
sejenak Wilson berfikir dengan apa yang di ucapkan Mecca. teringat pula ketika AL ghazaly mengatakan Fiona adalah calon istri nya yang arti nya dua orang itu akan menikah. apa kah ini arti nya bagi Wilson masih ada waktu?
walau hati nya merasakan sedih karena Fiona akan menghilang enam bulan ke depan, tapi bukan kah ini arti nya masih ada waktu? mantan istri nya itu bahkan sama sekali belum menikah lagi dengan AL ghazaly kakak angkat Fiona itu, bukan kah arti nya benar-benar masih ada waktu ? masih ada kesempatan mengambil Fiona kembali sebelum hal yang benar-benar tidak Wilson ingin kan itu terjadi.., sebuah pernikahan sakral antara AL ghazaly dan Fiona.
Wilson bukan nya mau mengambil Fiona kembali dengan egois? ia sama sekali tidak berniat mengambil Fiona dari keluarga Elvano mengingat itu adalah keluarga Fiona sebelum menjadi seorang Fiona...namun apa yang ingin Wilson ambil dari Fiona adalah cinta nya bukan hal yang lain. Bagi Wilson apa pun itu, cinta Fiona hanya milik nya sampai kapan pun jua. tak akan pernah berubah, sebetul nya lebih kepada Wilson yang tak ingin mengubah nya.
Krishna George walau tidak melihat Fiona secara langsung selama priode ini selalu bisa melihat wajah cantik Wanita terkasih yang di sukai nya ini. mereka selalu menyempatkan melakukan Video call satu sama lain, karena bagaimana pun selain pertemanan yang baik, antara Krishna dan Fiona juga terlibat hubungan pekerjaan dalam satu ruang lingkup yang sama, KangSADAN. dan lagi sejak dulu hingga kini bagi Fiona sosok Krishna George adalah teman baik yang selalu ada untuk nya, tidak ada perasaan yang lebih dalam dan jika Krishna menganggap Fiona lebih dalam lagi, maka itu bukan urusan Fiona melainkan murni urusan Krishna itu sendiri. bukan kah begitu?
Namun Wilson selama dalam waktu-waktu satu bulan ini bukan nya tidak pernah menghubungi Fiona. ia selalu melakukan nya, tapi Fiona memang tak punya keinginan untuk menggubris nya, panggilan telepon Wilson yang selalu Fiona abaikan, Fiona sunyikan bahkan Fiona tolak begitu saja. bagi Fiona antara diri nya dan Wilson sama sekali tidak ada yang harus di bahas lagi, jadi untuk apa menerima panggilan telepon pria itu jika ujung-ujung nya hanya pertengkaran yang terus terjadi...
ketika mereka masih dalam mode ikatan suami istri pun Fiona selalu berusaha menghindari interaksi dengan Wilson, bukan nya apa-apa namun hubungan komunikasi antara diri nya dan Wilson bukan lah komunikasi yang baik seperti hal nya suami istri yang normal, jadi jika sekarang mereka tak ada hubungan lagi...untuk apa harus saling komunikasi jika akhir nya akan perang dan perang saja. menghadapi mode seperti ini Fiona sudah cukup lelah...
selama ini pun yang ada dalam ingatan Fiona yang di beri kan oleh pria bernama Wilson Wijaya Santoso ini hanyalah luka dan luka saja, tidak ada hal istimewa lain nya. jadi Fiona tak akan lagi dengan sengaja melibat kan diri dengan pria bernama Wilson Wijaya Santoso ini. tidak akan pernah !!! cukup satu kali...
***
Waktu makan siang belum juga sampai, ini paling tidak baru sekitar pukul sepuluh kurang, masih ada waktu menuju tengah hari...
Warda Megan Tevanius melangkah kan kaki nya di lobi Elvano group di Resque..., kaki jenjang nya yang cantik menaiki tangga menuju ke bagian lift, jari ramping ny menekan tombol naik..,wajah bak dewi itu terus menyungging kan senyuman samar di sudut bibir nya,,
__ADS_1
"bisa aku bertemu dengan Ceo kalian?" ia bertanya dengan suara lembut pada sekretaris Elvano Group, gadis berambut sebahu yang cantik tampilan sekretaris sempurna melayani ny dengan sopan...
sebagai sekretaris Elvano Group yang bertugas sudah sejak lama, tidak mungkin ia tak mengenali Nona dari keluarga Tevanius yang terpandang ini...dan lagi Nona ini dulu nya adalah mantan istri Ketua Ega atasan nya yang tak lain Ceo Elvano Group, AL ghazaly Elvano...
sekretris yang bernama Yonna ini bukan nya amnesia hingga harus melupakan sosok Warda Megan Tevanius..., selama menjadi istri AL ghazaly dalam Elvano Group, puteri keluarga Tevanius ini sama sekali tidak menyandang nama buruk, ramah dan baik dalam sikap elegant nya...
"Nona Warda Megan..." Yonna menyapa ramah "silahkan Ketua Ega ada di dalam" Sekretaris pun mempersilahkan...
bagi Yonna sang sekretaris orang yang biasa nya akan membuat janji sebelum bertemu AL ghazaly tapi jika itu Nona Warda Megan mungkin sudah membuat janji terlebih dahulu, karena walau tidak lagi menyandang status istri ketua Ega tapi Warda Megan status nya tetap lah Direktur Tevanius Group yang merupakan relasi Elvano Group sejak lama.
dengan kedatangan Warda di ruangan nya, AL ghazaly cukup kaget karena sebelum nya menurut jadwal yang ada, orang yang datang adalah perwakilan dari Tevanius saja bukan Direktur nya langsung..,tapi ia dengan cepat mempersilahkan Warda Megan ini duduk seperti tamu biasa nya, wanita cantik ini dengan elegant duduk di sofa yang tersedia, namun sebelum diri nya duduk...
"aku baik..., kau?" AL ghazaly balas menyapa
"aku..sama dengan mu sangat baik" sahut Warda Megan semangat
kedua nya duduk berseberangan... "sudah sangat lama bukan?" Warda Megan memulai percakapan
"lumayan..." balas AL ghazaly singkat, selalu begini...AL ghazaly tak punya banyak topik untuk di bicarakan kepada Warda Megan Tevanius ini selain pekerjaan...
__ADS_1
"kemana kau selama ini...?" Warda Megan penasaran karena kurang lebih dua tahun pria mantan suami nya ini baru muncul kembali ke permukaan, bahkan diri nya yang sering terlibat kerja sama antara keluarga Tevanius dan Elvano selalu bertemu dengan orang-orang kepercayaan Elvano group saja, orang-orang kepercayaan AL ghazaly dan orang-orang kepercayaan Tetua Akbar...
"hanya sibuk..." jawab AL ghazaly menyangkut pertanyaan Warda Megan pada nya barusan, ia tak akan menceritakan perihal koma sangat panjang yang di alami nya terakhir ini...
"aku turut berduka atas kepergian papa Akbar..." lirih Warda Megan tulus, walau tak lagi menyandang sebagai menantu Elvano tapi memanggil Tetua Akbar dengan panggilan papa belum bisa Warda Megan untuk mengubah nya lagi...
"ya, Terimakasih..." balas AL ghazaly
"kau menghilang begitu saja setelah Tetua Akbar tiada, aku bahkan tidak punya kesempatan melakukan penghormatan...semua nya kalian lakukan secara tertutup entah dimana?" wajah Warda Megan cukup sedih, bagaimana pun ia sangat menghormati Tetua Akbar Elvano dari semasa hidup nya
"banyak yang harus aku urus setelah kepergian papa" AL ghazaly berbohong demi kebaikan "pemakaman papa memang di lakukan di negara kelahiran Beliau, itu memang permintaan nya sejak lama dan selalu berpesan pada kami saat Beliau masih ada" kali ini AL ghazaly tidak berbohong...
dalam beberapa detik kedua nya diam, Lalu..."aku senang karena akhir nya bisa mengurus proyek secara langsung dengan mu, tanpa perwakilan lagi..." kata warda Megan dengan senyuman..., AL ghazaly hanya membalas dengan anggukan singkat dan senyuman samar pula,
"baik lah kita mulai sekarang...?" AL ghazaly berkata
"ya..." jawab Warda Megan, walau sebetul nya masih banyak yang Wanita ini ingin tanyakan pada mantan suami yang masih sangat di cintai nya ini...
tak lama asisten AL ghazaly masuk sembari membawa beberapa dokumen di tangan nya, yang akan di bahas bersama Warda Megan sang direktur Tevanius Group hari ini...
__ADS_1