KONFLIK

KONFLIK
KONFLIK 125


__ADS_3

Fiona tersentak bangun sekitar pukul enam tiga puluh pagi, ia melihat sekeliling ruangan dan samar-samar mendengar suara air shower dari dalam kamar mandi..,seseorang pasti sedang mandi dan itu pasti lah Wilson Wijaya Santoso.


Fiona bukan nya tidak ingat, saat tadi malam ia benar-benar tidak bisa menguasai tubuh nya sendiri. beberapa kali berusaha menggoda Wilson sang mantan suami.., bahkan dengan begitu berani men...ci..umm !! Fiona memukul pelan kepala nya sendiri, megutuk diri atas kelakuan nya. Fiona ingat semua nya, hanya saja ia tak bisa menguasai tubuh nya tadi malam..,sangat terasa panas juga begitu gelisah..dan hanya dengan menempel kan tubuh nya pada Wilson lah yang membuat tubuh nya terasa sangat nyaman.


bahkan Fiona samar-samar sadar kalau Dirly lah pelaku yang membuat nya jadi begini, andai saja Wilson tidak datang pasti lah ia sudah di kerjai oleh Dirly habis-habisan secara me--ssum.


pelan-pelan Fiona mulai mengingat bagaimana dengan murahan diri nya membuka pakaian sendiri di depan Wilson, dan setelah itu...ya tuhan, Fiona benar-benar kesal untuk sekedar mengingat nya lagi... adegan saat ia setengah tee lan-jangg dalam pelukan tubuh Wilson di bawah guyuran shower...kulit bertemu kulit..astaga..!!! Fiona rasa nya ingin menangis, harus bagaimana nanti bersikap jika ia bertemu muka dengan Wilson lagi???


Fiona mulai teringat bukan kah saat itu seluruh pakaian dalam nya basah oleh pancuran Shower? lalu?


Fiona sontak menunduk melihat ke arah tubuh nya sendiri, pakaian tidur yang lengkap, Fiona seperti orang panik meraba da da nye sendiri dan ia memakai dalaman yang lengkap, Fiona lagi-lagi meringis merutuki diri sendiri..pasti tadi malam Wilson mengganti pakaian nya, aarggh memalukan sekali !!!


menyadari pakaian tidur yang di kenakan adalah milik nya sendiri, Fiona mulai berfikir...apakah Wilson masih menyimpan pakaian milik nya yang ada di Evenil Garden? Fiona beranjak dari kasur dan berjalan menuju lemari besar di dalam kamar tersebut, lebih tepat nya deretan lemari super besar ini di katakan sebagai walk in closet.


Mata Fiona terbuka lebar saat melihat seluruh pakaian milik nya terpampang di hadapan nya masih berjajar dengan rapi, padahal Fiona sudah meninggalkan nya dan tidak memperdulikan mau di apakan pakaian-pakaian nya tersebut.

__ADS_1


Fiona setelah bercerai dengan Wilson kala itu saat keluar dari Evenil Garden hanya mengambil beberapa lembar pakaian yang merupakan hadiah dari teman atau yang merupakan produksi dari KangSADAN butik saja, hal yang sama juga yang Fiona lakukan dengan pakaian nya yang berada di Kediaman Utama Wijaya Santoso.., yang lain nya sudah tidak ia pedulikan lagi.


tentu saja melihat pakaian-pakaian tersebut masih utuh di tempat nya, ini merupakan hal yang sangat suprise bagi Fiona. saat melihat pakaian nya begitu tersusun rapi di sana itu terasa sangat aneh. bahkan setelah Fiona melihat sekeliling beberapa barang kosmetik dan parfum milik Fiona masih terpajang rapi di atas meja rias dan yang lebih mengejutkan adalah foto pernikahan mereka masih terpajang rapi di dinding kamar tersebut. di foto bingkai super besar itu Fiona sangat cantik dengan gaun putih nya yang berkilau, dan Wilson sangat tampan dan gagah dengan setelan tuxedo berwarna grey.., mereka sangat serasi jika di perhatikan secara fisik, sayang nya pernikahan mereka sama sekali tidak sebagus tampilan di foto pernikahan nya.


Fiona mendengar bunyi shower samar-samar mulai menghilang, tidak ada Waktu lagi. Fiona mulai kebingungan dan panik, ia benar-benar tidak bisa bertatap muka dengan Wilson Wijaya Santoso ini sejak kejadian semalam.


dengan cepat dan grasakan Fiona mengambil salah satu blezer lebar panjang milik nya di gantungan lemari besar di hadapan nya tersebut tanpa membuka gaun tidur nya Fiona segera memakai kan blezer itu di tubuh nya lalu buru-buru menggapai tas milik nya di nakas dan segera berlari ke arah pintu keluar kamar, Fiona tidak peduli lagi dengan atasan dan skinny jeans yang ia pakai tadi malam dan ia lepaskan di depan Wilson tanpa rasa malu itu, jadi ia tinggalkan begitu saja !!


Fiona berlari ke arah pintu dengan tergesa-gesa dan saat membuka pintu dan baru saja keluar ia hampir bertabrakan dengan Barda sang kepala pelayan yang akan menuju kamar tersebut, di belakang Barda terlihat pelayan yang membawa nampan makanan di tangan nya...


Fiona yang juga masih di landa kaget, langsung buru-buru berkata


"tidak usah... terimakasih, aku harus pergi" kata Fiona seraya buru-buru berlari meninggalkan Barda dan sang pelayan yang nampak masih terbengong melihat kepanikan Fiona yang seperti takut dengan hantu itu.


Wilson baru keluar dari kamar mandi dengan rambut basah nya yang acak-acakan dengan mengenakan kimono berwarna gelap di tubuh tinggi proporsional milik nya. Wilson menautkan alis tampan nya melihat kondisi kamar yang sepi, salah satu lemari besar yang masih terbuka seperti ada yang baru membuka nya. Fiona sudah tidak ada di atas ranjang atau di mana pun. lalu Wilson melihat Skinny jeans dan satu atasan wanita masih berserakan di lantai kamar, namun tas brand itu sudah raib bersama pemilik nya. seperti nya Fiona buru-buru kabur saat terbangun dan tidak mau bertemu muka dengan diri nya, fikir Wilson.

__ADS_1


Wilson malah terkekeh, seraya mengurut pelan salah satu alis nya,entah mengapa prilaku Fiona pagi ini malah terasa menggemas kan bagi Wilson.


Fiona takut pada nya...?


Fiona malu pada nya...?


saat ini Fiona tak ingin bertemu dengan Wilson bukan karena Wanita itu marah, karena Wilson sangat tau bagaimana situasi nya jika Fiona memang marah.


dulu saat di kediaman utama Wijaya Santoso, ketika ia kabur dan marah saat Wilson baru selesai memperko--ssa nya, Fiona kabur begitu saja, tapi masih sempat berganti pakaian dengan pakaian dan mantel yang lengkap. tapi saat ini Fiona bahkan keluar dan pergi terburu-buru tanpa sempat berganti pakaian dan tidak menggunakan alas kaki sama sekali? sumpah, Wilson merasa Fiona sangat lucu...


Wilson mengambil salah satu heels milik Fiona yang tersebar di lantai sejak semalam itu, memegang heels cantik itu dengan tangan besar nya hingga heels itu terlihat mungil.


"ahh...mengapa sampai meninggalkan sepatu nya segala? apakah sang puteri cinderella berharap pangeran tampan ini yang mengantar kan pada nya???" gumam Wilson bercanda pada diri nya sendiri, lalu ia terkekeh geli, mengambil heels satu nya lagi dan meletak nya di sudut samping nakas.


"tidak perlu di antar..toh ini juga rumah suami nya..." batin Wilson percaya diri

__ADS_1


setelah nya Wilson bangkit dan segera berganti pakaian untuk siap berangkat ke Santoso group.., namun sejak tadi Wilson juga sama sekali tak bisa menghentikan senyum yang terus muncul dan terukir di bibir nya sendiri...


__ADS_2