KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 73


__ADS_3

"berita tentang gosip itu...benar" kata AL ghazaly


"apa, berita apa?" Marcell mengangkat alis seraya menenggak satu tegukan minuman ala barat yang di sajikan oleh AL ghazaly sebagai jamuan makanan ringan mereka itu, kedua orang ini masih sahabat juga masih orang lama jadi tidak akan ada yang bakal merasa sungkan disini...


"tentang aku yang memang akan menikahi Victoria...adik angkat ku" kata AL ghazaly santai


"uhuk..." Marcell terbatuk dan hampir saja tesedak minuman, setelah menyeka mulut nya dengan tisu ia menatap AL ghazaly takjub "ckck..kau memang tanpa ampun..." komentar Marcell dengan enteng


"aku tidak bisa membiarkan nya menghadapi keras nya dunia ini sendirian, hanya itu lah cara ku menjaga nya dengan maksimal" kata AL ghazaly di sertai sunggingan yang kalem


"jadi apakah itu bisa di sebut cinta?" tanya Marcell penasaran


"bisa, tentu saja bisa. aku pernah merasa merindukan nya, aku sayang pada nya, suka dengan apa yang di miliki nya, akan sakit bila melihat nya menangis, aku tidak suka bila ada yang menyakiti nya, aku bahkan rela menghabis kan sisa umur ku untuk menjaga nya dan bersama nya. apa itu bukan cinta?" ujar AL ghazaly seraya mata nya menatap lurus, dan ada sosok Victoria Elvano nya itu menari di pelupuk mata nya.


Marcell manggut-manggut penuh perhatian dan pengertian...menatap AL ghazaly penuh makna. ia memang belum pernah melihat AL ghazaly peduli pada wanita. itulah perbedaan nya dengan Marcell Lyno. antara mereka Marcell Lyno suka seluruh wanita cantik, dia AL ghazaly tidak..., dia juga bisa suka wanita cantik jika benar-benar sudah suka.


ketika ia menikah pun bahkan Marcell Lyno tak tau, dan baru-baru ini mendapati berita sahabat nya itu memiliki pernikahan yang tak berumur lama dengan puteri Marga Tevanius itu, Marcell Lyno tau dan kenal dengan Warda Megan itu, keluarga Tevanius adalah salah satu relasi Elvano jadi orang-orang Tevanius sejak dulu ada di sekitar keluarga Elvano. jadi merupakan hal yang mustahil jika Marcell Lyno tidak mengenal nya.


"ketika kau menikah dengan Nona Tevanius itu, apa kau sempat tidur dengan nya?" pertanyaan Marcell memang terdengar konyol bagi orang yang tidak tau hubungan pertemanan nya dan AL ghazaly tapi menurut yang bersangkutan itu tidak konyol

__ADS_1


" ya" jawab AL ghazaly enteng, jika ia di suruh Ayah nya Akbar Elvano untuk menikah maka ia menikah, walau pun dapat di tebak itu adalah pernikahan politik, dan jika sudah menikah yang arti nya baik keluarga Elvano maupun Tevanius menginginkan keturunan dari mereka putera puteri nya. AL ghazaly Elvano sejak dulu tidak pernah mempunyai pacar apalagi mencinta, ia sama sekali tak ada waktu. bagi nya diri nya adalah sebuah mesin, jika kata ayah nya A maka A, jika B maka B...jika harus memilliki keturunan maka miliki lah, bagi nya antara dia dan Warda pun tau pernikahan mereka tanpa di landasi cinta, cukup jalani saja seperti mesin. toh Ayah nya Akbar dulu menikah dengan ibu nya yang puteri pengusaha asal kanada adalah perjodohan juga kan? siapa yang tau ada cinta atau tidak asal kan pria dan wanita tidur bersama maka akan menghasilkan generasi berikut nya. bukti nya AL ghazaly Elvano sendiri ada dan lahir ke dunia ini. siapa yang peduli, tapi ternyata Warda mempedulikan itu, ia mencintai AL ghazaly, dia menginginkan pernikahan hangat dan normal seperti orang-orang. AL ghazaly tak menyangka jika Warda mempersoal kan sikap dingin nya hingga Warda berse-lingkuh! AL ghazaly tidak berfikir kalau Warda akan membuat hal ini suatu masalah sedang kan AL ghazaly saja tidak mempersoal kan ketika ia tidur dengan Warda, wanita itu sama sekali tidak tau siapa yang duluan mengambil kesu-cian nya? ya, benar sejak awal Warda Megan Tevanius sudah tidak suci lagi !!!


saat AL ghazaly mengiyakan bahwa diri nya sudah tidur dengan Warda Megan, Sangat membuat Marcell lumayan tercengang !! "kau serius...?" hampir saja suara nya mengaget kan AL ghazaly


"kenapa respon mu sangat berlebihan" komentar AL ghazaly datar


"dia...maaf, sudah tidak suci lagi kan?" jika antara mereka berdua AL ghazaly dan Marcell maka tak ada perkataan yang harus di saring di saat berbincang


"kenapa kau harus menyebut kan nya begitu terus terang, ckckck...mulut mu memang dari dulu tak ada perubahan..."lirik AL ghazaly sinis di sertai sunggingan yang mengejek


"kau juga tidak berubah, memang nya kau berubah?" Marcell balas mencibir... "hei...ayo lah aku serius" kata Marcell lagi membahas masalah Warda Megan tadi


"bukan aku..." sahut Marcell cepat "Nona Tevanius itu punya affair dengan Ceo Sky Entertainment.., aku pernah bertemu beberapa kali saat mereka selesai chek in di luar kota" cerita Marcell setengah berbisik, bagaimana pun juga Ceo Sky Entertainment adalah pria dewasa yang sudah beristri...


AL ghazaly menenggak minuman sesaat lalu berfikir sejenak "kau lumayan totalitas, permainan ranjang mu sampai ke luar kota" bukan nya Warda yang AL ghazaly sorot tapi malah Marcell sendiri


"hei, hei kenapa malah aku yang jadi terdakwa...kita bukan sedang membicarakan ku, kita berbicara tentang Warda megan" protes Marcell


"..oh" AL ghazaly tidak tertarik "itu sudah berlalu, aku dan dia tidak ada hubungan kecuali menyangkut pekerjaan" ujar AL ghazaly santai

__ADS_1


"baik lah...tapi tidak perlu menyorot ku juga" Marcell tidak setuju AL ghazaly mengejek nya yang bermain cinta hingga keluar kota...pasti AL ghazaly mengejek nya sangat teramat mesum


"hei" Marcell memanggil AL ghazaly lagi "apakah aku sebegitu menarik untuk menjadi topik yang kau bicarakan" ia menurun naik kan kedua alis tampan nya seraya menatap AL ghazaly


"sangat sombong..." gumam AL ghazaly


"apa beda nya dengan mu" dengus Marcell,


AL ghazaly hanya melirik cuek... "hei ayo bertanding..." ajak AL ghazaly, dua orang ini sejak dulu sangat senang bertanding di meja billiard


"wah aku juga lumayan lama tidak bermain" Marcell terlihat tertarik, ia di tempat zona nyaman mengasingkan diri hanya bola billiard yang menemani di saat senggang nya, tapi akhir-akhir ini diri nya memang agak merasa malas...


"hari ini siapa yang akan menang?" AL ghazaly bangkit dari duduk nya dengan elegant di ikuti oleh Marcell yang tak kalah tampan...berjalan menuju ke arah snooker table...


"mari kita lihat siapa yang akan unggul" kata Marcell dengan senyuman yang lebar memperlihat kan gigi rapih milik nya..


dua pria tampan mulai mengambil kiu masing-masing, saat tongkat panjang itu sudah berada di tangan kedua nya "ayo lah duda keren, hari ini aku akan menang dari mu..." goda Marcell


"banyak omong..." sahut AL ghazaly dan menit berikut nya dua orang mulai bertanding melakukan permainan favorit tersebut...

__ADS_1


__ADS_2