KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 127


__ADS_3

besok nya pagi-pagi sekali Fiona berangkat ke swalayan terdekat untuk berbelanja bahan-bahan makanan untuk di masak, karena kemarin ia sudah berjanji pada LiLyan yang akan datang ke apartemen nya untuk sekalian memasak bersama.


Fiona pamit pada AL ghazaly yang sedang duduk sarapan di meja makan. tadi Fiona sudah menyiap kan sarapan simple yaitu sandwich dan Mix smoothie.


"koko, aku akan ke swalayan yang di seberang sebentar saja" pamit Fiona


"aku akan mengantar mu" kata AL ghazaly


"tidak usah koko" tolak Fiona "swalayan nya dekat tidak jauh, koko sarapan lah" kata Fiona lagi


sejak dulu AL ghazaly memang tak pernah memaksa Fiona jadi...


"baik lah, tapi hati-hati..." pesan AL ghazaly


"oke..." Fiona tersenyum dan segera berangkat


hari ini rencana nya Fiona berniat mengajak LiLyan membuat masakan Tuna casserole,bulgogi,sup miso untuk makan siang dan custard sebagai menu penutup. ia mulai me reka-me reka apa saja kah yang harus ia belanjakan untuk bahan baku itu semua, ia khawatir akan lupa nanti nya.


❤❤❤


AL ghazaly bersantai sejenak di ruang televisi, ia berencana mandi setelah nya. tapi saat sedang santai menyaksikan program di layar kaca terdengar bel dari luar. AL ghazaly respon sejenak lalu Bel terdengar lagi dan AL ghazaly segera bangkit untuk membuka kan pintu. apakah tamu Fiona? bathin nya.


tubuh jangkung AL ghazaly sudah tiba di depan pintu lalu segera membuka nya karena bel berbunyi lagi...


dan setelah pintu terbuka itu adalah...LiLyan.


"kamu !?" seru AL ghazaly dengan sorot tak suka, ia berseru hampir bersamaan dengan LiLyan yang juga spontan bilang...

__ADS_1


"Anda?" Seru LiLyan, ia benar-benar tak menyangka harus bertemu manusia arogan ini di sini, awal nya LiLyan mengira hari ini adalah hari bahagia karena akan memasak bersama Fiona, tapi malah menjadi hari yang tidak baik. jika ia tahu ada si sombong kakak nya Fiona ini maka ia pasti tak akan pernah berjanji untuk mengunjungi Fiona.


sekarang jika LiLyan harus meng cancel nya, maka ia tak enak pada Fiona. bagaimana pun barusan tadi saat LiLyan masih di bus ia sempat menghubungi Fiona, dan Fiona bilang ia sudah di swalayan memilah milih bahan makanan, maka jika LiLyan membatal kan ia sangat tidak enak. tapi...mengapa harus ada si manusia arogan ini di sini? benar-benar membuat tidak nyaman sekali.


"aku sudah ada janji dengan Nona Fio...maksud ku Nona Victoria sejak kemarin,dan tadi di telepon ia meminta ku menunggu di sini. kalau anda tidak percaya silah kan telepon Nona Victoria sekarang" papar Lilyan cepat, takut kalau lagi-lagi orang bernama AL ghazaly ini mencurigai nya.


dulu di curigai mau menipu karena mengaku teman nona Fiona, malam itu di curigai mau menipu juga saat hampir tertabrak.., nah ini apa lagi kan? begitulah kira-kira batin Fiona saat merasa pria bernama AL ghazaly ini menatap nya tidak bersahabat sejak awal.


dua orang tetap berdiri di ambang pintu apartemen. satu di luar satu di dalam. setelah beberapa detik AL ghazaly membuka suara


"masuk lah..." kata nya mempersilahkan LiLyan dengan nada yang datar


walau cukup kaget dengan tanggapan AL ghazaly tapi LiLyan sangat lega karena diri nya tak jadi berdiri di luar dengan memprihatin kan seperti yang ada dalam hayalan nya barusan.


"duduk lah..." kata AL ghazaly lagi saat LiLyan sudah melangkah perlahan ke dalam, mendengar kata-kata AL ghazaly LiLyan pun duduk dengan sedikit rasa canggung.


setelah LiLyan duduk, AL ghazaly meninggalkan nya...tidak tau kemana pergi nya pria tersebut.


LiLyan hanya duduk tapi sejak tadi bahasa tubuh nya sama sekali tidak leluasa.., ia merasa risih dan gelisah di detik-detik menunggu Fiona kembali seperti ini.


ternyata AL ghazaly pergi mandi, pria itu masuk ke salah satu kamar, kamar yang semalam menjadi tempat Al ghazaLy ini tidur..setiap kamar di apartemen ini memang sudah di fasilitasi dengan kamar mandi lengkap di setiap kamar tidur nya. AL ghazaly masuk begitu saja dan menutup pintu dari dalam dan seperti biasa tanpa mengunci nya.


LiLyan yang sedang duduk menunggu di ruang depan tiba-tiba merasa kebelet, jadi karena tidak ada orang di sana untuk meminta izin meminjam toilet, LiLyan pun buru-buru berlari kecil menuju arah belakang, dan ternyata memang ada toilet khusus tamu di sana.


LiLyan merasa sangat lega dan buru-buru memegang knop pintu untuk membuka toilet atau kamar kecil tersebut, tapi ia kaget dan panik saat kenop pintu tidak bisa di buka di saat kebelet begini...


ia buru-buru mengambil ponsel di saku pakaian nya dan menelepon Fiona, dan untung lah langsung di angkat setelah satu nada tut berbunyi..

__ADS_1


📞


"Nona, aku kebelet..mengapa kamar kecil apartemen mu tidak bisa terbuka pintu nya...?" tanya LiLyan dengan sangat tergesa-gesa


"maaf LiLy, aku lupa memberitahu mu karena kran toilet ada sedikit kerusakan dan belum di perbaiki jadi kran nya belum bisa di gunakan. Tukang yang bertugas memperbaiki nya baru akan datang sore nanti...jadi toilet nya aku kunci" Fiona menjelas kan dari balik seberang telepon sana


"Lalu aku bagaimana...benar-benar tidak tahan" suara LiLyan seperti terjepit menahan rasa ingin pi--pis nya


"pergi lah ke kamar ku, tidak di kunci...kau masuk lah.di ruang samping dekat ruang depan... di kamar ku ada toilet. jika nanti setelah nya kau ingin sekalian menunggu ku dikamar pun tidak apa..." belum sempat Fiona melanjutkan kata lagi, LiLyan sudah memotong


"baik lah" kata nya seraya langsung mematikan ponsel, benar-benar tak tahan.


LiLyan segera berlari ke arah samping di mana letak pintu kamar seperti yang Fiona katakan tadi berada...


sementara itu AL ghazaly yang berada di salah satu kamar lain nya, yah bisa di sebut kamar AL ghazaly karena saat AL ghazaly ke apartemen Fiona ini maka AL ghazaly akan tidur di kamar tersebut. AL ghazaly yang sejak tadi sibuk dengan ritual mandi nya baru saja menyelesaikan nya, pria ini baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk saja sebagai penutup tubuh bagian bawah nya., dan langsung menuju lemari untuk berganti pakaian


dan LiLyan yang berlari dengan panik sudah melihat pintu ķamar di depan nya dengan cepat membuka nya begitu saja...


AL ghazaly yang kedua tangan nya sedang mengambil pakaian di dalam lemari slide tersebut telonjak kaget saat pintu kamar nya tiba-tiba terbuka dengan dorongan yang lumayan keras, hingga gerakan kaget nya sendiri membuat handuk yang membelit pinggang nya dengan asal itu pun mendadak....


Bluk....


handuk nya terjatuh ke lantai...melo-rot begitu saja dengan cepat tanpa terkendali..


dan LiLyan yang baru saja mendorong pintu kamar yang di kira nya adalah pintu kamar Fiona itu, malah harus di kaget kan dengan pemandangan 'menyeram' kan sekaligus menakjub kan di hadapan nya


detik berikut nya...

__ADS_1


HWAAAAAAAAAAAAAAA......!!!!


dua teriakan yang bersatu padu, antara suara wanita dan pria itu pun membahana seantero apartemen tersebut...


__ADS_2