Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 10


__ADS_3

Saat berada didalam mobil menuju jalan pulang ke hotel tidak ada satu dari mereka yang berbicara, walau pun dalam benak Alanna terpikir perkataan Zack tentang akan pergi dari kota ini.


"Saya langsung pulang saja pak Zack, jam sif kerja ku sudah lewat. " Alanna berkata saat mereka telah tiba di hotel dan berada di parkiran mobil.


"Kalau begitu saya antar saja sekalian." Zack menawarkan.


"Tidak perlu pak Zack, saya ke hotel naik motor." Alanna menolak tawaran Zack. "Makasih atas makan siangnya, saya pulang dulu." Tambah Alanna tersenyum kemudian membuka pintu mobil dan keluar dari mobil meninggalkan Zack yang masih duduk di kursi pengemudi memperhatikan Alanna yang berjalan menjauh.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Rutinitas kerja selama sif pagi untuk minggu ini tidak terasa , seperti biasa Alanna dan Zack sarapan dan makan siang bersama, Zack selalu menyuruh Alanna bercerita tentang keseharian Alanna bekerja atau keseharian nya di rumah membantu usaha catering ibunya, tidak pernah sedikitpun pembicaraan yang terjadi di antara mereka menyinggung masalah kehidupan Zack. Alanna tidak mempermasalahkan nya dia berpikir mungkin bagi Zack dia hanya lah teman makan dan pelayan hotel kamar tempatnya menginap yang tidak perlu tahu tentang kehidupan pribadinya.


Bahkan Zack tidak pernah membahas kejadian saat mereka di restoran hari itu dan Alanna tidak berani untuk bertanya, dia sadar akan siapa dirinya yang bukan siapa-siapa.


" Gita sudah lihat perubahan sif untuk minggu depan ? " tanya Alanna pada Gita saat di ruang staf.


"Belum lihat. " Jawab Gita.


"Sama, saya juga belum lihat."


"Kalau sif mu biar tidak usah lihat juga pasti sudah ketahuan bakal tetap di kamar nomor dua." ucap Gita yakin.


Mendengar ucapan Gita membuat Alanna tersenyum masam. "Saya juga heran, tapi segan mau bertanya untuk masalah sepele seperti itu kepada manajer. "


"Alanna jangan tersinggung ya ? " ucap Gita tiba-tiba.


"Tersinggung kenapa ? " tanya Alanna heran dengan sikap Gita.


"Kau harus janji dulu baru saya cerita." Gita bersikeras.


"Baiklah...., saya janji." Alanna akhirnya mengalah. "Apa sih...., seperti nya serius sekali." Gurau Alanna.

__ADS_1


"Saya dengar kemarin gosip mu dengan Zack Ibrahim beredar di kalangan pegawai hotel wanita."


" Gosip tentang apa ? " Alanna penasaran.


" Kau dan Zack Ibrahim punya hubungan khusus, sampai-sampai hampir setiap hari makan bersama di dalam kamar hotel nya, ada juga yang bilang pernah lihat kau keluar dari dalam mobil milik Zack Ibrahim." Gita bercerita.


" Oh...... tentang itu. " Ucap Alanna.


"Iya, tentang itu. " Gita mengulangi perkataan Alanna, menunggu tanggapan dari Alanna.


"Kami memang setiap hari makan bersama tepatnya saya menemani pak Zack makan karena dia butuh teman untuk di ajak makan. Dan bagi saya tidak masalah, mubasir menolak makanan enak." Jelas Alanna singkat.


"Maka nya saya heran kenapa akhir-akhir ini saya tidak pernah melihat mu saat jam makan siang." Gita akhirnya mengerti di sertai anggukan kepala Alanna.


"Dan tentang saya keluar dari mobil milik pak Zack itu karena kami baru pulang dari rumah sakit, dia meminta saya untuk menemani dia cek up untuk yang terakhir. " Tambah Alanna.


"Tapi kenapa harus dengan kau ? " tanya Gita heran.


Terdengar dering handphone berbunyi dari dalam kantong baju seragam Alanna, dari layar handphone tertulis panggilan masuk dari Zack Ibrahim.


"Ya hallo kenapa pak Zack ? ada yang anda butuhkan ? " Alanna bertanya saat menjawab telepon.


"Kau ambil dulu pakaian bersih ku dari bagian laundry dan antar ke kamar ku sebelum kau pulang kerja." Perintah Zack dari seberang.


"Bukankah bagian laundry biasanya yang mengantar langsung ? " tanya Alanna heran walaupun dia tidak masalah dengan perintah itu.


" saya tidak ingin membahas nya, Alanna." Ucap Zack dengan nada tidak ingin di bantah yang Alanna mulai tidak asing lagi mendengar nya.


"Baik pak Zack , akan saya antar sendiri ke kamar anda." Kemudian sambungan telepon terputus, Alanna kembali memasukan handphone ke kantong bajunya.


"Kenapa Na' ? " tanya Gita yang penasaran dengan pembicaraan Alanna dan Zack.

__ADS_1


"Dia menyuruh ku mengambil pakaian nya dari bagian laundry, sifat otoriter nya kumat lagi." Ucap Alanna sambil menghela napas panjang pasrah membuat Gita cekikikan melihat nya.


"Sudah sana......pergi saja, tidak lama lagi jam sif kita selesai, setelah itu kau bebas dari Zack Ibrahim Walaupun hanya sebentar." Goda Gita pada Alanna.


"Kau mau pergi lihat perubahan jadwal sif ? " tanya Alanna sebelum keluar.


"Iya "


" Sekalian lihat kan punya ku, ku tunggu SMS mu." Sambung Alanna sebelum menghilang dari balik pintu menuju bagian laundry hotel.


Dari ruang laundry Alanna langsung menuju kamar Zack, saat tiba di depan pintu Alanna ingin mengetuk tapi terhalang karena mendengar percakapan dari dalam kamar,dari suara nya Alanna menduga seorang wanita.


Alanna bingung harus mengetuk pintu atau balik dan akan kembali setelah tamu Zack pulang, tapi rasa penasaran akan pembicaraan mereka membuat Alanna tetap berdiri di tempat nya karena selama ini tidak ada seorang pun yang datang berkunjung ke hotel ini selain dr. Andrea dan seingat Alanna Zack pernah bercerita kalau dia melarang keluarga untuk datang karena ingin sendiri dan tidak mau di ganggu.


"Saya tidak mau kau datang ke sini lagi." Kata Zack dari dalam penuh penekanan tanda tidak suka.


"Saya hanya ingin menanyakan kabar mu Zack." Suara wanita dari dalam.


"Dari mana kau tahu saya di sini ? keluarga ku tak akan memberi tahukan mu jika kau bertanya pada mereka."


"Tidak susah menemukan mu setelah melihat mu kemarin di restoran." Jawab wanita itu santai. "Siapa wanita yang dengan kau kemarin di restoran Zack ? " tanya wanita itu.


Ternyata tamu Zack wanita yang pernah mereka jumpai di restoran beberapa hari yang lalu. Mendengar dirinya di sebut entah mengapa membuat jantung Alanna berdebar kencang menunggu jawaban dari Zack mengenai siapa dirinya di mata Zack.


"Saya ingin istirahat , kau pulang lah ? " Zack berkata mengalihkan pembicaraan yang entah kenapa membuat Alanna kecewa.


"Saya tahu kau pasti tidak mau menjawab nya." Kata wanita itu. "Ingat Zack, kuburan mariana belum kering. " Tambah wanita itu.


Alanna belum faham dari pembicaraan mereka tiba-tiba pintu kamar terbuka, Zack dan wanita bernama Maya itu terkejut melihat Alanna berada di depan pintu, Alanna pun mematung di tempat nya berdiri dengan memegang pakaian milik Zack.


"Maaf saya tidak bermaksud mendengar pembicaraan kalian." Alanna meminta maaf merasa bersalah. "Anda menyuruh saya mengantarkan pakaian anda." Tambah Alanna menatap ke arah Zack.

__ADS_1


"Bukankah kau wanita yang ada di restoran dengan Zack tempo hari ? " Maya bertanya dengan penuh penasaran. "Ternyata pelayan hotel ya ? " kata Maya memandang Alanna dari atas ke bawah merendahkan.


__ADS_2