KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 13


__ADS_3

Saat Fiona menyambut Tante ziviliya, ia dengan tenang berkata "maaf kan aku Tante, tadi tidak sengaja menumpahkan noda ke pakaian itu, aku sangat menyesal" sumpah demi apa pun baru kali ini Fiona membohongi tante Ziviliya ,tapi sang tante tidak bodoh ia tahu Fiona berkata bohong, tapi ini demi kebaikan. seperti nya bagi Ziviliya tindakan Fiona kali ini pun adalah bijak, karena sebagai orangtua kedua Wilson ia hafal watak keponakan nya itu. dapat di baca saat ini ia berniat mempermalukan dan mengecewakan Fiona tapi ternyata Fiona terlalu peka dalam hal ini, wanita ini jelas-jelas sudah menangkis serangan yang sedang di berikan untuk nya.


Ziviliya bukan nya tidak pernah mendengar tentang tuduhan perselingkuhan Fiona dan Tuan Muda George, namun Ziviliya tahu itu bukan lah Fiona melainkan hanyalah bentuk dari senjata yang di bidikkan Oleh nona muda Kusuma dan ke egoisan Wilson Wijaya Santoso saja. itu jelas-jelas tuduhan tak berdasar. jadi warna pakaian yang sama dengan Tuan Muda George malam ini, merupakan balasan untuk serangan Wilson dan Indah kusuma, yah walau harus melibat kan seorang krishna George tapi itu merupakan kartu mati, kita tahu Wilson selalu menuduh ada nya semacam perselingkuhan antara Fiona dan krishna. jadi keingin Wilson yang membidik mati seorang Fiona, senjata itu malah berbalik seperti bumerang menghantam diri nya sendiri dan membidik nya hingga mati pula.


"tidak apa-apa,sayang. kau cantik pakai apa pun" balas Ziviliya, menatap penampilan Fiona


"ya pakaian itu aku sangat suka, sangat simple dan mempesona, di tubuh mu itu terlihat sangat high class" puji Mecca jujur. ia menimpali percakapan antara Zivilya sang ibu dan Fiona


"pakaian ini buatan butik kami, desaign teman ku Ditta" kata Fiona menjelaskan dengan singkat


"kalau begitu aku akan mampir kesana besok" kata Mecca lagi, Fiona mengangguk "aku akan menyambut mu dengan senang, habis kan uang mu di butik kami.. black card dari Tante Zivilya tidak terbatas kan" canda Fiona dengan kekehan

__ADS_1


"baik, baik...akan ku lakukan" jawab Mecca santai


"ehem.." Tante Ziviliya berdehem pada kedua makhluk cantik itu, lalu melangkah menjauh dari sana...kedua nya hanya tertawa ringan..


Acara berlangsung dengan sangat elegant dan lancar, setelah malam berangsur makin malam, beberapa relasi nampak sudah undur diri, yang tersisa hanyalah orang-orang dalam saja. keluarga besar George tentu nya, tak ada rahasia di antara keluarga ini, mereka tumpang tindih sejak dulu..,saling terikat dalam pekerjaan dan kekeluargaan


Nyonya Diane nampak duduk di kursi besar seperti ingin menyampaikan sesuatu, jadi semua keluarga yang hadir langsung mengambil tempat nya, Zivilya yang sudah lebih duduk bersama Anderson, Mecca dan dua puteri nya yang lain Desta dan Rossa. Desta puteri pertama dan dia sudah bekeluarga.


"Ziviliya, ini hari ulangtahun ku. aku hanyalah seorang janda di keluarga Wijaya Santoso, aku tak memiliki apa-apa selain putera ku Wilson...." kata Diane memulai kalimat, Ziviliya mendengarkan menunggu inti permasalahan yang seperti nya sudah dapat ia baca sejak awal


"kau sudah tau bahwa sejak dulu aku menginginkan Indah Kusuma lah yang menjadi menantu ku, jadi sekarang aku meminta dengan sangat untuk segera mempercepat proses perceraian antara Wilson dan Fiona, lagi pula tidak ada kebahagiaan dalam rumah tangga mereka. aku ingin cucu, berapa lama aku harus menunggu? aku sudah tua dan bisa saja mati tiba-tiba. Wilson tak akan pernah memiliki keturunan dari Fiona. Wilson hanya mencintai Indah. tidak ada yang bahagia di pernikahan ini baik itu Wilson maupun Fiona juga" ujar Diane santai namun menekan kan. di sana selain keluarga Wijaya Santoso hanya ada Keluarga George jadi di sini mereka semua sudah tau tentang huru hara ini, tidak ada yang terkejut lagi. ini lah drama nya !

__ADS_1


mendengar tuturan dari Diane, Ziviliya hanya bisa menghela nafas nya saja,menatap ke arah Fiona yang tampak tak bergeming, wanita cantik berstatus istri Wilson itu terlihat tenang-tenang saja melawan badai


"benar kah begitu Wilson? kau ingin berpisah dari Fiona?" tanya Ziviliya beralih menatap raut tampan keponakan beharga nya itu,Wilson.


yang di tanya hanya diam, namun Wilson hanya mengangguk, entah mengapa saat pertanyaan itu sampai ke telinga nya,Wilson merasakan ada ke gaguan pada mulut nya sendiri, seperti terasa pahit untuk di utarakan


"ziviliya apa lagi yang perlu di pertanyakan, semua org telah mendengar kan kesepakatan kala itu, jika satu tahun tak ada cinta yang datang di pernikahan mereka, bukan kah mereka harus berpisah...? jangan katakan kau berniat mengingkari nya..." kata Diane, itu seperti serangan dan tembakan senjata yang sudah di persiapkan sejak lama oleh Diane untuk Ziviliya.


Ziviliya dengan tenang melirik ke arah Diane "tidak ada yang akan mengingkari janji di sini, sejak awal pun sebagai yang lebih tua aku hanya melakukan yang terbaik untuk yang muda. tapi jika mereka sudah tak bahagia semua keputusan kita serahkan kepada mereka, tak perlu kita yang begitu sibuk mengatur nya, biarkan mereka puas dan bahagia dengan keputusan terbaik yang di ambil secara dewasa" ini seperti sebuah sindiran untuk Diane, kesan pertama memang seolah Ziviliya yang terlalu mengatur para generasi nya tapi jika di telaah bukan kah Diane yang begitu beambisi mengatur keinginan nya dalam diri putera tunggal kesayangan nya?


benar,memang Wilson tak ingin menikahi Fiona sejak awal namun apakah sekarang Wilson itu 100 persen ingin melepaskan Fiona saat ini? jawaban nya pasti belum ingin melepas kan ! ini murni adalah tekanan Diane sang ibunda kan?

__ADS_1


Diane jelas merasa tersindir atas kalimat Ziviliya jadi ia seperti agak hilang rasa sabar dan gaya anggun nya, dengan tajam ia berkata "keputusan terbaik nya adalah Wilson menceraikan Fiona dan segera menikahi Indah!" Diane berkata dengan mimik masam, ia sudah cukup bersabar saat putera tunggal nya di nikahi dengan gadis kubangan itu, tapi ia tak bisa apa-apa, jadi saat Ziviliya berkata tentang perjanjian tersebut di kala itu, Diane seperti mendapat cahaya pengharapan... Diane dengan terpaksa membiarkan pernikahan itu tetap berlangsung,karena ia yakin Wilson tak akan beralih mencintai Fiona, tak akan pernah membagi hati yang sejak awal adalah untuk Nona muda Kusuma. dalam hal ini Diane ternyata tidak begitu mengenal putera nya dengan baik. Ziviliya menikahkan Wilson dan Fiona bukan tanpa alasan, antara kedua orang itu sudah ada ketertarikan sejak awal, tak perlu satu tahun untuk menumbuh kan cinta, karena cinta itu memang sudah ada, namun jelas-jelas tertutup awan tebal ke aroganan. tapi jika sekarang Wilson ingin melepas Fiona, yah anggap saja keponakan nya tidak mau menjadi orang yang beruntung..., mungkin sesekali Wilson ingin di ajari bagaimana rasa nya melepaskan cinta yang sebenar nya.


__ADS_2