KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 16


__ADS_3

kadang memang semua ini patut di pertanyakan, kenapa Indah Kusuma ini tidak bisa setia pada satu pria padahal yang ia dapatkan adalah tangkapan besar, sejak lama ia sudah mendapatkan Wilson di hidup nya. Indah Kusuma ini selalu berfikir bagi nya ia adalah sosok yang cantik,menarik dan terlalu sempurna, hidup di keluarga kaya yang berlebihan bak seorang puteri raja. jadi seharus nya gadis dengan nilai sempurna seperti nya melalui masa lajang dengan banyak pria di samping dan sekeliling nya, itu barulah lebih lengkap dan sempurna. namun yang jadi pendamping utama adalah yang cocok dan pantas untuk mendapatkan diri nya sepenuh nya hanyalah orang sehebat dan sesempurna Wilson Wijaya Santoso saja, hanya saja ia tak menyangka jika harus terlalu beruntung menemukan dan mendapatkan pria idaman sesempurna Wilson secepat itu, hingga ia harus mengorban kan masa muda nya dengan harus setia pada satu orang Wilson saja, ia harus terlihat sempurna tanpa celah di hadapan pria bernama Wilson itu pula. yang sebetul nya mana bisa? hidup hanya sekali, Indah juga ingin merasakan kebebasan melabuhkan cinta nya pada banyak pria, tapi di sisi lain ia juga tak mungkin melepaskan Wilson begitu saja, karena bagi Indah Wilson lah pria yang memiliki sosok yang sangat pantas dan tanpa cela itu.


acara memang sudah usai sejak tadi, namun orang-orang terdekat nampak masih enggan untuk beranjak sekedar berbincang..,mereke semua adalah kategori orang yang sibuk jadi bila harus mendapatkan moment pertemuan seperti ini sangat sayang untuk di lewat kan, saat orang-orang makin banyak yang terlihat beranjak pergi..ini adalah percakapan antara Wilson dan Indah


"sayang,malam ini aku tidak bisa mengantar mu, aku akan meminta asisten dan supir pribadi ku mengantarkan mu" kata Wilson pada Indah namun ekor mata nya menatap sosok Fiona di kejauhan yang berada di lantai dua menuju ke lantai tiga. wanita cantik itu seperti biasa lebih senang melewati tangga ketimbang lift yang sudah di fasilitaskan di kediaman utama Wijaya Santoso ini...


"aah, sayang kenapa kau begitu? aku tidak mau, aku tetap mau kau lah yang mengantarkan aku" Indah memprotes dengan manja, karena seperti biasa pria yang bernama Wilson ini akan secara khusus mengantarkan nya sampai ke depan gerbang kediaman mewah milik keluarga Kusuma


"aku hari ini masih ada urusan,sayang... tolong mengertilah...oke" Wilson memegang kepala gadis cantik dengan rambut spiral hitam yang terurai itu dengan lembut dan mesra, menatap nya lembut


"tidak" bantah Indah cemberut

__ADS_1


"Indah...sayang" Wilson tetap berisi keras


"ya sudah kalau kau tidak mau mengantarkan ku ! aku bisa pulang sendiri saja !" rajuk Indah


"tidak bisa.." Seraya keukuh Wilson isarat memanggil asisten nya dan sang asisten segera menghampiri lalu dengan sopan berkata "silahkan Nona" aksen yang artinya menyuruh Indah untuk segera keluar menuju mobil yang di persiapkan, mata Indah dengan bulu mata lentik itu menatap Wilson seolah protes dengan ketidak setujuan..., namun Wilson memberi isarat dengan ekspresi wajah agar Indah tetap menurut saja


"aku akan pulang sendiri" rajuk Indah lagi, ia betul-betul kecewa., Wilson menarik nafas nya berat ia tidak ada waktu berdebat dengan manja-manja nya Indah karena saat ini ia masih ada urusan pada Fiona, namun sosok itu sudah menghilang pergi ke lantai atas...


Fiona berjalan tanpa terburu-buru seraya melihat jam di ponsel nya, saat berada di pintu kamar memasukkan kartu kunci khusus mendorong pintu namun tiba-tiba harum maskulin yang dikenali berada di belakang nya ikut mendorong pintu dan masuk, Fiona cukup kaget dan melihat siapa sosok di belakang nya, tebakan nya tepat memang benar itu Wilson Wijaya Santoso sosok berstatus suami namun bukan layak nya suami itu, Fiona dengan cuek masuk membiarkan Wilson yang menutup pintu itu kembali dari dalam, kamar di kediaman mewah itu saat tertutup akan terkunci secara otomatis, Fiona menatap malas, pria itu bahkan memiliki doorlock sendiri mengapa harus berebutan masuk seperti tadi, positif thinking saja mungkin ini kebetulan? atau seperti biasa Fiona menebak nya, Wilson ini ingin mencari gara-gara dengan nya, mungkin pria ini akan mati kehabisan oksigen bila tidak bertengkar dengan nya satu hari saja.


dengan tanpa menoleh Fiona membuka ikatan rambut nya, meletak kan ponsel di meja rias bersiap masuk ke kamar mandi guna membersihkan diri dan berganti pakaian...

__ADS_1


"malam ini aku akan tidur di sini" Wilson membuka keheningan seraya melepaskan jam tangan dan jas formal milik nya yang berwarna turkis yang kita tau selaras dengan warna gaun milik Indah Kusuma di pesta tadi..., Fiona hanya melirik sedikit ia tak peduli dengan wilson mau tidur di mana, mau di sini kek, pulang ke rumah kek, mau tidur di hotel, di jalanan atau di kamar Indah Kusuma sekali pun, Fiona sama sekali tak peduli !


"baiklah, aku akan pulang ke evenil Garden saat selesai mandi nanti" jawab Fiona, Evenil Garden adalah nama tempat kediaman pribadi mereka yang biasa. jawaban Fiona itu bagi Wilson seolah mengatakan pada Wilson silahkan kau tidur di sini sendiri...sedangkan nyata nya Fiona menjawab seperti itu ia merasa Wilson mengatakan ingin tidur disini artinya Fiona jangan coba berencana untuk tidur di sini, karena jika tempat itu sudah Wilson katakan ingin memakai nya maka Fiona tak boleh ikut-ikut ingin memakai nya, karena bagi Fiona makna kata-kata Wilson adalah sebuah pengusiran untuk nya...


"seberapa bersih nya diri mu hingga harus menghindari ku seperti itu? kau fikir aku juga sudi tidur bersama mu?" ujar Wilson sinis


entah apa mau nya pria ini, Fiona lebih memilih cepat-cepat bergegas ke kamar mandi dan menyelesaikan ritual diri lalu cepat-cepat pergi keluar dari kamar ini yang entah mengapa langsung berubah jadi neraka sejak kemunculan Wilson beberapa menit saja...., namun baru saja Fiona akan masuk ke kamar mandi, tubuh tinggi Wilson sudah menghadang nya


"mana surat cerai yang aku minta kau untuk tanda tangan?" dengan tidak ramah Wilson menengadahkan tangan ke hadapan Fiona


"aku tidak membawa nya kemari,berkas itu ada di rumah. maaf aku lupa memberikan nya pada mu..., nanti setelah di rumah aku akan langsung memberikan nya" Fiona berkata dengan malas, apa-apa an meminta surat cerai di sini? mana mungkin Fiona membawa nya, kadang-kadang Wilson ini tidak masuk akal, padahal kemarin-kemarin mereka masih bertemu di rumah jika memang ingat mengapa tidak meminta nya langsung? Fiona tidak mungkin harus mengingat nya sepanjang hari bukan? sebagai wanita mandiri yang pekerjaan nya di luar juga lumayan banyak, jangan kan mengingat berkas itu, mengingat perihal hubungan nya dan Wilson saja Fiona sangat malas...

__ADS_1


__ADS_2