Lelaki Penuh Luka

Lelaki Penuh Luka
Bab 108


__ADS_3

Alanna terbangun keesokan paginya, menatap ke samping tapi tidak menemukan keberadaan Zack.


Alanna menghela napas panjang. "Seperti hanya mimpi." Gumamnya. Merasakan pegal di seluruh tubuhnya begitu hendak ingin duduk.


Mas Zack datang dan pergi sesuka hatinya, kenapa dia bersikap seperti itu terhadap ku ? Apakah dia membalas dendam atas apa yang kulakukan padanya dua tahun lalu ? dan aku dengan bodoh nya langsung terbuai dengan sentuhannya.


Mengutuk dirinya sendiri Alanna memaksakan diri untuk bangun dan berjalan ke arah kamar mandi. Alanna singgah di depan kaca meja riasnya, melihat tubuhnya yang kemerahan di beberapa tempat akibat ulah Zack.


Alanna kembali mengutuk dirinya, bergerak kembali menuju kamar mandi.


"Aku harus berendam di bathtub untuk menghilangkan rasa pegal di badanku." Gumam Alanna.


Hari ini Alanna masih bekerja di sif siang, jadi dirinya masih bisa bersantai untuk berendam.


Usai mandi dan berpakaian, Alanna keluar menuju dapur berniat untuk membuat sarapan pagi.


Di ruang kerjanya di hotel, Zack menyuruh sekretaris untuk memanggil General Manager.


Tok tok tok


Terdengar ketukan pintu dari luar.


"Masuk !" Zack menyahut.


Pintu ruangan terbuka, masuk seorang pria dengan umur kurang lebih sebaya dengan Papa Arian.


"Anda memanggil ku pak Zack ?" tanya General Manager begitu masuk ke dalam ruangan.


"Duduklah, ada yang ingin aku perlu." Zack berkata menyuruh General Manager untuk duduk di kursi yang ada di depan meja kerjanya.


General Manager melangkah mendekati kursi yang di maksud Zack dan duduk di sana


"Ada yang bisa aku bantu Pak ?" tanya General Manager begitu duduk.


"Kirim pada ku sekarang semua foto pegawai pria yang bekerja di hotel ini. Pria yang belum berkeluarga dengan umur di bawah empat pulau tahun."


"Baik Pak Zack, akan ku kerjakan sekarang. Ada lagi yang anda perlukan ?"


"Tidak ada untuk sekarang, kamu boleh pergi."


"Baik Pak." Sahut General Manager patuh walaupun di dalam hatinya penuh tanda tanya dan penasaran maksud dari perintah Zack padanya.


Satu jam kemudian terdengar kembali ketukan di pintu ruang kerja Zack.


Tok tok tok


"Masuk !" Zack menyahut.


Pintu kembali terbuka, General Manager masuk dengan map yang sedikit tebal di tangannya.


"Aku membawa apa yang anda perintahkan tadi, Pak Zack." Kata General Manager melangkah mendekati meja kerja Zack.


"Bagus." Puji Zack, menutup laptop yang berada di hadapannya.


General Manager duduk lalu meletakkan map di atas meja Zack.

__ADS_1


"Ini data semua pegawai pria yang anda minta."


"Ada satu hal lagi yang aku ingin kamu kerjakan."


"Apa itu Pak Zack ?"


"Perintahkan pelayan hotel yang bernama Alanna untuk menghadap padaku begitu dia masuk kerja. Setahuku dia bekerja di sif siang."


"Baik akan segera ku kerjakan." General Manager berkata patuh kemudian berdiri meninggalkan Zack yang mulai membuka map yang ada di hadapannya.


Alanna siap bekerja setelah berganti pakaian seragam hotel.


"Alanna bisa kamu ke ruangan ku sekarang ?" Kepala room section memanggil Alanna.


"Bisa Pak." Ucap Alanna bersedia.


Alanna kemudian berjalan mengikuti kepala room section ke ruangannya.


Kepala room section duduk di kursi meja kerjanya sedangkan Alanna duduk di kursi yang berada di depan meja.


"Kenapa anda memanggil ku Pak ?" tanya Alanna penasaran.


"Kamu tidak sedang membuat masalah atau membuat tamu hotel kita marah bukan ?" Selidik kepala room section pada Alanna.


"Anda pasti tahu jika aku bermasalah dengan tamu hotel karena pasti ada laporan yang masuk ke anda dan setahuku aku tidak pernah melakukan kesalahan dalam bekerja." Alanna menjawab walaupun sedikit bingung kenapa kepala room section bertanya seperti itu.


"Memangnya ada apa Pak ?" Alanna bertanya menambahkan.


"Kamu di panggil menghadap Bos kita."


"Bukan General Manager tapi Bos besar kita, pemilik hotel ini."


Alanna mengerutkan kening, heran mendengar perkataan kepala room section.


"Ada apa ya dia mencari ku ? aku kan hanya pegawai biasa, hanya pelayan hotel."


"Entahlah, aku juga tidak tahu makanya aku bertanya seperti itu padamu." Kepala room section juga ikut heran.


"Jadi aku harus menghadap sekarang ?"


"Iya, perintahnya kamu harus segera menemuinya begitu masuk."


"Tapi maaf Pak, jujur aku tidak tahu di mana ruangan Bos kita."


Kepala room section menghela nafas panjang. "Memang wajar saja jika kamu tidak tahu karena yang sering menemui nya hanya General Manager. Baiklah, aku akan mengantarmu ke ruangannya."


"Terimakasih Pak." Alanna tersenyum lega.


Kepala room section berdiri dari kursinya di susul Alanna, mereka berjalan keluar dari ruangan itu menuju pintu lift yang berada tidak jauh dari ruang kepala room section.


Begitu masuk ke dalam lift, kepala room section menekankan tombol lantai terakhir, menunggu beberapa lama pintu lift pun terbuka begitu sampai di lantai yang di maksud.


Mereka keluar, degup jantung Alanna entah kenapa semakin berdebar kencang begitu mereka semakin mendekati ruang kerja Bos mereka.


"Ada yang bisa ku bantu ?" Sekretaris itu bertanya dengan ramah begitu mereka berdiri di depan mejanya.

__ADS_1


"Kata General Manager, pelayan ini yang bernama Alanna sedang di tunggu di ruangan Bos." Jawab kepala room section.


"Oh iya, silahkan. Langsung saja masuk, Bos dari tadi menunggu mu."


"Terimakasih." Jawab Alanna dengan senyum kaku, gugup karena harus bertemu dengan Bos mereka.


"Masuklah Alanna, aku harus kembali ke ruangan ku."


"Terimakasih Pak sudah mau mengantar ku." Ucap Alanna di balas anggukan kepala oleh kepala room section yang kemudian berbalik pergi.


Tok tok tok


Alanna mengetuk pintu.


"Masuk !" Sahut suara pria dari dalam.


Kenapa suaranya seperti mas Zack ? Ah !tidak mungkin ada hal yang kebetulan seperti itu. Mungkin ini karena aku dari pagi terus memikirkan dirinya.


Alanna berbicara dalam hati sebelum membuka pintu itu. Betapa terkejutnya Alanna yang berdiri di depan pintu ketika pandangan tertuju pada pria yang duduk di balik meja kerja di ruangan itu sedang tersenyum padanya.


"Masuklah sayang, aku menunggu mu dari tadi." Zack berkata dengan senyum di wajahnya, menikmati ekspresi terkejut di wajah cantik Alanna.


"Mas Zack ?" Alanna masih terdiam di pintu, belum percaya dengan apa yang dilihatnya.


Zack hanya tersenyum, dirinya berdiri keluar dari meja kerjanya melangkah mendekati Alanna yang hanya berdiri di tempatnya.


Zack menarik Alanna sedikit ke dalam dengan lembut kemudian menutup sendiri pintu ruangannya.


"Kamu sepertinya sangat terkejut melihat ku di sini." Ucap Zack dari belakang Alanna.


Alanna berbalik menghadap Zack. "Apakah ini hotel yang mas Zack sedang bangun lalu bersama dengan Tuan Malik ?" Alanna bertanya penasaran.


Zack mengangguk mengiyakan. "Iya sayang, ini hotel itu dan aku sangat bersyukur ternyata kamu bekerja di sini walaupun aku tidak menyukai pekerjaan yang kamu ambil." Zack berkata dengan wajah tidak senang.


"Kenapa bisa ada kebetulan seperti ini." Keluh Alanna. "Seharusnya dulu aku tidak terlalu cuek dengan pekerjaan yang sedang mas kerjakan." Tambah Alanna penuh penyesalan.


"Tapi sebaliknya aku bersyukur karena itu." Ucap Zack senang.


"Ada hal apa mas mencari ku ?" Alanna mengalihkan topik pembicaraan, tidak ingin lagi membahas tentang kebodohan.


Zack mengangkat kening sebelah mendengar perkataan Alanna. "Harus ada masalah jika aku ingin berbicara dengan istriku sendiri ?" Zack balik bertanya.


-


-


-


-


-


...yuk intip novel terbaru author dengan judul...


..."Terbelenggu cinta seorang pangeran"...

__ADS_1


__ADS_2