KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 108


__ADS_3

setelah suasana diam sesaat akhir nya Fiona terpaksa memilih pilihan yang pertama karena bagaimana pun itu terlihat secara permukaan nya terkesan lebih baik untuk diri nya, walau pun yah sebetul nya memilih yang mana pun hanya menguntung kan untuk Wilson saja.


"aku pilih yang pertama" kata Fiona di sela kesunyian


"...baik" sahut Wilson


"kau memilih aku melepas kan pelukan artinya setelah ini kita bicara,oke" lanjut Wilson menegaskan


"ya" jawab Fiona cepat, ia malas mesti berlama-lama dan mengulur waktu untuk pria bernama Wilson ini.


tangan Wilson yang sedari tadi mendekap erat Fiona ,mengangkat sedikit salah satu tangan nya menunjukkan jari kelingking nya ke hadapan Fiona


"janji?" de--sah nya di telinga Fiona


jika saja kita tidak tau apa yang terjadi konflik di antara dua orang ini maka posisi mereka saat ini sangat lah sweet di pandang, sangat membuat hati berdebar...


melihat kelingking Wilson yang menawan di hadapan nya, Fiona enggan jika Wilson memaksa nya seperti anak kecil kali ini


"tidak perlu, aku tidak akan ingkar janji" Jawab Fiona malas seraya menghela nafas berat, Wilson ini seakan terus menggoda nya dengan sangat in-tim.


"tapi bukan kah ini perlu" kata Wilson seraya terus mengacung kan jari kelingking di hadapan muka Fiona


"jadi kau tak percaya pada ku?" tanya Fiona


"aku, tentu saja aku percaya" jawab Wilson lagi


"jika kau percaya, maka untuk apa hal bodoh ini?" protes Fiona, bagi nya menautkan kelingking bersama Wilson hanya untuk berjanji adalah hal bodoh, Wilson seperti anak kecil ! sama sekali tidak lucu !


"jika kau tak percaya maka untuk apa kau membuat janji pada ku" serang Fiona lagi

__ADS_1


kali ini Wilson yang menghela nafas, bibir wanita satu ini sangat bisa menjawab nya sejak dulu, ingin sekali ia menggigit nya dengan kesal.


"baik lah..." jawab Wilson akhir nya,,,


detik berikut nya Wilson melepas pelukan dan berjalan ke arah sofa, lalu duduk begitu saja di posisi awal nya saat datang tadi.


Fiona belum bergerak sama sekali, dia hanya diam berdiri mematung menatap Wilson yang terlihat tanpa beban dan dosa


"ayo, bukan kah mau bicara" Wilson mengingatkan


"kemarilah..." panggil nya pada Fiona seraya menepuk dudukan sofa di samping nya, mengisarat kan agar Fiona duduk di sana


dengan malas akhir nya Fiona mengikuti mau nya Wilson, dalam benak Fiona hanya satu...ia ingin semua ini cepat selesai, kesal kalau harus berlama-lama lagi.


huh, Fiona merasa kesal Wilson terus memerintah nya melakukan semau nya. oke kalau dulu mereka tetap pasangan suami istri walau pun tidak harmonis, masih bisa di katakan wajar jika Wilson memerintah semau nya walau pun itu sebetul nya tidak terlalu baik dan wajar, tapi sekarang mereka bahkan bukan lagi pasangan, mereka adalah orang asing !


lalu jika dulu Fiona berada di rumah Wilson, oke Fine jika Wilson mau bertindak semau nya, sekarang ini detik ini mereka sedang berada di rumah Fiona, tapi kenapa malah Wilson tetap bertingkah sesuka nya seakan Wilson adalah Tuan rumah dan Fiona adalah tamu nya, hhh benar-benar tidak masuk di akal !


Wilson tersenyum samar dengan sangat mempesona saat Fiona sudah duduk di samping nya walau posisi nya agak jauh tapi mereka tetap dalam satu sofa panjang. bukan nya bicara Wilson malah menatap Fiona dengan lembut


"bicaralah" Kata Fiona kesal membuyarkan Wilson yang sedang terhipnotis betapa menawan nya wanita yang duduk di dekat nya ini..


Wilson membetulkan posisi duduk nya seraya menarik nafas lalu...


"Fiona..." panggil nya perlahan


Fiona tidak menjawab, hanya respon menunggu kata-kata wilson saja ,tapi Wilson malah kembali memanggil nya lagi


"Fiona..." seolah tidak setuju bila Fiona tidak menyahut, jadi akhir nya dengan malas Fiona hanya menjawab

__ADS_1


"hmm" sesingkat itu, sebetul nya ini sudah merupakan wujud dari mengalah nya Fiona, karena walau bagaimana pun pada dasar nya Wilson memang selalu senang mencari gara-gara pada Fiona


Wilson terlihat lumayan puas, jadi dia melanjutkan kata-kata nya


"aku,,, tidak suka kau berhubungan dengan Rico Hasben" kata Wilson dengan datar namun sedikit penekanan di dalam nya


"apa urusan mu? Rico Hasben adalah salah satu relasi bisnis ku" sahut Fiona heran. walau Wilson tak menyebut kan Rico Hasben secara detil tapi pastilah yang di maksud si Rico Hasben presiden Direktur HSgold group. walau pun Fiona tak tau saat ini apakah Wilson Wijaya Santoso memaksud kan Rico Hasben yang itu namun Yang di kenal Fiona sekarang hanya lah Rico Hasben yang bersangkutan jadi dia dengan cepat merespon seperti ini


"tentu saja ini urusan ku, kau tidak boleh berdekatan dengan Rico Hasben atau pria mana pun itu. aku meyakini kita akan bersama lagi, jadi jaga seluruh tubuh mu dan hidup mu untuk ku. kau hanya milik ku ! aku tak suka pria lain menyentuh mu" Wilson berkata dengan tegas, wajah tampan nya tampak mendingin..ia terlihat tampak sangat serius


"Rico Hasben adalah relasi ku, hubungan kami hanya sebatas relasi tidak lebih" Fiona mejawab sebal, walau sebetul nya ia juga tak tau untuk apa repot-repot menjelaskan pada si Wilson ini


"oke, hanya relasi..., selanjut nya jangan sampai lebih dari relasi ! aku tidak suka" kata Wilson dengan sikap arogan biasa diri nya


"kita bukan siapa-siapa lagi Wilson" Fiona nampak kesal di buat nya, apa-apaan pria ini mengatur hidup nya seperti ini?


"kita akan,,, dan ini masih dalam proses" Wilson menjawab dengan jawaban yang terdengar sangat gila


"kau gila" tuding Fiona


"ya, aku gila! aku bahkan hampir gila dan tak tahan lagi dengan rencana pernikahan mu dengan AL ghazaly ! aku tersiksa Fiona!!!" Wilson mengakui nya dengan serius wajah tampan nya terlihat emosi


"sayang sekali, AL ghazaly adalah calon suami ku kami tetap akan menikah" balas Fiona tanpa takut dengan sikap emosi nya Wilson saat ini


"aku bisa menahan diri ku saat dia menyentuh mu selama status nya adalah kakak mu, tapi aku tak bisa menahan nya saat status nya berubah menjadi ingin memiliki mu" kata Wilson lagi dengan kesal


"kami saling memiliki sejak dulu Wilson, tak akan ada yang berubah" sahut Fiona lagi


"kenapa tidak? aku Wilson Wijaya Santoso hadir di dunia ini...maka kau tidak akan jadi milik siapa pun kecuali aku Wilson, tidak akan ada yang berubah. walau aku mati aku akan menyeret mu untuk mati bersama" wajah Wilson terlihat mengerikan, Fiona menatap nya dengan rasa mulai ngeri

__ADS_1


"jadi Fiona aku kesini mengingat kan mu, aku tidak suka kau dekat dengan siapa pun. jangan nodai tubuh mu dengan pria mana pun. tubuh mu adalah milik ku, di saat kau hidup atau kau mati kau adalah milik ku, meskipun kau sudah mati aku tak akan memberikan tubuh mu pada pria mana pun, dengar menurut lah oke...oke..." Wilson terus mengancam Fiona dengan sikap intens..


__ADS_2