
sudah hampir memasuki minggu kedua Fiona berada di Evenil Garden menjalani kehidupan berstatus sebagai istri pura-pura nya Wilson Wijaya Santoso.
terkadang Fiona merasa mungkin saja diri nya memang di takdirkan tidak bisa lepas dari genggaman seorang Wilson Wijaya Santoso. bukti nya sudah status sah bercerai pun Fiona masih harus di paksa oleh situasi dan keadaan untuk menjadi istri pura-pura nya Wilson.
ternyata hidup nya memang tidak akan pernah luput dari manusia bernama Wilson. mungkin hidup Fiona tidak akan pernah berada di tahap sempurna jika tidak ada Wilson yang menjadi pemain dan pemeran penting di dalam nya,memikir kan nya saja membuat Fiona merasa kesal sekali. Fiona berharap semoga semua ini hanyalah sangkaan diri nya saja. suatu saat pasti ia Fiona benar-benar akan lepas dari orang yang bernama Wilson Wijaya Santoso ini.
Fiona sama sekali tidak mempersoal kan bila mereka terlibat hubungan pertemanan dan sejenis nya. tapi tidak dengan hubungan serumit dan sememusingkan seperti yang terjadi saat ini.
❤️❤️❤️
selama hari-hari yang berlalu Fiona merawat Wilson dengan baik, lebih tepat nya mereka saling merawat satu sama lain. Fiona merawat Wilson agar ingatan sang pria cepat membaik sedang kan Wilson merawat Fiona sesuai dengan apa keingianan dan angan nya bila ia tak jadi bercerai dengan Fiona saat itu.
dan untuk perihal terapi rutin pun tetap di lakukan hingga sekarang..., dan hari ini terapi pun sudah siap di lakukan dua jam lagi.
pagi ini Wilson terbangun dan segera bangkit dari ranjang dan seperti biasa nya ia segera masuk ke kamar mandi pribadi di dalam kamar tersebut guna melakukan rutinitas pagi sebelum ritual mandi nya.
setelah menggosok gigi, dan membasuh muka seperti biasa pula Wilson mengambil tisu wajah di atas samping rak Wastafel. namun tanpa sengaja siku nya menyenggol botol sabun cuci tangan ukuran besar yang isi nya masih penuh, hingga
Praakkkk!!!
menimbulkan suara jatuh yang lumayan besar seperti bunyi palu yang di hentak kan !!!
__ADS_1
sriiiing...kepala Wilson mendadak pening, samar-samar seperti ada bayangan palu yang di pukul kan dan itu terasa sakit tepat di dada nya, perih sekali...
seperti sebuah bayangan orang yang ramai...diri nya merasa duduk dalam ruangan itu dalam raut pasrah dan dalam situasi ketidak berdayaan...
bayangan sebuah gedung besar...Sriiing..!!!
Wilson memegang kepala nya yang terasa berdenyut, hati nya yang terasa luka...,Wilson menumpu tangan nya di meja Wastafel seraya tangan satu nya memegang dan mencengkram kepala nya sendiri
Sriiing...!!! gedung pusat pengadilan perceraian...sebuah palu yang di pukul kan, sebuah suara...mengatakan hal yang menyakit kan..
bahwa ia dan Fiona resmi bercerai !!!
pria bernama AL ghazaly itu berkata kalau ia akan menjadi suami untuk Fiona...
sebuah mobil yang menabrak bahu dan pembatas jalan ia duduk di dalam nya lalu merasa kan sakit di kepala nya seperti membentur keras, suara orang-orang yang memanggil nya...aroma rumah sakit...lampu terang ruangan operasi...,Wilson merasa ia seperti duduk di ranjang rumah sakit memeluk dan bersandar di dada Fiona...
SRIIIIING...!!! Wilson tersadar ia langsung terbatuk-batuk dan muntah di wastafel di depan nya, lalu dengan cepat menyiramkan nya dengan air pancuran kran..
Wilson memegang kepala nya sendiri, keringat mengucur di dahi nya, nafas nya tersengal hebat...wajah nya basah...Wilson tak sadar ia sampai mengeluarkan air mata dengan menyaksikan ingatan menyakit kan itu..
detik ini semua nya kembali, Wilson mengingat semua nya, ingatan nya telah kembali normal.., dia telah kembali ke dunia sesungguh nya. dunia yang dengan segala kenyataan kepahitan nya yaitu kenyataan bahwa ia dan Fiona sudah bukan lagi pasangan suami istri dan...yang juga tak kalah menyakit kan adalah Fiona akan segera menikah dengan pria yang bernama AL ghazaly Elvano.
__ADS_1
Wilson keluar dari kamar mandi pribadi tersebut dengan langkah gontai, Fiona yang baru dari ruang depan hendak masuk ke kamar kaget saat menutup kembali pintu kamar dari dalam, mendapati raut wajah Wilson yang memucat dengan ekspresi yang aneh...
"Wilson ada apa? kau sakit?" tanya Fiona khawatir, melihat rambut dan ekspresi Wajah Wilson yang tampak sedikit acak-acakan.
Wilson tersadar, dan ia pasti sudah langsung mengerti mengapa wanita yang di cintai nya ini sekarang berada di sini, di Evenil Garden ini. semua pasti karena kesalahan pada ingatan nya yang sangat bodoh dan konyol ini.
"aku baik-baik saja" Wilson langsung memaksakan tersenyum, namun entah mengapa senyum yang di paksakan itu tetap terlihat menawan di mata Fiona.
Fiona tak tau apa ia yang sudah gila, atau bagaimana kah? ia pun tak mengerti pasti nya. Fiona cepat-cepat menepis ketertarikan nya pada pesona makhluk jangkung di depan nya ini.
"ayo kau harus sarapan" ajak Fiona seraya memegang lengan Wilson menuntun nya mesra seperti biasa seperti hal nya istri sempurna yang bertindak pada suami tersayang nya
Wilson mengangguk dan segera berdiri mengikuti mensejajarkan langkah dengan Fiona
seraya merasakan aliran listrik dari tangan lembut Fiona yang memegang pergelangan dan lengan nya saat ini, Wilson juga melirik ke pucuk kepala wanita yang berjalan beriringan dengan nya ini. melirik Fiona yang lebih pendek 20 cm lebih dari nya, memperhatikan rambut atas dan anak-anak rambut yang manis di kening wanita ini. Wilson suka sekali. kemarin-kemarin saat ia belum sadar dan mengira wanita ini masih istri nya, ia tak segan menge--cup dan membelai nya. tapi sekarang setalah ingatan nya kembali normal, Wilson menjadi takut sendiri. ia malu bila harus menyentuh Fiona, sangat malu sekali seperti Remaja puber pada gadis belia yang sedang menjadi incaran yang sedang di sukai. Wilson tidak berani meski pun sebetul nya sangat ingin.
tapi Wilson tak tau harus mengatakan atau tidak pada Fiona kalau diri nya sudah sadar, ia takut apakah setelah mengatakan nya Fiona masih akan baik dan lembut begini menjaga nya, apakah Fiona masih ingin di sini dengan sukarela merawat dan bersama nya...?
boleh kah aku egois sebentar saja,Tuhan..batin Wilson. aku belum siap Fiona pergi dari Evenil Garden, aku masih ingin bersama nya beberapa hari lagi bisa kah? kalau bisa selama nya...tapi untuk kali ini izinkan sebentar saja kami begini, tolong...
selama beberapa waktu ini entah keberapa kali nya Wilson memohon kepada Tuhan menyangkut Fiona.
__ADS_1