KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 95


__ADS_3

di saat mereka berdua hampir menjadi patung berdiri, tiba-tiba bunyi dering ponsel masuk di antara kedua nya...dan ternyata itu adalah panggilan yang masuk ke ponsel Wilson, dalam waktu yang bersamaan kedua nya pun sontak tersadar...


yah andai saja tidak ada bunyi ponsel yang masuk mungkin saja kedua mantan pasangan suami istri ini akan memang benar-benar menjadi patung yang sedang berpose berdiri.


detik itu juga Wilson segera cekatan menerima panggilan di ponsel nya dan itu ternyata dari asisten pribadi Wilson sendiri yaitu Asisten Danu.


Fiona yang melihat Wilson yang mulai sibuk berbicara via selular, ia pun segera buru-buru berbalik pergi dari tempat tersebut hendak kembali menuju ke arah ruangan Tante Ziviliya..,sedang kan Wilson melihat Fiona sudah melangkah pergi, ia sembari sibuk berbicara lewat ponsel nya pun melangkah kan kaki meninggal kan kamar itu segera seraya menarik sedikit pintu kamar yang lalu tertutup dan terkunci begitu saja dengan secara otomatis...


setelah Wilson usai berbicara singkat ia pun menutup panggilan ponsel nya, dan...detik berikut nya Wilson memutar kepala menoleh lagi ke belakang, ke arah Fiona melangkah pergi tadi...dan Wilson hanya melihat punggung Fiona yang terus melangkah meninggalkan lokasi tersebut, melihat punggung Fiona yang terus menjauh Wilson pun akhir nya kembali berbalik ke posisi awal meneruskan niat awal nya yang akan pergi ke santoso Group, jadi nya Wilson melangkah kan kaki nya ke arah lift guna menuju lantai bawah. sedangkan Fiona yang terus melangkah lurus ke depan setelah Wilson kebetulan sudah berbalik memunggung, sekarang malah Fiona yang memutar kepala menoleh ke belakang lagi,,, melihat ke arah punggung Wilson yang mulai makin menjauh...


Fiona benar-benar tak mengerti dengan perasaan nya, di saat ia harus merasa sakit dalam setiap pilihan yang di ambil nya.., bagi Fiona mencintai Wilson adalah hal yang menyakit kan, dan membenci Wilson pun adalah hal yang menyakit kan pula...


melihat punggung pria yang pernah menjadi suami nya itu, Fiona buru-buru berbalik ..mempercepat langkah nya menuju ruang Tante Ziviliya dan tanpa menoleh-menoleh lagi untuk kedua kali nya.


💚💚💚


setelah selesai bertemu muka dan berbincang dengan Tante Ziviliya, Fiona pun bersiap-siap pergi meninggalkan kediaman Utama Wijaya Santoso.

__ADS_1


namun baru saja Fiona akan melangkah keluar, di ruang depan sebuah suara memanggil nya


"Fiona..." panggil suara itu lembut


Fiona merasa sedikit aneh, ia tahu betul suara wanita itu suara siapa !? namun yang jadi pertanyaan nya mengapa suara nya selembut dan sehalus itu?


benar saja saat Fiona menoleh tebakan nya benar yang memanggil nya adalah Nyonya Diane, dan wanita paruh baya itu tersenyum manis dan ramah pada Fiona, sangat mengheran kan bukan?


selama hidup nya dari awal bertemu Nyonya Diane, mana ada wanita satu ini ber ekspresi wajah sebegitu rupa pada nya,dan menyapa Fiona dengan lembut pula. hampir saja Fiona menyangka Nyonya Diane ini sedang memakai topeng karet elastis.


"Ibu tidak tau ternyata kau datang bertamu" kata Nyonya Diane secara mengejutkan


apa? Ibu? batin Fiona...


bahkan selama ia menjadi istri seorang Wilson Wijaya santoso yang merupakan putera si Ibu bernama Nyonya Diane ini, mana pernah ia menganggap diri nya sosok ibu pada Fiona...? kenapa sekarang setelah Fiona bukan lagi menantu nya, bukan lagi istri dari Wilson Wijaya Santoso Putera nya, kenapa malah jadi Ibu??? Fiona merasa ini benar-benar sangat konyol...


Nyonya Diane yang melihat Fiona menunjukkan raut heran, akhir nya menyadari keteledoran nya, ia sampai lupa kalau Fiona bukan lah orang yang mudah berubah atau pun mudah untuk di ambil hati nya.

__ADS_1


"maaf,,, maksud ku..Tante." senyum Nyonya Diane dengan Elegant seraya meminta maaf "Tante terlalu bersemangat" lanjut nya lagi


"ada apa?" Fiona seperti nya tak suka berbasa basi


Nyonya Diane diam sejenak, dia awal nya karena rasa malu harus nya memilih tak peduli siapa pun Fiona sekarang, ia sudah berjanji pada diri nya sendiri tetap akan menganggap Fiona adalah sosok gadis miskin yang tidak menarik walau pun sekarang status nya adalah Nona Muda Elvano. tapi entah mengapa sejak melihat Wanita bernama Fiona ini datang sejak awal tadi, dia Nyonya Diane si pecinta kekuasaan,ketenaran dan kemuliaan merasa begitu tertarik saat melihat sosok Fiona yang sekarang.


di mata Nyonya Diane aura nya Fiona terasa sangat berbeda, pembawaan nya bukan seperti Fiona yang dulu. yah..., walau pun sebetul nya itu hanyalah perasaan Nyonya Diane saja. tidak ada yang berubah dari cara Diane bersikap baik di masa dulu atau pun sekarang. hanya saja mungkin aura puteri ori yang di bawa Fiona sejak dulu melekat di tubuh nya walau pun diri nya pernah menjadi miskin setelah Aditama bangkrut, walau pun pernah menjadi gelandangan sebelum bertemu Keluarga Elvano, lalu pernah menjadi di anggap pe--la-cur setelah di jebak di dalam rumah bordilan. namun jika diri nya adalah sosok Tuan puteri sesungguh nya walau pun ia sudah luntang lantung menjadi miskin dan tak segan membantu pekerjaan pelayan di Wijaya Santoso, aura seorang Nona masih tetap melekat pada nya tidak akan hilang.


contoh nya saja tokoh-tokoh puteri di film, walau apa pun yang mereka lalui.. pada akhir nya mereka tetap lah seorang puteri sesungguh nya.


mungkin jika dulu dari sekalian orang yang tak suka, Fiona terlihat arogan dan sombong sebetul nya bukan itu, hal yang sebetul nya adalah Fiona dia tidak bisa sembarang di injak atau pun di tindas. tapi karena di anggap miskin namun selalu melawan dari penindasan itu akan membuat si para penindas merasa kesal dan sebal..,maka akan menganggap kalau ketangguhan Fiona tidak cocok untuk diri Fiona yang miskin dan tak punya kuasa,


Lalu jika saat ini dia Fiona memegang kuasa besar seperti sekarang maka ketangguhan nya akan terlihat balance ! sangat seimbang...


dan itu lah alasan nya mengapa Nyonya Diane sekarang ini merasa sangat tertarik pada Fiona, di mata nya kepemilikan kekuasaan,keternaran dengan kemuliaan seorang Fiona terlihat sangat amat seimbang mengalir secara Alami, dia Nyonya Diane yang hidup nya begitu menggilai itu semya tentu saja tidak akan sanggup untuk menahan diri untuk tidak peduli pada sosok Fiona. Nyonya Diane tentu lah tak akan melewat kan nya begitu saja


"Fiona..., Tante ingin meminta maaf pada mu.." kata Nyonya Diane kemudian dengan wajah yang menunjukkan raut penuh penyesalan...

__ADS_1


__ADS_2