KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 89


__ADS_3

Ternyata LiLyan mematikan ponsel karena terlalu senang, saking girang nya ia sampai lupa menyapa Fiona di akhir penutupan telepon...


ia berjalan ke arah belakang, hendak merapikan beberapa perkakas yang sudah selesai di pakai untuk mengepel lantai beberapa saat yang lalu.


saat sedang membereskan LiLyan baru ingat kalau Fiona menyuruh nya mengunjungi ke kediaman besar Elvano maka tak seharus nya ia terlalu senang begini kan? itu arti nya LiLyan harus pergi bertamu ke tempat orang kaya terpandang mulia dan sangat terhormat, dalam sekali bayang kan saja LiLyan langsung merasa diri nya gugup bukan main.


LiLyan membayang kan kediaman keluarga Elvano itu pasti banyak orang yang berbaju gelap, berwajah sangar lalu saat diri nya LiLyan datang bertamu mereka malah memberikan sambutan dengan beberapa anjing helder yang brewok mengerikan dan sangat besar. LiLyan spontan memegang tengkuk nya sendiri, merasa tiba-tiba bergidik dan ngeri.


LiLyan mulai berubah fikiran seperti nya ia tidak akan datang bertamu sendirian kesana jika tidak sengaja Fiona yang membawa nya, di tambah penampilan rakyat jelata nya, bisa-bisa ia yang mau bertamu malah akan di kira mau mencuri, LiLyan menelan saliva nya sendiri meyakin kan kalau diri nya tak akan sengaja datang. namun baru saja mengambil keputusan di dalam hati nya sendiri.., Ponsel LiLyan malah berdering lagi menandakan sebuah pesan yang masuk...


Klunting !!!


tampak tertulis jelas itu dari LiLyan, Seperti nya Fiona mengirim kan lokasi nya, dan ada pesan di bawah nya lagi yang mengakhiri chat


📩


nona FIONA


"ini lokasi nya, datang lah saat kau mau..,tapi tolong kabari aku saat kau datang ya. jangan di balas lagi..aku tau kau sedang sibuk., aku juga mau lanjut bekerja,dagh LiLy.."


setalah mengakhiri membaca pesan itu mata LiLyan yang cantik mengerjap-ngerjap beberapa kali, berusaha memikirkan apa kira nya yang harus di lakukan? datang menemui Fiona di keluarga Elvano, atau tidak datang sama sekali, yah atau cukup dengan manis menunggu Fiona hingga datang ke kediaman Wijaya Santoso suatu saat nanti. LiLyan mengklik sejenak monitor canggih yang memperlihat kan penunjuk arah yang Fiona kirim, dan membaca beberapa titik-titik penting dan memang tempat itu adalah kawasan elite, itu sama sekali bukan tempat yang harus dia datangi...


ah, biarkan saja...batin LiLyan, toh kami pun jika bertemu pastilah aku hanya membicarakan hal-hal yang tak penting saja dan Fiona yang mendengar kan, ah sudah lah...LiLyan pun akhir nya Membuat keputusan. lagi pula ia merasa tak ada yang terlalu penting saat ini malah kemungkinan akan membuat Fiona bertambah lelah karena kedatangan nya nanti.

__ADS_1


setelah membereskan beberapa perkakas di tempat nya, LiLyan mengambil kain lap dan mulai membersihkan meja-meja kristal di sekitar dengan sangat hati-hati dan telaten


"LiLy..." tiba-tiba suara kepala pelayan senior memanggil nya


"iya madam..." LiLyan menoleh cepat seraya menghentikan sejenak pekerjaan nya


" apakah pekerjaan mengepel mu sudah selesai?" kepala Pelayan yang bernama Madam Lorena ini bertanya hendak meyakin kan anggapan nya


" ya madam" jawab LiLyan cepat


Madam Lorena tersenyum dan memanggil seorang pelayan lagi yang bertugas


"Ami, ganti kan pekerjaan LiLyan" titah nya lembut namun tegas


"baik, madam..." pelayan yang bernama Ami itu pun langsung melangkah ke arah LiLyan seraya mengambil kain lap lain nya dan mulai membersih kan meja kristal menyambung pekerjaan LiLyan barusan


"LiLy, kau pergilah menggantikan Madam Sari mengecek beberapa pasokan makanan yang akan di kirim kemari.." titah Madam Lorena


LiLyan memang terbiasa mengikuti Madam Sari untuk mengecek bahan pasokan makanan jadi dia juga sudah lumayan mengerti cara nya. hanya saja ia penasaran kemana Madam Sari hingga mempercayakan pada diri nya yang masih mentah ini.


"Madam Sari..." belum sempat ia melontarkan pertanyaan lebih lanjut, Madam Lorena sudah lebih dulu mengatakan jawaban nya


"Madam Sari sedang sedikit pusing jadi ia pergi ke dokter dan istirahat dulu untuk hari ini" kata Madam Lorena bercerita sedikit dan singkat namun jelas

__ADS_1


LiLyan pun langsung mengangguk mantap dengan sebuah tugas yang akan di emban pada nya saat ini


"hari ini tidak banyak, hanya mengecek dua macam bahan makanan saja, yaitu potato dan anggur lalu minuman khusus Tuan Besar Anderson" kata Madam Lorena guna melanjut kan aba-aba tugas yang harus di selesaikan dengan baik oleh LiLyan ini


"baik Madam..." LiLyan segera melangkah meninggalkan sosok Madam Lorena sang kepala pelayan tersebut


LiLyan masuk ke kamar melepas pakaian seragam pelayan milik nya mengganti pakaian seragam nya itu dengan pakaian biasa keseharian nya yang tampak sederhana seperti ia biasa nya. lalu setelah nya segera berangkat ke tempat pasokan makanan menggunakan taksi yang sudah di pesan Madam Lorena sebelum nya.


🌵🌵🌵


Sementara itu, Fiona yang saat ini yang masih berada di kota Wanna menyandang status dan tanggung jawab besar nya sebagai presiden Direktur E.M atau Emilio Mulya.., ia baru saja selesai dengan beberapa pekerjaan dan juga melakukan briefing singkat beberapa saat lalu, melihat layar ponsel berkedap-kedip, nama Tante Ziviliya muncul di sana, Fiona menerima panggilan itu dengan segera


📞


"halo tante..." sapa Fiona dengan nada yang senang


"ya sayang...apakah kau sehat? kau pasti sangat sibuk sekarang kan..." kata Suara Tante Ziviliya sembari menggoda Fiona, keponakan angkat nya ini memang menjadi wanita yang sangat sibuk sekarang, bagaimana tidak Fiona harus menghandle bisnis ini dan itu dengan secara seimbang...


"maaf..." Fiona menyesal karena baru saja tadi ia mendapat telepon dari LiLyan sekarang malah mendapat telepon dari Tante Ziviliya, Fiona merasa apakah dalam beberapa hari ini dia sangat mengabaikan orang-orang di sekitar nya, jawaban nya tentu tidak...mereka-mereka itu hanya merindukan Fiona dalam durasi waktu yang cepat, yah mungkin ibarat kata nya di hidup mereka Fiona adalah sosok yang menyenangkan dan membahagiakan. selanjut nya Fiona dan Ziviliya pun mulai berbincang ringan via telepon, dan juga tertawa santai di beberapa kalimat. misal nya..


"Fiona jika kau sempat datang lah temui Tante di kediaman Utama Wijaya santoso..." begitu lah sekira nya salah satu yang menjadi tema pembicaraan siang hari ini..


🌵🌵🌵🌵

__ADS_1


LiLyan baru saja selesai dengan tugas nya mengecek stock makanan yang akan di kirim, ia melirik arloji ternyata pekerjaan lebih cepat ia lakukan dari waktu yang di tentukan, ini tersisa sekitar Satu jam sepuluh menit ,seandai ia punya tempat yang bisa di singgahi sekedar bersantai dalam waktu sesingkat ini, sayang nya di kota sebesar Resque ini ia tak punya keluarga...dia berasal dari daerah lain dan itu pun jauh dari perkotaan megah dan padat seperti ini


namun tiba-tiba LiLyan teringat pada Lokasi yang Fiona kirim kan pada nya tadi..., LiLyan mengecek lagi untuk meyakin kan ingatan nya..


__ADS_2