
Hari ini Fiona mati-matian menutup kantung mata nya, tapi karena tidak terbiasa dengan dempulan yang tebal jadi ia terpaksa mengenakan kacamata hitam sebagai aksesoris pembingkai mata panda nya.
ya, semua di karena kan ia tidak tidur tadi malam, begitu juga Wilson. namun pria yang kekurangan tidur wajah nya akan tetap terlihat tidak memalukan apalagi aura elegant Wilson menutupi itu semua. Wilson juga bukan sekali ini tidak tidur namun hanya beda nya tadi malam ia menangis. jadi tetap saja jika di perhatikan baik-baik wajah itu memang terlihat sedikit pucat. sedang kan Fiona adalah perempuan yang sedikit saja mata panda maka akan nampak terlihat dengan jelas.
tadi malam kejadian itu membuat kedua orang ini tidak tidur semalaman dalam posisi seperti itu terus sepanjang malam. Wilson yang memeluk erat Fiona dari arah belakang.,dan posisi Fiona yang terus memunggungi sejak di awal tidak ada perubahan...
Fiona terus mematung membiarkan Wilson menangis di punggung,tengkuk dan leher nya. kadang pria itu diam tanpa suara dan terus betah berada di ceruk leher nya..merasakan nafas pria yang panas di sekitar telinga nya sepanjang malam..., ya begitu terus sepanjang malam...tanpa suara....
kalau saja pagi hari tidak ada suara Barda sang kepala pelayan memanggil di depan pintu kamar mengatakan kalau Nyonya Diane sudah menunggu di ruang depan bersama Nona Muda Kusuma, mungkin Fiona dan Wilson akan tetap berada di posisi itu sampai lumutan.
__ADS_1
tidak tau apa yang ada di fikiran masing-masing, mereka berdua hanya tidak bisa berkata apa-apa satu sama lain... ya, tentang Nyonya Diane dan Indah Kusuma...mereka tidak sabar lagi, hingga datang secara khusus menyusul Wilson ke kediaman pribadi ini. kedua orang ini sejak awal memang yang paling antusias dengan perihal perceraian antara Wilson dan Fiona. kita juga sudah sangat faham itu...
beberapa saat setelah nya, Fiona berangkat lebih dulu, dengan kacamata hitam yang membingkai mata nya, peplum dress sangat cantik di tubuh nya. dengan acuh tak acuh mengabaikan Nyonya Diane dan Indah Kusuma yang berada di ruang depan Evenil Garden..., prilaku nya tentu saja memicu amarah dua wanita ini terlebih lagi Nyonya Diane. kalau Indah Kusuma malah lebih senang mengompori, tapi Fiona berlalu dengan tidak peduli..., bagi nya tidak ada hubungan diri nya lagi dengan para orang-orang rempong ini. hari ini adalah hari terakhir ia berurusan dengan dua manusia pencemar oksigen hidup nya selama ini...
baru saja Nyonya Diane akan melemparkan nuklir peperangan namun sosok Fiona sudah menghilang dari pandangan nya, ia ingin menyusul tapi enggan lagi pula ini juga adalah merupakan hari ter bahagia nya. Wanita bernama Fiona yang sangat di benci nya itu akan segera lenyap dari kehidupan Wilson Wijaya Santoso putera kesayangan nya...,dan akan di gantikan dengan menantu idaman nya yaitu Indah kusuma, secepat nya akan di resmi kan. Nyonya Diane...diri nya tidak mau menunggu lebih lama lagi, tidak mau menunda-nunda lagi. ia harus bisa memiliki menantu yang bisa di banggakan di hadapan teman-teman sosialita nya. putera berharga nya Wilson Wijaya Santoso beristrikan seorang gadis yang berstatus Nona Muda Kusuma, keluarga terhormat, kaya dan terpandang, hm itu baru lah pasangan yang sepadan...jika sudah begitu maka barulah Nyonya Diane merasa kalau kehidupan di dunia ini baru benar-benar adil pada nya...!
"Ibunda.." panggil Wilson sopan, walau raut nya agak sedikit pucat Wilson masih tetap menawan seperti biasa, raut yang pucat itu sama sekali tidak bisa menutupi betapa mempesona nya Wilson Wijaya Santoso ini...apa pun itu,sama sekali tidak berpengaruh terlalu banyak.
Diane melihat putera berharga nya datang menyapa, kekesalan pada Sosok Fiona tadi cepat-cepat ia lupakan begitu saja..."Wilson kau sudah siap, ayo kita berangkat" Nyonya Diane sudah kebelet tak tahan lagi ingin melihat palu putusan akhir yang di hentakkan..., pria bernama Wilson itu hanya mengangguk tanpa semangat, mengikuti saja arah kemauan Ibunda nya.
__ADS_1
"sayang...ada apa? kau seperti nya terlihat tidak sehat?" dengan cepat bergelayut di lengan kokoh Wilson seperti biasa, tanpa tahu malu...tepat nya tanpa tahu kalau Wilson sudah mengetahui kebusukan nya, Indah Kusuma masih sempat nya tetap bermanja-manja seperti hari-hari biasa mereka. Wilson malas menanggapi tapi ia biarkan saja Indah menggelayuti lengan nya, ia tetap di posisi awal tangan berada di dalam saku celana dengan tampilan yang selalu elegant. Wilson biarkan saja sampai di mana gadis binal bernama Indah Kusuma ini ingin terus bermain licik dengan nya.
"Wilson kau...tadi malam kau tidak satu kamar dengan Fiona kan? kalian tidak masih satu kamar kan? lagi pula bukan kah kalian akan bercerai ? pisah kamar lebih baik..." entah kenapa tiba-tiba Nyonya Diane bertanya seperti itu karena ada kecurigaan di sana... dia melihat dua orang ini tadi Wilson dan Fiona keluar dari arah yang sama...sangat aneh.
sesaat Wilson hanya diam menatap Ibunda nya,tidak tau harus menjawab apa, kenapa Ibu nya sendiri bahkan tak mengerti perasaan nya...' iya ibunda...aku satu kamar dengan nya, karena aku ingin...apa salah nya aku ingin satu kamar dengan orang yang aku cintai? aku bahkan ingin satu kamar seumur hidup ku dengan nya...Ibunda mengertilah...' tapi kata-kata itu hanya terdengar di dalam hati, hanya mampu tertuang di dalam hati, ia tidak bisa mengutarakan ingin nya kepada sang Ibunda, sejak kecil Wilson Wijaya Santoso hanya akan patuh, patuh, patuh dan terus patuh pada Ibunda nya tanpa berbelok sedikit pun...
Hingga kini bahkan keinginan nya pun,Bunda nya tak pernah mengerti, dan tak pernah mau tahu. Nyonya Diane di dalam hidup nya hanyalah kehormatan, kehormatan ! di pandang dengan terhormat, di kagumi...di puja, hanya itu ! dia tidak peduli di luar itu semua, bahkan jika harus mengorban kan suatu perasaan yang murni sekalipun. Lebih tepat nya Nyonya Diane bukan lah orang yang peka akan hal itu.
"Tante, tidak mungkin Wilson tidur bersama dengan Fiona...! Tante jangan kuatir." Indah menenangkan Nyonya Diane, lalu beralih menatap sosok tinggi Wilson yang sedang di gandeng nya "ya kan Sayang..." kata nya manja pada Wilson seolah meyakin kan., Wilson hanya tersenyum samar, tak tau harus menjawab apa lagi, apakah tak ada satu pun yang akan mengerti sebagaimana luka hati nya hari ini...?
__ADS_1