
saat Fiona langsung berlari menghampiri menghambur diri ke arah Wilson, pria ini langsung mengira bahwa Fiona ingin memeluk nya, jadi ia langsung tersenyum dan mengangkat sedikit kedua tangan nya
tapi dugaan nya Wilson salah, karena saat Fiona sudah berada tepat di depan nya, ia malah di hadiahi oleh Fiona dengan pukulan tangan yang bertubi-tubi di seluruh tubuh nya
sebetul nya untuk ukuran tubuh Fiona yang tak seberapa bila di banding kan dengan ukuran tubuh Wilson yang besar, pukulan yang Fiona berikan itu sama sekali bukan lah apa-apa tapi karena pukulan nya sudah berkali-kali dan kian bertubi-tubi mendarat di tubuh Wilson ujung-ujung nya Wilson merasa kan perih juga
"au, ssshhh auu..., Fiona...ssh..sayang... au" Wilson meringis menahan perih
"Kamu kemana saja hah?" pekik Fiona tertahan dengan mata memerah menahan tangis, ia menarik-narik kerah Wilson dengan dengan kuat, hingga mereka terlihat konyol.
"sayang aku..." Wilson berusaha mengimbangi ritme Fiona yang terus menarik kerah pakaian nya dengan kuat
"baji-ngan kamu!!! kenapa kamu tiba-tiba pergi brengssseekkk!!??" Fiona memukuli lagi bahu Wilson dengan tangan nya berkali-kali
"kamu gak tau ya gimana khawatir nya aku..." lanjut Fiona, kali ini ia benar-benar mulai menangis,pukulan nya pada tubuh Wilson pun melemah..dia menangis sejadi-jadi nya di dada Wilson...
Wilson merasa sangat kaget dan suprise, ia tahu kepergian nya mungkin tetap akan menimbulkan tanda tanya pada Fiona namun palingan hanya pertanyaan biasa saja atau sekedar nya, karena kepergian Wilson selama satu minggu bukan lah hal yang terlalu langkah,ya kan? Wilson pun sering bepergian lama karena dinas. cuma beda nya itu satu minggu karena dinas dan sekarang bukan karena dinas. yaaah, paling hanya pertanyaan biasa lah yang akan Fiona lontarkan saat Wilson kembali,begitu kan? akan tetapi hanya saja ia Wilson benar-benar tak menyangka kalau respon Fiona malah seperti ini...,Wilson benar-benar sangat tak pernah mengira nya
dari sejak ia menikah kedua kali nya dengan Fiona, Wilson mengira kalau diri nya lah yang selalu menjadi pihak yang paling mencinta jadi Wilson sama sekali tak menyangka kalau ia pergi dan tak ada kabar akan membuat Fiona bakal sebegini mengkhawatir kan nya hingga sampai menangis dan sebegini marah nya. sungguh,Wilson benar-benar tak menyangka nya sedikit pun.
melihat Fiona yang terus menangis di dada nya, Wilson yang awal nya terbengong dalam sepersekian detik menit pun akhir nya memeluk tubuh Fiona dengan kedua tangan nya...telapak tangan besar nya mulai mengusap kepala sang istri dengan lembut dan menenangkan...
"maaf..." bisik Wilson, jika saja ia tahu Fiona sebegini mengkhawatirkan nya ia tak akan segegabah itu pergi dengan tanpa memikirkan perasaan Fiona saat ia pergi beberapa hari ini, Jika ia tahu akan begini pasti Wilson akan merencanakan hal-hal baik dahulu untuk Fiona selama diri nya pergi sampai sekembali diri nya hari ini. mana mungkin selama satu minggu Wilson tega membiarkan Fiona bersedih untuk nya...?
untuk sesaat hanya terdengar suara Fiona yang terus sesegukan di dada nya Wilson
__ADS_1
"aku yang minta maaf..." sahut Fiona serak
Wilson menautkan alis...,kenapa malah Fiona yang minta maaf..? bathin nya
"minta maaf untuk apa?" tanya Wilson lirih
Fiona mengangkat kepala nya dari dada Wilson
"untuk buku harian ku yang ada di file laptop yamg sempat kamu baca" kata Fiona perlahan dengan wajah sembab nya yang terlihat merona karena habis menangis
Wilson makin bingung, bukan kah malah seharus nya ia yang minta maaf karena sudah lancang membaca buku harian Fiona secara diam-diam, Wilson bahkan sudah siap meminta maaf saat ia kembali ke tanah air hari ini, tapi mengapa malah Fiona yang minta maaf? Wilson makin tak mengerti di buat nya.
Fiona melanjutkan
"aku tahu aku salah tidak menghapus file buku harian lama itu,jika kau marah dengan perkataan ku di sana atau kau sakit hati, seharus nya kau bilang saja Wilson. jangan langsung menghilang seperti ini" kata Fiona menekan kan
"justru aku yang takut kalau kau akan marah karena aku sudah membaca buku harian mu diam-diam" lirih Wilson lagi
Wilson mulai mencerna kalau Fiona mengira diri nya menghilang karena sakit hati dengan tulisan di buku harian nya Fiona kah? lucu sekali!! mereka bahkan bukan di fase percintaan ABG labil lagi yang mesti di repotkan dengan hal-hal sesepele itu.
Fiona mendongak menatap wajah Wilson, suami ganteng nya itu. ada banyak pertanyaan di kepala Fiona. artinya Wilson pergi bukan karena perihal buku harian toh? seharus nya Fiona harus merasa sukur dan lega tapi pertanyaan lain keburu muncul di kepala nya. jika Wilson bukan pergi karena buku harian itu lalu Wilson pergi karena apa?
Wilson tersenyum seraya menggenggam kedua tangan Fiona...
"sayang,,,memang betul aku buru-buru pergi ke luar negara setelah membaca buku harian mu, tapi bukan karena aku marah..." kata Wilson
__ADS_1
"la-lu..?" Fiona makin bingung dan penasaran
"dasar, kau bahkan lupa apa yang sudah kau tuliskan di buku harian mu sendiri baru-baru ini" kata Wilson seraya mencubit hidung mancung Fiona dengan gemas.
tangan Wilson mengambil sesuatu dari saku jas nya, mengeluarkan sesuatu dari sana.
ada sekitar tiga buah kunci dengan bentuk unik dan kuno yang sudah di rangkum Wilson menjadi satu, dan ia menyerahkan nya ke tangan Fiona
"ini hadiah untuk istri ku..." kata Wilson setelah Kunci-kunci itu berpindah tangan
"memang nya apa ini...?" Fiona makin bingung seraya menatap tiga buah anak kunci itu
"itu beberapa property bangunan yang kau ingin kan, aku tidak tau yang mana yang paling kau ingin kan jadi aku membeli tiga-tiga nya dari yang kau tulis kan..." Wilson menjelas kan
akhir nya Fiona mulai mengerti, tulisan yang Wilson maksud artinya Wilson membaca itu.
memang satu minggu sebelum nya Fiona ingat ia pernah menuliskan kata hati nya di file tersebut.
Fiona menuliskan kalau ia merasa sedih karena tidak bisa menghadiri pelelangan yang sudah lama di nantikan nya jauh-jauh hari. Fiona tak bisa hadir lantaran kondisi nya yang sedang tidak sehat karena mengandung di usia yang masih rentan ini apalagi pelelangan di adakan jauh di luar negara. di tambah lagi Fiona tidak begitu senang melakukan hal semenyenangkan ini dengan cara perwakilan.
di sana Juga tertulis kalau Fiona bisa menahan diri walau pun ada beberapa property yang sudah ia incar di sana, Fiona rela tidak pergi, ia tidak sedih karena saat ini ia sedang mengandung anak pertama ia dan suami nya...
ini jauh lebih membahagiakan... kata Fiona di akhir.
dan ternyata setelah Wilson membaca nya dan berfikir bagaimana kalau ia saja yang pergi agar bisa memberi kejutan untuk sang istri, karena bagaimana pun Fiona tak bisa pergi karena sedang mengandung benih nya Wilson juga..,
__ADS_1
jika Fiona berusaha yang terbaik demi diri Wilson, maka Wilson pun ingin berusaha yang terbaik demi Fiona juga