mengusir nya tanpa harus tergugah.

__ADS_1


namun prilaku Wilson yang seperti malam ini bagi Fiona sangat lah mengerikan, apakah pria bernama Wilson itu benar-benar sudah gila???


Sedang kan Wilson hanya memandang kepergian Fiona dengan sejuta bunga di dada nya, malam ini mereguk lagi madu dari bibir Fiona membuat nya semakin merasakan mabuk yang tak terhingga...


__ADS_2