
serentak dengan tamparan, pegangan tangan Marcell Lyno dari pergelangan Indah Kusuma pun terlepas seketika, namun belum hilang dari keterkejutan nya karena tamparan yang di berikan Indah Kusuma, Marcell Lyno malah di kaget kan lagi dengan teriakan tak jelas dari Indah Kusuma yang terkesan tiba-tiba
"tolong...tolong siapa pun, orang ini mau meleceh kan aku..." pekik Indah seraya bergaya seperti Marcell Lyno hendak melecehkan nya.. Marcell Lyno hanya mematung di tengah keterkejutan nya atas prilaku Indah Kusuma yang di rasa nya terasa berlebihan ini.
orang-orang di sana mulai merespon cepat, dua teman Marcell Lyno pun segera gerak cepat menyeret Marcell Lyno yang terdiam sejak tadi, mereka menarik dan menyeret Marcell Lyno untuk buru-buru pergi dari sana
"Nona, maaf...teman kami hanya salah orang" kata pria satu nya seraya menyeret Marcell Lyno dengan cepat
"maaf...maaf ya ini hanya salah faham" kata teman nya yang satu lagi pada orang-orang di sekeliling yang mulai terlihat merespon, mereka tidak mau kalau sampai Marcell Lyno malah ujung-ujung nya akan jadi bulan-bulanan massa.
melihat sosok Marcell Lyno di bawa teman-teman nya, Indah kusuma segera buru-buru meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan orang -orang di sana yang mulai ramai..., tapi karena Indah Kusuma si pemeran utama kejadian pun sudah pergi kabur begitu saja, orang-orang yang mulai datang tadi pun satu persatu mulai ikut meninggalkan lokasi dan dalam waktu singkat suasana kembali berubah menjadi biasa saja.
sementara itu Marcell Lyno dan dua teman nya yang sudah berada jauh dari lokasi, Marcell Lyno mengibaskan tangan nya yang di pegang dua teman nya itu dengan kesal
"ah...menyebal kan" seru Marcell Lyno
"bro sabar lah, itu salah mu sendiri. kenapa kau berlagak mengenal nya" kata salah satu teman nya
"iya, bro...walau pun wanita tadi cantik kau tak perlu segitu untuk mendekati nya. memang nya kau kurang apa? kau tampan" kata teman yang satu lagi
"masalah nya aku memang mengenal nya" Marcell Lyno keukeh, dua teman pria nya memandang nya aneh lalu kedua nya terkekeh...
__ADS_1
bagaimana pun dua teman nya memang tau kalau Marcell Lyno dulu adalah mantan seleb tenar tapi tetap saja dua orang ini baru kenal dekat dan berteman dengan Marcell Lyno sejak akhir-akhir ini saja setelah Marcell Lyno kembali ke Resque. mereka mengenal di karena kan terlibat bisnis pekerjaan.
"sudah, sudah...,ayo bukan kah tadi kita mau cari makan sambil membahas kerjaan" kata teman satu nya mulai mencairkan suasana.
akhir nya Marcell Lyno pun mengangguk mengikuti dua teman nya itu. Marcell Lyno merasa geram dalam hati nya pada Indah Kusuma, wanita itu telah mempermalukan nya di depan teman-teman nya ini dan di hadapan orang-orang ramai barusan. padahal awal nya walau Marcell Lyno tau Indah Kusuma adalah wanita yang terlibat pada pernikahan Fiona atau Victoria Elvano adik dari AL ghazaly Elvano sahabat nya, ia Marcell Lyno sama sekali tidak berniat masuk campur pada urusan orang lain. tapi setelah di perlakukan Indah Kusuma hari ini ia mulai merasa wanita bernama Indah Kusuma ini harus di beri sedikit pelajaran untuk membayar rasa malu yang di berikan Indah Kusuma pada nya beberapa saat lalu.
Indah Kusuma mengatur nafas nya dan setelah kembali bergaya tenang dan elegant ia kembali duduk bergabung bersama Nyonya Diane
"Tante,maaf membuat mu lama menunggu?" kata Indah Kusuma dengan senyuman manis menghiasi wajah rupawan nya
"tidak sayang, sama sekali tidak...pesanan bahkan belum datang" sahut Nyonya Diane dengan senyuman tulus nya.
"tadi tante sudah memesan untuk mu, tante pilihkan secara khusus makanan yang baik karena kelihatan nya kau kurang fit" kata Nyonya Diane lagi
Indah kusuma duduk berhadapan dengan Nyonya Diane lalu membuka tas dan mengambil ponsel nya, melihat-lihat apakah ada pesan terlewatkan yang masuk ke dalam gadged berlayar pipih nan mahal itu.
"sayang...perihal Wilson..." Nyonya Diane berkata
"ya Tante..." Indah segera meletak kan ponsel nya di meja resto di depan nya, menyimak perkataan Nyonya Diane pada nya
"Tante akan memaksa nya agar kalian tetap menikah, dulu saja dia manut saja saat di paksa menikahi Fiona" ujar Nyonya Diane dengan percaya diri
__ADS_1
"aku sebenar nya sangat mencintai Wilson tante, tapi aku takut bila memaksa nya justru akan menyakiti nya" lirih Indah Kusuma dengan mimik yang menunjukkan ekspresi sedih dan galau, sangat munafik
"tenang lah, jika Tante sudah memaksa maka Wilson tak akan pernah berani melawan nya, dia akan menuruti dan pada akhir nya kalian tetap akan menikah berdua, rencana awal tante tidak akan pernah berubah" kata Nyonya Diane dengan sangat yakin
"Tante..." Indah memang bertampang munafik, namun mendengar keyakinan yang Nyonya Diane katakan membuat diri nya berbinar dan tidak bisa untuk tidak merasa senang...
menjadi istri Wilson Wijaya Santoso memang impian nya sejak lama, itu adalah tujuan hidup di saat ia sudah bosan dengan masa petualangan cinta nya.
seorang istri dari pria yang sempurna, dambaan para wanita...itu adalah impian hidup nya di akhir cerita yang manis sebagai seorang puteri cantik seperti nya.
jika Nyonya Diane sudah berkata seperti ini sangat kecil kemungkinan untuk Wilson tidak mengikuti arahan Nyonya Diane. seperti nya Dia Indah Kusuma memang benar-benar nyata akan menjadi istri dari seorang Wilson Wijaya Santoso.
sentuhan yang sempurna, akhir yang sangat sempurna seperti akhir yang ia hayalkan dalam cita-cita skenario hidup yang ia tuliskan...
tak lama pesanan mereka pun datang,, Nyonya Diane memesan makanan sehat ala china, ada sup asam pedas atau yang sering di sebut sup wonton, lalu Lumpia dan pangsit sayur, dan yang terakhir brokoli ayam...semua nya terlihat segar.
Nyonya Diane juga memesan juice buah plum untuk Indah Kusuma, sedang kan dia memesan Teh krisan...itu adalah teh china favorit nya Nyonya Diane...
beberapa saat setelah selesai dengan makan siang, mereka masih duduk sebentar seraya menikmati minuman dengan perlahan..,lalu tiba-tiba pesan masuk ke ponsel Nyonya Diane, dan wanita paruh baya ini perlahan bangkit dan beranjak dari kursi nya
"sayang, tunggu sebentar. Tante harus menelepon teman dulu" Nyonya Diane seperti nya ada panggilan dari teman sosialita nya
__ADS_1
Indah kusuma mengangguk cepat, dan kembali dengan gadged milik nya sendiri.
Nyonya Diane segera melangkah ke arah koridor yang menuju ke arah toilet untuk menelepon teman sosialita nya, dia punya kebiasan terlalu elegan ,tidak suka saat menelepon di lokasi orang yang sedang menyantap makanan seperti sekarang.