
LiLyan menelaah nya, lokasi itu lebih tepat nya tidak terlalu jauh dari sini jika pergi dengan taxi..ya hanya butuh waktu tujuh sampai sekitar delapan menit.
LiLyan menghela nafas nya, huft kenapa harus sekebetulan ini, seharus nya saat ia melihat lagi lokasi harus nya itu akan lebih baik adalah jarak yang lebih jauh bukan malah jarak yang lebih dekat. karena jika jarak yang lebih dekat begini maka diri nya LiLyan jadi berkeinginan kan untuk tetap pergi di saat diri nya sebetul nya rada-rada minder.
setelah berfikir sekitar beberapa detik akhir LiLyan buat keputusan, pergi saja toh tidak apa-apa hanya sebentar menemui Fiona saja, tidak akan apa-apa
karena terlalu banyak berfikir, pergi atau pun tidak...LiLyan ujung-ujung nya jadi lupa menghubungi Fiona lebih dulu, ia malah tidak terlintas apakah Fiona ada di resque tidak untuk saat ini..diri nya malah lebih sibuk memikir kan bagaimana kalau sampai di sana ia malah di usir penjaga kediaman Elvano, tapi entah kenapa tubuh nya seperti bergerak sendiri menyuruh nya untuk segera pergi menuju ke sana..,kediaman keluarga Elvano yang di maksud
***
Fiona sedang berada di perjalanan kembali menuju kota Resque, seharus nya ia berencana pulang kala Weekend saja tapi saat ini ia malah memilih hari ini..ia fikir Tante Ziviliya sangat jarang berada di tempat nya karena skejul yang sangat lah terlalu padat. jadi karena Fiona merasa ini adalah kebetulan beberapa pekerjaan nya juga sudah banyak yang rampung jadi nya ia lebih memilih menyempatkan diri pulang ke Resque walau pun sebenar nya rencana yang dadakan, bertemu Tante Ziviliya saling bertukar cerita masing-masing sudah lumayan lama tidak diri nya lakukan bersama Tante Ziviliya nya itu.
🌵🌵🌵
LiLyan turun dari taxy, memang benar hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh menit, hanya saja taxy tidak bisa masuk jauh ke area hanya berhenti di samping jalan umum saja.
LiLyan mesti berjalan sampai ke pagar besi super besar kediaman Elvano yang di maksud. hah, memang benar waktu nya panjang tapi ia tak menyangka mesti berjalan kaki lumayan jauh lagi. ini sama saja menghabis kan waktu istirahat nya. jika tadi ia bertamu ke tempat orang biasa maka waktu satu jam itu adalah lumayan tapi jika begini perjalanan yang di tempuh ke kediaman Elvano maka waktu satu jam itu adalah sedikit.
hampir dua menit LiLyan berjalan kaki itu pun sudah ia kerahkan tenaga dengan berlari-lari kecil atau melangkah lebar-lebar untuk dapat menjumpai pagar besi besar di hadapan nya sekarang. ia bernafas lega, celingukan berfikir apakah Fiona ada di dalam...?
__ADS_1
jika saja LiLyan tau, bila pun pagar besi ini sudah di buka maka LiLyan tidak akan bisa langsung menjumpai bangunan rumah mewah Elvano, kita harus menempuh perjalanan sekitar kurang lebih seratusan meter lagi. tidak jauh bila mereka menggunakan kendaraan, tapi jika di lakukan berjalan kaki maka itu akan sangat lah lumayan melelah kan lagi...
Saat LiLyan sedang celingukan di depan gerbang besar,ia tidak melihat siapa pun di sana,Security atau penjaga lain yang bertugas. kenapa pagar sebesar ini tidak ada penjaga nya sama sekali, fikir LiLyan bingung. setelah di telaah dengan benar di sana ada sebuah pos jaga, saat melangkah mencari-cari diri nya kaget dua orang berbadan besar sudah berdiri di belakang nya. mata LiLyan melotot kaget seraya memegang dada nya yang jantung nya terasa hampir copot, salah satu pria bertubuh besar berkata
"nona ada perlu apa?" tanya pria yang ternyata adalah para pengawal keluarga Elvano
"emh...saya- mau ketemu teman" Lilyan menjawab sedikit terbata karena masih belum hilang dari keterkejutan nya
pengawal yang mendengar langsung berfikir kalau di lihat dari penampilan nona ini seperti nya ia ingin bertemu salah satu pelayan di keluarga Elvano ini yang ia sebut sebagai teman
"siapa teman mu?" tanya pengawal satu lagi
"Nona...Fiona, maksud ku Victoria Elvano" LiLyan menjawab dengan yakin
"Nona tidak ada di tempat" kata pengawal yang baru keluar dari pos jaga, ia bisa saja bertanya dahulu via kontak earpiece yang masing-masing mereka gunakan sebagai pengawal khusus Elvano. namun Nona muda mereka memang sedang tidak ada jadi apa guna nya bertanya?
"bisa kah anda pergi dan menemui lain kali?" kata pengawal satu lagi
"silahkan" seperti pengusiran namun secara sopan
__ADS_1
LiLyan sedikit lega, orang-orang ini tidak berlaku kasar pada nya walau pun tampang nya lumayan keras dan sangar. hayalan awal nya yang berfikir orang-orang di sini menyeramkan ternyata di luar dugaan nya, mereka tidak semenyeramkan itu. LiLyan tau dia di usir tapi orang-orang ini tetap melakukan dengan halus.
"tapi aku benar-benar teman nya, aku salah satu pelayan di kediaman Wijaya Santoso." LiLyan menjelaskan, bagaimana pun dia sudah berjalan sampai di sini, kepalang tanggung
para pengawal mulai berfikir,mungkin saja nona ini tidak bohong, namun Nona Muda mereka, Victoria Elvano memang belum kembali dari luar kota.
baru saja pengawal akan mengatakan lagi perihal ketidak ada nya sang Nona Muda, LiLyan malah lebih dulu berkata dengan cepat
"aku..akan menelepon nya, ya jika tak percaya aku akan menelpon nya" Seraya mengambil ponsel di dalam tas LiLyan tak henti mengutuki diri nya sendiri yang sangat bodoh kenapa tidak menghubungi Fiona dahulu sebelum kemari, bukan kah Fiona sudah mengingat kan pada nya terlebih dahulu !?
sedang mencoba menghubungi Fiona tau-tau sebuah mobil mewah bergerak perlahan ke depan gerbang besar tempat LiLyan dan Para pengawal sedang berdiri, sontak semua nya menoleh, para pengawal dengan cepat sedikit menundukkan kepala memberi hormat, terlihat seorang supir berbaju lengkap rapi dan seorang pria muda di sebelah nya berpakaian rapi, ia adalah asisten Nico
"ada apa?" tanya Nico pada para pengawal karena melihat seperti ada kejadian kecil
"Nona ini bilang ia teman Nona Victoria dan ingin bertemu" kata salah satu Pengawal
saat itu juga kaca mobil di bagian belakang terbuka memperlihat kan paras sesosok pria yang menawan...siapa yang tak kenal orang ini? AL ghazaly Elvano...
LiLyan lumayan ciut juga,walau pun para pengawal tadi berwajah seram namun dia lebih ciut melihat sosok yang padahal sangat tampan ini, ia tahu siapa itu AL ghazaly, sangat sering melihat nya di layar kaca..hanya saja ia tak menyangka bila di lihat secara langsung kakak tiri sekaligus calon suami Nona Fiona nya ini bahkan lebih memiliki energi yang sangat lah mendominasi.
__ADS_1
AL ghazaly menatap ke arah LiLyan dengan tatapan tajam tak ber ekspresi milik nya, detik berikut nya ia berkata datar
"Jangan biarkan dia masuk...,usir saja" kata AL ghazaly seraya hendak menutup kaca mobil nya kembali...