KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 75


__ADS_3

Saat postingan nan sangat manis itu masuk ke penglihatan Wilson, tanpa sadar ia Wilson meremas ponsel di tangan nya dengan sangat geram.., Mecca dan Zikran melihat perubahan raut kakak sepupu nya itu dengan ngeri, lalu Wilson dari ponsel nya beralih menatap dua adik sepupu nya ini dengan tatapan yang membunuh secara bergantian...


Mecca sudah menyangka akan begini jadi nya, tapi Zikran sama sekali tidak menyangka nya. malah yang lebih membuat nya kaget lagi Wilson melepaskan ponsel Zikran itu dengan sembarang dari tangan nya, ponsel pun melayang jatuh lalu terpental begitu saja di tangan sofa dan hampir jatuh ke lantai Pong !!! tapi Untung lah Zikran dengan sigap menangkap ponsel nya tersebut dan refleks mengelus-elus dada nya sendiri seolah lega Ponsel keluaran terbaru nya selamat dari ambang kehancuran. Zikran ingin protes tapi yang akan di protes orang nya bahkan lebih menyeramkan.., masih untung ponsel yang di lempar Wilson ke lantai, kalau diri nya??? siapa pun tahu Wilson Wijaya Santoso Kakak sepupu nya itu sangat lah kurang peka dan kurang berperasaan dalam menjalani kehidupan...


sosok Wilson sudah berlalu, Zikran baru menyadari posisi nya saat ini sangat mepet ke Mecca setelah menangkap ponsel tadi dengan aksi yang lumayan heroik..merasakan tubuh lembut dan wangi sepupu nya ia enggan bergerak malah merebahkan kepala di paha Mecca yang ramping dan mulus


"ahh...Mecca kau sangat cantik dan harum...seandai nya kau bukan sepupu ku, aku pasti sudah akan memacari mu" celutuk Zikran santai seraya memejam kan kedua mata nya karena saat ini diri nya merasa mendapat kan tempat rebahan yang sangat nyaman


"ya, seandai nya kau pun bukan sepupu ku, maka aku akan membu-nuh mu, dan melemparkan mu ke kandang beruang..." balas Mecca galak, Zikran spontan membuka mata dan mendapati Wajah Mecca yang tak bersahabat, melotot marah di atas nya, lalu detik itu juga ia mendorong kepala Zikran dari pangkuan nya hingga pria muda ini langsung hampir terguling dari sofa jatuh ke lantai tapi untung nya bisa menyeimbangkan diri,hanya nampak limbung sedikit.


Mecca segera bangkit meninggalkan Zikran dengan raut yang galak, berlalu begitu saja dari sana..kesal sekali karena tadi Zikran menyerah kan ponsel begitu saja ke Wilson hingga ujung nya dia juga jadi kena imbas amarah Wilson hari ini.

__ADS_1


"kenapa orang-orang hari ini pada sensitive semua" gerutu Zikran seraya menggaruk-garuk kepala nya yang sebetul nya tak terasa gatal itu.


tak lama setelah seluruh keluarga Santoso Berkumpul Makan siang pun di mulai...,di sisi lain Wilson menahan amarah dan protes di hati nya, bisa-bisa nya Fiona punya waktu pergi jalan-jalan bersama Krishna di sana? oooh jika Krishna yang datang akan di sambut dengan baik, begitu? namun jika dia, tidak? sebegitu benci nya pada ku? aku kan sudah tau salah...batin Wilson kesal, aku sudah datang jauh-jauh, aku sudah meminta maaf tapi dia malah tidak memaafkan ku dengan tulus...!! jadi maksud nya aku ini bukan apa-apa? aku seorang Wilson Wijaya Santoso dengan sangat rendah hati mendatangi nya, tapi ia malah tak menganggap ku, dia mengusir ku, Fiona kamu benar-benar sungguh...ah menyebal kan !!! jadi bagi mu Krishna George itu jauh lebih menarik dari pada aku, maka nya kau suka dia datang, kau ajak dia jalan-jalan...! iya kan? ohh kau lebih suka pria yang seperti Krishna, kau suka gaya nya yang transparan dan hangat? kau fikir aku tidak bisa bersikap seperti itu? tapi mengapa kau malah ingin menikah dengan kakak angkat mu si marga Elvano itu yang bahkan tak jauh berbeda dari aku? Fiona kau benar-benar membuat ku kesal...!


Di dalam hati nya Wilson terus mengerutu kesal seperti anak muda labil yang baru merasakan jatuh cinta di fase cinta monyet yang tidak suka melihat wanita kesukaan nya dekat dengan pria lain...


sampai ia tak menyadari Orang-orang keluarga Santoso yang berada satu meja makan dengan nya saat ini menatap nya heran karena sedari tadi Wilson hanya menatap piring makanan nya seperti sosok patung dewa kematian, aura nya sangat seram, menggenggam garpu di tangan dengan begitu dalam dan tampak sangat kesal...


"tidak...aku tidak apa-apa Bunda, hanya sedikit pusing" kata nya beralasan, Wilson memijat pangkal hidung nya yang memang agak terasa tak nyaman karena postingan manis antara Krishna dan Fiona yang ia lihat beberapa waktu tadi.


"kau bisa istirahat kalau sakit" Anderson menatap Wilson tak tega, kelihatan nya walau tak tau penyebab sebenar nya diri nya tau keponakan nya ini memang sangat padat bekerja akhir-akhir ini, karena ia dan Ziviliya Istri nya saja hampir tak punya waktu untuk sekedar ber istirahat.

__ADS_1


"pergi lah ke kamar mu, kebetulan hari libur. kesehatan mu lebih penting..." Ziviliya menambahkan juga


Diane menggosok punggung putera tunggal nya itu, yang memang sejak awal duduk bersisian dengan nya di meja makan, Diane mengangguk kan kepala memberi isarat pada Wilson untuk istirahat saja, tanpa menunggu lama Wilson yang memang merasa selera makan nya hilang sejak tadi pun segera bangkit dan undur diri dengan sopan dari orang-orang.


Mecca dan zikran yang berada di kursi yang bersebrangan saling lirik, hanya mereka berdua yang tau pasti nya apa penyebab mood si kakak sepupu itu berubah drastis menjadi sangat teramat buruk itu. tapi mereka berdua juga hanya bisa diam seribu bahasa... Lavenia yang merasakan gelagat tak bagus pada anak dan keponakan nya itu seperti mengetahui ada suatu perihal yang telah terjadi dan tentu nya hanya di ketahui oleh para anak muda ini saja, antara Wilson, Mecca dan Zikran. namun Lavenia tak mau tau jadi ia hanya menatap dan mengabaikan nya, bagi nya urusan para generasi ini sama sekali bukan lah ranah nya. palingan tak jauh dari urusan percintaan kan? ya...begitu lah kemungkinan terbesar nya.


Di dalam kamar nya Wilson duduk menatap ke jendela kamar yang besar menatap pemandangan di luar dari area yang tinggi itu..., saat ini dia di sini sendiri, tapi wanita mantan istri yang sangat di cintai nya itu saat ini sedang bersenang-senang dengan pria lain...!? ada kegundahan yang tak terlukis...


dulu sebelum menikah di kediaman Utama Wijaya Santoso ini ia dan Fiona punya kamar masing-masing, tapi setelah menikah kamar ini lah yang menjadi kamar pribadi mereka berdua. entah apa yang Wilson fikirkan, baik di evenil Garden atau pun di sini ia sama sekali tidak menghapus jejak Fiona, pakaian Fiona di Evenil Garden atau pun di Kediaman utama ini masih tergantung rapi sama sekali tidak ia singkirkan...


kadang kala ia jadi kesengsem sendiri saat teringat ia memperko--sa Fiona yang merupakan istri sah nya sendiri, di kamar ini..., ya benar...kamar ini lah yang menjadi saksi bisu saat ia menindih dan menyerang Fiona tanpa ampun, saat tersadar hati nya merasakan kehilangan yang begitu teramat sangat menyiksa...

__ADS_1


__ADS_2