
siang hari nya Fiona setelah mengurus beberapa urusan di KangSadan ia langsung bergegas menuju ke kota Wanna untuk urusan E.M group, Emilio Mulya.
awal nya Fiona berfikir untuk mengabari AL ghazaly namun ia cukup kaget melihat pesan yang tertulis di ponsel nya, pesan itu di buat tadi malam dan itu di tujukan untuk pengurus Kediaman Elvano.
seperti nya Wilson yang sudah menulis nya, mengapa dia bisa seenak nya membuka ponsel Fiona? padahal ponsel itu terkunci dan memiliki kata sandi untuk membuka nya.
hh, Fiona berfikir apakah pemilihan kode sandi nya terkesan receh? hingga Wilson mampu menebak nya. meskipun begitu apakah pria itu senantiasa mengingat tanggal lahir nya yang ia gunakan sebagai kunci ponsel. Fiona merasa ini makin konyol.
Hari berikut nya saat Fiona berada di perjalanan dari meeting kerja Emilio Mulya, ia mendapat panggilan telepon dari LiLyan. saat ini Fiona sedang duduk di kursi belakang seraya membaca beberapa surat kabar di media, di depan nya duduk seorang asisten dan supir pribadi yang sedang fokus menyetir
📞
"nona, kau di mana?" tanya LiLyan di balik sambungan telepon dengan nada yang sangat bersemangat
"aku sedang berada di perjalanan kembali ke tempat kerja,LiLy.." jawab Fiona
"bukan itu maksud ku,nona. maksud ku sekarang kau berada di Resque atau di mana?" tanya LiLyan lebih mendetail lagi
"ohh, aku ada di Wanna sekarang" jawab Fiona
"kenapa LiLy?" selanjut nya Fiona bertanya
"kebetulan..." LiLyan terdengar riang
"aku kebetulan sedang di kota Wanna juga,nona.beberapa hari tadi aku mengambil cuti untuk menjenguk keluarga ku" Kata LiLyan kemudian
Fiona juga tau LiLyan berasal dari Wanna, walau pun di Wanna keluarga LiLyan tidak tinggal di daerah perkotaan besar, tapi LiLyan cukup faham kehidupan di kota besar Wanna.
sejak beberapa hari ke belakang LiLyan memang mengambil cuti kerja untuk menengok keluarga dan mengurus pendaftaran semester baru adik nya. jadi karena kepengurusan selesai dan kebetulan besok adalah hari libur ia berniat menemui Fiona yang pasti juga libur dalam hari kerja.
"nona bagaimana kalau aku menemui mu, apakah tidak mengganggu?" tanya LiLyan
"apa kau masih punya waktu?" tanya Fiona
__ADS_1
"ada, masih ada satu hari penuh,Nona" jawan LiLyan
"kalau begitu aku tunggu di apartemen dan mengirimkan lokasi nya pada mu" tawar Fiona
"baik, nona" sahut LiLyan riang
"hm,bagaimana kalau besok kita masak bersama..aku akan menyiapkan bahan nya.. oke tidak?" tawar Fiona
"ya, tentu...itu pasti akan sangat menyenangkan" respon LiLyan dengan sangat antusias
"baik lah, besok aku akan menunggu mu" kata Fiona lagi
"ya..." sahut LiLyan
"LiLyan, lusa aku kebetulan ada kerjaan di Resque.bagaimana kalau kau kembali ke Resque bersama ku saja" tawar Fiona saat ia mengingat jadwal kerja nya yang akan ada di Resque setelah nya
"aku akan senang hati menerima tawaran mu,Nona" LiLyan terdengar senang
"oke, LiLy..sampai jumpa besok" kata Fiona
dan sambungan telepon pun terputus dengan teratur.
🧡🧡🧡
petang hari setelah turun dari jet pribadi, AL ghazaly segera bergegas menuju Wanna. ia tak langsung pulang kediaman Elvano yang berada di Resque.
setelah selesai dengan urusan dinas di luar negara, ia langsung menyusul Fiona di Wanna. AL ghazaly bertanya pada pengurus rumah Elvano sebelum nya dan mendapat laporan bahwa Nona Muda Victoria masih di Wanna jadi ia segera menyusul.
AL ghazaly tiba di Wanna dan sampai ke apartemen Fiona saat hari sudah malam, asisten dan beberapa pengawal yang mengantar segera pergi dan menginap di lain tempat.
Fiona segera mengambil mantel yang AL ghazaly kenakan dan menggantung nya di tempat khusus
"koko, kenapa tidak pulang ke kediaman Elvano dan istirahat saja?" Fiona cukup kuatir saat AL ghazaly yang baru pulang dari luar negara terkait urusan kerja malah datang ke wanna dan menempuh perjalanan yang tidak bisa di katakan dekat ini.
__ADS_1
"Tori..yang ingin aku temui itu kau, jadi tak ada yang bisa mengukur jauh atau tidak" jawab AL ghazaly dengan apa ada nya..
"...baik lah" Fiona tak ingin berdebat.
Fiona melangkah ke dapur dan kembali lagi ke ruang depan dengan secangkir Spanish Hot Chocolate di tangan nya dan meletakkan nya di meja yang dekat dengan AL ghazaly
AL ghazaly duduk di sofa yang menghadap layar televisi. ia bersandar memejam kan mata yang lumayan terasa berat karena kantuk
"koko, kau ingin tidur...? ayo ku antar ke kamar mu" tawar Fiona. Apartemen Pribadi ini memang memiliki dua kamar yang cukup besar
"tidak..." tolak AL ghazaly "duduk lah..." pinta nya pada Fiona yang sejak tadi masih berdiri
Fiona pun segera duduk, dan AL ghazaly segera mengambil tempat, meletakkan kepala nya di pangkuan Fiona...
"beri aku waktu begini sebentar, untuk menghilang kan lelah ku" ujar AL ghazaly pelan dan berat seraya memejam kan mata nya
mendapat perlakuan spontan dari AL ghazaly, Fiona hanya tersenyum dan membelai sayang kepala AL ghazaly yang ada di pangkuan nya saat ini..
"maaf, pembuatan cincin nya masih terlalu lama" kata AL ghazaly kemudian tanpa membuka mata nya, pria itu tampak mempesona dengan bentuk alis yang kuat, dan hidung mancung nya.
"tidak apa-apa...koko" balas Fiona penuh pengertian
bagaimana pun cincin pernikahan yang mereka pesan di pengrajin khusus yang Fiona pilih kan itu memang harus antri, Walau sebetul nya seorang AL ghazaly Elvano bisa saja mengatasi itu semua dengan kekuasaan yang ia punya namun Fiona lebih memilih secara netral saja, agar pernikahan mereka terkesan lebih natural dan proses nya sama dengan orang-orang kebanyakan. tak melulu harus bergantung pada kekuasaan dan kekuatan harta dan tahta.
Fiona teringat kejadian beberapa hari lalu antara diri nya dan Wilson ia sempat merasa bersalah pada AL ghazaly, namun jika di fikir kan itu bukan murni kesalahan nya atau pun melakukan dengan sengaja. saat itu Fiona juga tak bisa menyalah kan Wilson, Fiona berfikir walau sebelum nya antara ia dan Wilson memiliki hubungan yang tidak baik namun sekarang seperti nya Wilson lebih menghargai diri nya.
yang di salah kan adalah Dirly, sejak awal kenal tindakan nya memang selalu tak sopan pada Fiona. namun Fiona masih tak bisa mengatakan perihal itu pada AL ghazaly karena Fiona tau koko nya ini adalah sosok yang tanpa ampun.
"oh iya koko...aku telah memilih beberapa desain baju pengantin.., apa kau mau melihat nya yang mana yang paling cocok.." Fiona mulai berbincang seputar rencana pernikahan nya dan AL ghazaly
"baiklah..." AL ghazaly membuka mata dan mulai bersemangat, lalu ia pun duduk di sofa menunggu Fiona yang sudah bangkit untuk mengambil laptop
beberapa saat Fiona kembali menuju Sofa duduk di samping AL ghazaly, dan meletak kan laptop di meja depan mereka lalu Fiona segera mengoperasi kan nya
__ADS_1
setelah nya AL ghazaly dan Fiona nampak asik berduaan menghadap laptop dan mereka terlihat sangat manis sibuk memilah milih mana pakaian pengantin yang cocok untuk acara pernikahan mereka berdua nanti nya.