
Fiona melihat Wilson mulai merasa terganggu dan agak kesakitan. Fiona menatap kesal pada Indah yang berulah makin tak masuk di akal.
"Wilson..." dengan tak tau malu Indah menyerobot di antara Fiona dan Wilson, hingga Fiona terdorong dua langkah ke samping. dua tangan Indah Kusuma segera meraih lengan Wilson. seperti nya Indah sedang bertindak seakan diri nya adalah orang yang paling mengerti Wilson, seakan hanya dia lah satu-satu nya orang yang paling mengkhawatirkan Wilson Wijaya Santoso.
Wilson mengelak, pria ini terganggu
"pergi..." kata Wilson perlahan namun tegas, namun Indah tak mau melepas tangan Wilson
Wilson terlihat sangat terganggu dan risih, kepala nya sakit dan mata nya semakin memerah.
Fiona melihat Wilson seperti itu entah kenapa hati nya sakit. walau pun sama sekali tak ada kekhawatiran bila seandai nya saja Wilson tiba-tiba tersadar hingga mengetahui kebenaran dan kembali ke kehidupan sesungguh nya, namun ketakutan Fiona saat ini adalah tak ingin keadaan Wilson akan semakin buruk, Fiona takut. ia tak ingin melihat Wilson yang kesakitan dan tak berdaya. pria ini lebih cocok menjadi kuat, arogan dan menyebal kan, walau Fiona membenci sikap nya namun hanya itu lah yang cocok untuk seorang Wilson Wijaya Santoso. membayang kan pria ini sakit terbaring tak berdaya sungguh membuat mata dan otak Fiona sakit dan perih !
lalu melihat Wilson yang seperti ini, di sorot mata pria yang kuat dan tak tertandingi ini seperti ada seceracah ketidakberdayaan di posisi nya yang sekarang, seakan Wilson sedang berperang antara ingatan kenyataan dan ingatan hayalan, pria ini terlihat kesusahan dan Fiona seakan juga ikut merasakan sakit nya, sungguh..!!!
entah timbul keinginan dari mana,Fiona merasa kesal pada tingkah Indah kusuma yang tampak egois dan tak tau malu ini, wanita bernama Indah Kusuma ini terus memaksa dan membuat Wilson begitu sangat tersiksa, hal ini sungguh membuat Fiona tidak senang..! tidak suka ! entah datang dari mana perasaan ini yang jelas Fiona merasa sakit dan sangat kesal
__ADS_1
hingga dengan satu kali gerakan, Fiona tiba-tiba mendorong Indah dengan kuat, hingga pegangan Indah dari tangan Wilson terlerai sempurna detik itu juga.
Indah kaget dengan apa yang Fiona lakukan pada nya, hingga Indah spontan menoleh ke arah Fiona dengan tatapan berang dan sengit hendak memprotes dan marah.
tapi belum sempat Indah memprotes,Suara Fiona yang tegas sudah lebih dulu keluar di antara mereka
"pergi lah..." usir Fiona menatap Indah dengan penuh emosi
Indah sampai kaget karena selama ini sejak dulu ia selalu berusaha mencari gara-gara dan membuat Fiona marah tapi Fiona selalu bisa bersikap tenang dan tanpa emosi, tapi hari ini Indah kaget dengan tatapan emosi seorang Fiona pada nya
awal nya Indah memang merasa sangat kaget tapi detik berikut nya Indah tersadar dan sangat merasa suprise bukan kah ia selalu mencari cara agar si Fiona sok penuh harga diri ini menjadi tidak tenang, emosi dan keluar kendali. sekarang sudah terjadi, Indah pun menjadi sangat senang dan berniat menambah bumbu lagi agar suasana menjadi makin terasa sempurna
"pergi atau kau akan menyesal..." kata Fiona dengan raut yang membuat orang merinding.
seumur-umur Fiona ini memang sangat jarang marah, ia adalah sosok yang tenang namun entah mengapa saat ini Fiona terlihat begitu mengerikan.
__ADS_1
walau perkataan Fiona begitu singkat namun Indah tau ancaman yang Fiona lontarkan itu adalah ancaman yang serius dan tidak main-main, tatapan membunuh dari seseorang yang selalu bersikap tenang itu tentulah sangat horor sekali bukan?
Indah hanya terdiam, ia selalu menantikan hari di mana wanita bernama Fiona ini marah dan tersulut emosi. hanya saja ia tak menyangka saat hari ini tiba, emosi dan marah nya seorang Fiona justru semenakut kan ini hingga sampai membuat seorang Indah Kusuma bahkan tak bisa menelan saliva nya sendiri.
setelah memberi ultimatum singkat si hadapan Indah, Fiona segera mendorong nya dengan kejam hingga Indah terjajar beberapa langkah ke belakang dengan raut memucat.
Fiona beralih ke arah Wilson, memungut kantong belanjaan yang tadi sempat terlepas dari tangan pria ini. Wilson terlihat sangat kasihan, begitu sangat bersemangat berbelanja dan harus berakhir seperti ini. Fiona sangat sakit hati melihat keadaan Wilson yang sekarang ini.
Fiona buru-buru memegang pergelangan Wilson dan menuntun nya pergi meninggalkan Indah Kusuma yang masih tertegun bingung dengan raut wajah yang begitu pucat.
selama ia mengenal Fiona, Indah selalu berusaha mencari masalah dengan Fiona bahkan dengan manis nya menjadi duri dan hama pada pernikahan Fiona dan Wilson, menjadi perusak dalam rumah tangga kedua nya. namun sejak dulu Fiona bahkan tak pernah mau repot-repot untuk sekedar tersulut emosi. hari ini Indah sangat ngeri dengan apa yang Fiona lakukan pada nya. satu kata Fiona ini memang terlihat sangat tenang namun ternyata juga mengerikan di waktu yang sama pula.
saat Fiona menuntun Wilson, pria ini dengan begitu ketakutan dan khawatir di hati balas merangkul hingga Fiona mepet erat pada nya dan pemandangan yang tercipta adalah Wilson dan Fiona berjalan menuju mobil seraya berangkulan dengan sangat mesra dan posesif satu sama lain.
Rico Hasben hari ini kebetulan berada di Resque sejak kemarin sore karena ada keperluan. ia menginap di salah satu hotel di sekitar sejak semalam, hari ini ia keluar mencari makan siang sembari berjalan-jalan karena bosan dengan menu hotel. Rico Hasben juga berniat membeli beberapa softdrink di minimarket untuk menghilangkan kegabutan nya, karena sebetul nya untuk seorang sekelas Rico Hasben pasti lah punya asisten yang mempersiapkan semua nya, namun ia sengaja ingin melakukan nya sendiri. yah begitu lah orang kaya berkuasa dan ber uang entah kenapa selalu saja berkelakuan yang aneh-aneh.
__ADS_1
jadi saat Rico Hasben baru saja keluar dari salah satu market di sekitar, ia melihat bagaimana Wilson dan Fiona berjalan keluar dari area swalayan menuju ke arah parkiran dengan begitu sangat mesra. apa lagi dua orang itu setahu nya sudah bercerai...lalu kenapa?
satu kata...Rico Hasben pun sangat merasa cemburu melihat nya