KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 94


__ADS_3

🌵🌵🌵


Wilson sejak siang tadi memang sudah kembali ke kediaman Wijaya Santoso, mengambil beberapa bahan di ruangan kerja pribadi nya di sana.. saat ini ia bersiap-siap untuk turun ke bawah untuk segera pergi ke Santoso Group mengurus beberapa hal penting terkait perihal pekerjaan lagi. dia sangat terburu-buru, biasa nya dia dalam beberapa musim ini selalu mengikuti gaya sang mantan istri yang selalu menaiki tangga ketimbang Lift, tapi hari ini di tengah keterburu-buruan nya Wilson memilih akses Lift.


kepala pelayan Kediaman Wijaya Santoso, Madam Lorena tidak berkomentar apa-apa saat melihat LiLyan kembali dengan lumayan terlambat, Fiona sudah mengabari nya secara khusus via seluler beberapa saat lalu. lagi pula pekerjaan yang di emban pada LiLyan untuk mengurus pasokan bahan makanan sudah lebih dulu di selesaikan dengan baik.


Setelah LiLyan kembali berganti pakaian pelayan dan berkutat dengan pekerjaan nya, Fiona segera melangkah kan kaki nya menuju lantai atas tempat Tante Ziviliya berada.


saat mulai akan melenggang melewati tangga seperti ia biasa nya, hari ini Fiona merasa sedikit capek jadi nya untuk kali ini ia memilih akses lift saja. Fiona memasuki Lift begitu saja, lamunan nya entah kemana-mana...ada banyak persoalan pekerjaan dan lain nya berjalan-jalan di otak nya.


tak terasa lift berbunyi, ia sudah sampai di lantai yang di tuju, saat Fiona keluar dari lift di saat yang bersamaan pula Wilson juga masuk ke lift yang di sebelah nya untuk akses mengarah turun. jadi nya antara mereka berdua tidak menyadari antara satu sama lain. padahal saat ini mereka berada di lantai yang sama dan bersisian...namun Wilson masuk ke lift akses menurun sedang kan Fiona keluar dari Lift akses yang naik...


setelah keluar dari Lift Fiona segera melangkah kan kaki menuju ruangan Tante Ziviliya, saat sudah di depan pelayan pribadi Tante Zivilya menyambut dengan tersenyum...


"silahkan masuk dan tunggu, Nona Muda" Pelayan mempersilahkan Fiona


"Nyonya masih mandi, beliau meminta anda menunggu" pelayan menjelaskan dengan sopan


Fiona mengangguk dan tersenyum lalu melangkah ke arah sofa yang tersedia dan segera duduk di sana.

__ADS_1


Sementara itu Wilson yang sudah sampai di lantai dasar, baru teringat dengan satu bahan yang masih tertinggal, tadi malam saat sedang menyelesaikan beberapa di ruang kerja, sisa nya malah ia kerjakan di kamar.., dan tentu saja bahan itu ia letakkan di nakas kamar nya. yang kita tahu kamar yang di pakai Wilson adalah kamar saat ia dan Fiona masih berstatus suami istri, menggunakan kamar itu Wilson merasa nyaman seakan ada kehadiran Fiona di sana, kamar itu suatu saat yang ia yakini akan kembali menjadi kamar ia dan Fiona lagi dan tak akan pernah berubah hingga akhir.


Wilson mengutuki diri sendiri, di saat terburu-buru malah jadi begini. ini lah setiap kali kalau ia membawa pekerjaan ke rumah maka ia Wilson akan kerepotan tanpa asisten pribadi nya yang bernama Danu itu.


status nya sebagai presiden direktur Santoso Group dengan memegang berbagai macam kendali di tangan nya membuat nya menjadi salah satu dari jajaran manusia-manusia super sibuk di bidang nya seantero negeri. akhir nya mau tidak mau Wilson memutar tubuh nya kembali menuju ke lantai atas


Fiona yang sedang menunggu Tante Zivilya di ruangan tersebut tiba-tiba bangkit dari duduk nya, ia berjalan ke arah pintu keluar ruangan


"Anda mau kemana Nona?" tanya pelayan pribadi Tante Ziviliya


"ingin berjalan-jalan sebentar, aku ingin melihat-lihat...lumayan rindu suasana di sini" jawab Fiona jujur


"baik lah.." pelayan pribadi Tante Zivilya itu tersenyum, ia tidak mungkin lupa Nona Muda ini pernah menjadi bagian dari keluarga Wijaya Santoso, bahkan istri dari pewaris utama itu sendiri...Wilson Wijaya Santoso.


Fiona menggeleng cepat,tersenyum dan lalu berkata... "tidak, tidak usah. aku hanya sebentar saja" tolak Fiona dengan halus..., dan segera melangkah perlahan di koridor melihat-lihat sekitar dengan tenang


Wilson saat ini sudah ada di dalam kamar nya, terburu-buru mengambil berkas dan merapikan nya sebelum ia gabungkan di map yang ada di tangan nya.


Fiona menatap hiasan dinding dan ornamen di sekitar,tidak ada perubahan. masih tetap cantik,mewah dan elegant seperti dulu. seperti saat ia masih berada di kediaman Wijaya Santoso ini.

__ADS_1


mata Fiona tertuju ke koridor di depan nya yang bila di telusuri akan bertemu dengan kamar lama nya saat masih menyandang status gadis muda dan lajang, lalu koridor yang di pijaki nya sekarang adalah menuju ke kamar saat ia sudah menyandang status istri Wilson Wijaya Santoso, dan entah mengapa langkah kaki nya lebih memilih ke arah kamar saat ia berstatus istri, entah karena jarak nya lebih dekat dengan ia berdiri sekarang atau kah karena hal lain Fiona pun tidak mengerti sama sekali.


saat Fiona sudah berada di depan pintu kamar tersebut, perlahan ia melangkah mendekat..., sedangkan Wilson sendiri yang baru selesai merapikan beberapa berkas di tangan nya segera menuju ke arah pintu, hendak keluar dari kamar tersebut...


di saat bersamaan saat Fiona makin dekat dan berdiri di depan pintu...


BLANK !!! pintu kamar terbuka...


kedua nya kaget bukan kepalang...!


Wilson tak menyangka saat membuka pintu malah wajah cantik yang selalu di rindukan nya ini tau-tau muncul di hadapan nya..


jika jantung Wilson sekarang terasa hampir mau copot dari tempat nya, maka Fiona lebih kepada rasa sakit.


entah mengapa melihat wajah menawan dan memikat milik mantan suami nya itu ada rasa sakit yang tak bisa di gambar kan begitu saja oleh diri Fiona.


tapi ini lah yang diri nya rasa, adalah sakit,sakit dan sakit..., hanya sakit. tidak lebih, namun entah sakit karena apa !?


dua makhluk yang sama menawan ini hanya berdiri mematung satu sama lain di ambang pintu, saling pandang sepersekian detik tanpa ada yang lebih dulu bersuara. saat ini waktu seperti ada yang sedang menghenti kan nya...

__ADS_1


kalau terakhir kali Wilson begitu Agresif di acara pesta perjamuan kala itu, maka saat ini Wilson merasa diri nya tak ada persiapan, apalagi setelah kejadian itu setelah nya Wilson malah merasa kalau kelakuan nya pada Fiona malam itu sedikit berlebihan, tapi sumpah saat itu Wilson hanya merasa sangat terpesona pada Fiona, jadi nya ia tidak bisa menahan dan mengendalikan diri nya maka nya Wilson bisa bersikap demikian. dan ketika di pertemukan kembali dengan Fiona di saat yang tidak terduga ini malah membuat Wilson tak bisa berbuat banyak


Fiona juga hanya diam, ia jelas masih ingat terakhir kali Pria yang sudah menjadi mantan suami nya ini bertindak sangat di luar dugaan, dengan tidak tau malu menggoda nya dan lalu begitu kurang ajar mencuri ciu--man dari diri nya, lagi-lagi malam itu pria bernama Wilson Wijaya Santoso ini begitu dengan tenang dan senang mempermain kan nya...


__ADS_2