KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 145


__ADS_3

Dirly menyeringai


"oke..." kata Dirly tidak membantah pernyataan Wilson pada nya


"pecundang" tambah Wilson lagi dengan tajam


"baik lah...tapi saat ini kau berpura-pura lupa ingatan kan? Wilson yang bodoh..kau sendiri yang melepas Fiona, sekarang kau kelabakan sendiri melakukan berbagai cara agar dia kembali" kekeh Dirly, seperti nya pria bermarga Bintara ini sengaja mengulur-ulur waktu.


"sama sekali bukan urusan mu" balas Wilson


"Fiona begitu baik merelakan diri untuk merawat mu, tapi kau malah membohongi nya. hhh aku tak tau apa yang akan terjadi jika Fiona mengetahui semua nya" Dirly kembali memancing Wilson


Wilson sudah mulai kesal, karena sejati nya hari ini ia sudah berencana untuk mengatakan perihal ingatan nya yang sudah pulih pada Fiona


Wilson malas meladeni Dirly dan ia bersiap hendak pergi lagi..


"tapi Wilson cara mu licik dan rendahan sekali, aku tak yakin kau akan mendapat kan Fiona kembali..." cibir Dirly


Wilson mengurung kan langkah


"lalu kau fikir dia akan memilih mu" balas Wilson tanpa menoleh


Dirly mencebik kan bibir nya dengan tenang


"ya, setidak nya walau dia tidak dengan ku, kau juga tak mungkin ia pilih. bisa jadi pria lain...yang sudah pasti seperti AL ghazaly tentu nya. Lalu sejauh ini putera keluarga George juga tidak pernah punya nilai mines di hadapan Fiona, tentu bisa jadi..." Dirly sengaja membangkit amarah Wilson.


Wilson tentu saja merasa panas jika nama-nama pria lain yang dekat dengan Fiona di ungkit di hadapan nya, karena Wilson ini sejak awal sudah mulai terlihat posesif pada Fiona hanya saja tidak terekspos ke permukaan.


"tutup mulut mu..." Wilson meraih kerah Dirly dengan emosi...


Dirly menerima perlakuan Wilson hanya terkekeh ringan. toh palingan hanya kena bogeman seperti biasa..., Dirly sudah biasa merasakan bagaimana itu rasa nya bogeman amarah seorang Wilson. sakit memang cukup membuat diri nya harus meminta obat pereda sakit dan penghilang bengkak yang paten pada dokter pribadi nya.., tapi bagi Dirly emosi seorang Wilson adalah kenikmatan yang ia tunggu. bentrok dengan Wilson seakan sudah menjadi kebutuhan hidup nya.., tidak waras memang...

__ADS_1


Wilson mengencang kan cengkraman nya di kerah Dirly dengan kasar


"mau aku bagaimana pun cara nya mendapat kan Fiona itu adalah urusan ku, sama sekali tak ada hubungan nya dengan mu..." Wilson berbicara tepat di hadapan muka Dirly yang masih terus bertingkah cengengesan tak karuan.


"termasuk membohongi nya? kau sudah sadar tapi kau berpura-pura masih amnesia" kekeh Dirly


"apa pun itu, asalkan aku bisa mengikat Fiona di sisi ku, apa pun akan ku lakukan. jadi kau tak perlu ikut campur.." kata Wilson tegas dengan smirk yang terlihat datar tapi seolah mengerikan di hadapan Dirly.


"owh...benar kah.." Dirly seperti bahagia mendengar nya karena tepat di saat itu dua sosok yang memang di tunggu nya sudah hadir di sana, dan orang yang baru tiba itu juga mendengar apa yang Wilson katakan...


Wilson melihat raut Dirly yang tersenyum senang, merasa kan gelagat tak baik...perasaan nya tidak enak.., Wilson melepas genggaman nya pada kerah Dirly dan menoleh perlahan ke arah mata Dirly melihat, Wilson penasaran karena Dirly terlihat menunjukkan tatapan senang...


dan saat Wilson menoleh ke arah yang Dirly lihat, hati Wilson langsung mencelos...


di sana sosok Fiona sedang berdiri tertegun menatap nya dan Rico Hasben di belakang Fiona menatap adegan ini dengan raut smirk yang penuh arti...seperti sedang menang akan sesuatu.


dalam hal ini ternyata Rico Hasben berkendara dengan kecepatan yang mengerikan karena hanya sepuluh menitan dari KangSadan mereka sudah tiba di Santoso group


Fiona tak percaya, dia sudah berkorban namun pada akhir nya tetap saja Wilson terus mempermainkan nya tanpa ampun...


Fiona kecewa pada Wilson dan juga Wilson tak menyangka jika Dirly dan Rico Hasben malah bekerja sama padahal selama ini dua orang juga tak pernah akur dalam segala hal. istilah nya Dirly Bintara Santoso dan Rico Hasben ini menyingkir kan musuh besar dahulu, menjatuh kan saingan terbesar dahulu, begitu lah.


bagi dua orang ini dalam misi mendapatkan Fiona, musuh terbesar tersebut adalah Wilson Wijaya Santoso ini lah orang nya.


menit berikut nya Fiona segera berbalik hendak pergi namun dengan cepat Wilson menahan nya


"aku akan menjelas kan nya pada mu" kata Wilson seraya memegang pergelangan Fiona erat, namun saat Fiona melepas kan tangan nya Wilson tidak menahan, ia langsung melerai..Wilson takut Fiona semakin marah jadi kali ini ia tak ingin memaksa.


suasana diam beberapa detik...


"ya..." jawab Fiona tanpa di duga

__ADS_1


"jelaskan sekarang" lanjut Fiona perlahan


Wilson merasa takut sekali, ia tak menyangka keinginan nya untuk menjelaskan pada Fiona hari ini tentang ingatan nya malah harus terlambat dan menjadi kacau begini karena ulah Rico Hasben dan Dirly Bintara Santoso si para musuh bebuyutan nya


"aku bersumpah,sebetul nya hari ini aku sudah berniat mengatakan nya pada mu" lirih Wilson


Wilson takut jika hubungan nya yang mulai membaik dengan Fiona beberapa periode lalu malah harus memburuk dan kembali terbenam ke dasar terdalam lagi.


Fiona menghela nafas, sebetul nya ia ingin berteriak..ia marah Wilson yang bisa selalu berhasil mempermainkan nya, sejak dulu hingga detik ini.


"sudah berapa lama...?" tanya Fiona tanpa menatap Wilson, ia menunduk...


Fiona tak ingin menatap wajah Wislon karena jika ia menatap nya ia akan menangis karena kesal.


Wilson tentu tau apa yang Fiona maksud kan dengan pertanyaan barusan, jadi Wilson menjawab


"sekitar beberapa hari yang lalu, sebelum terapi.." Wilson tak bisa melanjut kan kata-kata lagi


Fiona dapat mengingat nya, itu artinya hari saat ia melihat Wilson keluar dari kamarmandi pribadi dengan tampilan lesu,basah dan acak-acakan...ternyata hari itu. pantas saja semenjak hari itu Wilson terlihat berbeda dari sebelum nya, ternyata karena ingatan nya sudah pulih? Fiona tertawa di dalam hati mengejek diri nya sendiri...mengapa ia tak menyadari nya dan malah membiar kan Wilson terus mempermainkan nya...dasar bodoh.


"kenapa kau memilih berbohong?" tanya Fiona lagi


"aku hanya belum bisa melepas mu lagi Fiona" mata Wilson nampak memerah, seumur hidup nya tak pernah selemah ini di hadapan orang lain. tapi sudah seringkali ia sangat lemah berhadapan dengan Fiona seorang.., termasuk hari ini...


"baik lah, kalau begitu selamat atas kesembuhan mu. artinya tugas ku selesai.., hari ini juga aku akan keluar dari Evenil garden.." setelah mengatakan hal seperti itu Fiona segera melangkah pergi


Wilson tak bisa menahan nya, ia tak punya cara...ia sedih dan bingung, seperti ada yang terenggut keluar paksa dari dada nya


Rico Hasben mau pun Dirly tak menyangka ini yang terjadi, mereka berharap Fiona akan marah besar tapi Fiona terlihat tak bergeming...dan pergi dengan langkah tenang...


Rico Hasben menyusul Fiona dengan kesal, di belokan ia menarik lengan Fiona ke arah nya...

__ADS_1


"Rico...Lepas!!!" Fiona mengibas dengan kesal tapi sekali lagi tenaga Rico Hasben bukan lah tandingan nya...


__ADS_2